Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 164 Semua berakhir


__ADS_3

"Yah," panggil Bunda.


"Iya, Bun," balas Ayah.


"Bagaimana, tadi?" tanya Bunda dengan perasaan harap-harap cemas ya meskipun beliau sudah tahu jawabannya, tapi beliau ingin tahu pasti barang kali bisa berubah atau mungkin bisa tidak jadi.


"Bunda pasti sudah tahu kan jawabannya apa, ya itulah jawabannya. Semua sudah berakhir," jawab Ayah Wisnu.


Tanpa terasa air mata Bunda menetes begitu saja. "Tidak perlu di tangisi semua sudah takdir. Hidup kita sesuai dengan ketentuan Allah," ucap Ayah Wisnu sambil mengusap air mata istrinya.


"Iya, Yah," balas Bunda. Beliau sangat sedih karena perpisahan itu bukan maut yang memisahkan, tapi palu hakim yang memisahkan mereka berdua.


"Bunda kan masih bisa menemui Azmia, jadi Bunda tidak perlu bersedih." Ayah mencoba menenangkan istrinya. Sebenarnya bukan hanya Bunda yang kehilangan, dirinya juga sama merasa sedih, kehilangan karena harus melepas menantu terbaiknya.


"Alby mana, Yah?" tanya Bunda Rita.


"Alby masih bersama Azmia mereka menghabiskan waktu bersama, tapi mereka tidak berdua saja," jawab Ayah Wisnu.


"Terus mereka pergi sama siapa aja?"


"Ada Daffa, Revan juga Karina," jawab Ayah Wisnu.


"Oh."


*


*


*


*


Di tempat lain

__ADS_1


"Ini pesanannya, Kak," ucap seorang wanita sambil menaruh beberapa makanan di atas meja.


"Terima kasih, Mba," ujar Azmia.


"Sama-sama."


"Apa kamu akan terus merubah penampilan mu setelah semua ini sudah selesai," ucap Daffa.


Mendengar ucapan Daffa. Karina, Azmia dan Revan langsung saling pandang.


"Maksudnya?" tanya Alby.


"Lu, tanya aja sama adik lu," jawab Daffa.


"Apaan," sambung Revan.


"Sudahlah, Mi. Kamu nggak perlu lagi menutupi semuanya gue udah tahu semuanya," ujar Daffa.


"Baiklah, akan Mia jelaskan." Sebelum menceritakan yang sebenarnya Azmia menarik nafas lebih dulu kemudian membuangnya dengan pelan.


"Jadi begini yang di maksud Kak Daffa adalah Nisa. Mas Alby pasti tahu kan Anisa Az-Zahra wanita berkacamata yang selalu bersama Karina dia it __." Azmia belum selesai berbicara Alby menyahutnya.


"Iya, Mas tahu. Wanita itu yang adalah salah satu karyawan di cafe lovely kan," sahut Alby.


"Iya, betul. Wanita berkacamata Anisa itu ad ___."


"Adalah Azmia," sambung Daffa yang tak sabar dengan ucapan Azmia terlalu lama.


"Apa?" Alby langsung terkejut saat mendengar ucapan Daffa. Alby menatap kearah Azmia.


Azmia yang mengerti dengan tatapan yang penuh tanya. Azmia pun mengangguk menandakan apa yang di ucapkan Daffa benar.


"Astaghfirullah," ucap Alby sambil mengusap wajahnya. "Lu kenapa nggak pernah bilang sama gue," kesal Alby pada Daffa karena tidak memberi tahu dirinya lebih awal.

__ADS_1


"Sengaja. Gue hanya ingin Azmia bebas dari lu, biar Azmia bisa merasakan kebahagiaannya tanpa lu ganggu. Dia sudah terlalu banyak sakit karena lu makanya gue sengaja tidak memberi tahu lu," jelas Daffa.


"Kok Kak Daffa bisa tahu?" kini Karina ikut bicara.


"Itu hal yang sangat mudah," jawab Daffa.


"Durhaka lu, nggak bilang ke gue. Bulan depan potong gaji," ucap Alby.


"Bodo amat, gue nggak peduli," balas Daffa.


"Kak Daffa tuh matanya banyak, Rin," cibir Azmia.


"Mata cuma dua, Mi nih." Daffa menunjuk ke dua matanya.


"Jangan bilang ini semua ide lu, ya Van," ucap Alby bukan menuduh adeknya, tapi sejak tadi hanya adeknya yang tidak banyak komentar dan tidak menunjukkan ekspresi yang kaget.


"Jangan su'udzon dosa," balas Revan.


"Mas, ini semua ide Mia sendiri. Mia, merubah penampilan hanya ingin menikmati kehidupan yang baru. Kehidupan tanpa siapapun, tanpa suami, tanpa keluarga," ucap Azmia.


"Keluarga apa kamu tidak pernah pulang ke rumah Pranata?" tanya Alby.


"Siapalah saya, Mia bukanlah anak mereka jadi tak ada lagi tempat Mia di sana. Apalagi sejak kepulangan Kak Rania yang meminta Mas Alby kembali semua sudah berakhir tak ada sedikitpun tempat untukku di sana," jelas Azmia.


"Terus di mana kamu tinggal selama ini?" tanya Alby.


"Di cafe cinta dan cafe lovely. Mia tak ingin merepotkan siapapun," jawab Azmia. Jika dia mampu sendiri buat apa harus mengemis bantuan pada orang lain.


"Maafkan, Mas," ucap Alby.


"Sudahlah, Mas. Mia tidak apa Mia bahagia kok dengan keadaan ini. Mia happy," balas Azmia dengan tersenyum manis.


Bersama orang-orang yang selalu menyayanginya membuat Azmia merasa keindahan hidup, tak ada yang perlu di sesali lagi karena waktu tak dapat di putar kembali. Nikmati saja apa yang tentukan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2