Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 307 Bos terbaik


__ADS_3

Cafe lovely


Semua para karyawan cafe berkumpul mereka semua masih di beri hari cuti sampai acara Azmia selesai.


"Betapa beruntungnya kita ya bisa memiliki bos seperti Mba Mia. Orangnya baik, perhatian, pokoknya bos terbaik yang pernah gue temui," ucap salah satu karyawan.


"Betul banget, udah beberapa kali gue keluar masuk kerja cuma disini gue betah banget bahkan gue nggak pengen keluar dari cafe," sambung si B.


"Sama gue juga udah tiga kali ganti tempat kerja, hanya di cafe lovely gue betah banget. Apalagi punya bos kayak Mba Mia baiknya kebangetan," sambung si C.


"Kita kerja memang bukan hanya tempat yang nyaman, teman yang baik, tapi juga tergantung bosnya," ujar Novi.


"Iya, betul, Nov," balas Nina.


"Kalau, Lu Nin udah berapa lama kerja di cafe?" tanya salah satu karyawan cafe lovely.


"Nina mah jangan di tanya dia tuh sesepuh di cafe cinta," jawab Pras.


"Pantas saja, dia jadi asisten Mba Mia," ucap si B.


"Ho'oh," balas si Rudi.


"Eh, kalian udah pada buka belum paper bag yang yang kemarin di kasih, Mba Mia?"


"Belum, memang isinya apaan sih?"


"Baju."

__ADS_1


"Seragam buat acara ngunduh mantu," ucap Nina.


"Acara jam berapa, Nin?" tanya Pras.


"Jam tujuh malam," jawab Nina. Karena para karyawan nggak di beri undangan, Mia hanya meminta karyawan datang di hari kebahagiaannya agar saling merasakan kebahagiaan itu bersama-sama.


"Berarti besok kita otw lagi ke hotel?"


"Iya, tapi bukan di hotel kemarin, besok acara di hotel Quee," jawab Nina, karena hanya Nina yang tahu jadwal acara Azmia.


"Baru kali ini ya, Bos nikah semua karyawan di kasih seragam sama pula dengan kelurganya tanpa di beda-bedain."


"Betul banget. Padahal kita hanya karyawannya ya, tapi berasa kayak keluarganya."


"Itulah, Mba Mia, tapi tetap aja ada orang yang jahatin dia padahal dia tuh baik banget."


"Iya juga sih, ya."


"Heh ... udah-udah kasihan nanti Mba Mia takut tersedak pas makan, karena kita omongin."


"Iya, ya, hahaha."


** Jangan pernah lelah menjadi orang baik.


Berbuat baiklah selagi kamu bisa.


***

__ADS_1


Di hotel Queen.


Azmia bersama para sahabatnya sudah tiba di hotel. Mereka sengaja datang lebih awal agar bisa melihat situasi dan membantu untuk mempersiapkan acara.


"Seneng ya, Mi punya keluarga dan mertua sayang banget sama kita sampai acara pernikahan aja semewah ini," ucap Karina.


"Alhamdulillah, kamu nanti juga akan merasakan kebahagiaan seperti ini," balas Azmia.


"Entah kapan aku akan merasakannya, Mama dan Papa saja sampai saat ini belum pulang juga padahal sudah janji mereka akan pulang awal bulan, tapi mana buktinya sampai sekarang mereka tak kunjung pulang," ujar Karina. Dia merasa seperti anak sebatang kara yang tak memiliki orang tua, karana orangtuanya sibuk dengan pekerjaan.


"Beliau kan berjuang untuk kamu juga, Rin," balas Azmia dengan hati-hati.


"Iya, aku tahu itu, tapi kan aku bukan cuma butuh uang, aku juga butuh kasih sayang dari mereka," ucap Karina. Uang memang kebutuhan, tapi anak juga membutuhkan orang tua untuk selalu berada di sampingnya.


"Suatu hari nanti saat kamu sudah berumah tangga pasti, kamu akan paham dan mengerti tentang keadaan seperti ini," balas Azmia.


"Aku muter-muter nyariin kalian ternyata ada disini," ucap Melia saat menemukan Azmia dan Karina yang sedang bersantai di taman samping hotel.


"Lagian lama banget sih, yaudah kita tinggal aja," balas Karina.


"Kak Derry tuh minta kerokan dulu sepertinya dia masuk angin," ujar Melia.


Tadi saat tiba di hotel Queen. Melia dan Derry langsung masuk ke kamar lebih dulu karena Derry merasa tidak enak badan.


"Oh, ternyata dia bisa masuk angin juga," balas Karina.


"Sering," ucap Melia.

__ADS_1


__ADS_2