
Setelah mengantarkan Elvina pulang. Alby juga memilih pulang ke rumah terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.
"Mas," sapa Azmia saat melihat Alby masuk kedalam rumah. "Mia, berangkat kuliah dulu, sarapannya sudah Mia siapkan di atas meja maaf tidak bisa nemenin sarapan. Assalamualaikum," pamit Azmia.
"Wa'alaikumussalam," balas Alby kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar.
'Apa dia benar-benar tidak tahu kalau semalam aku nggak pulang,' batin Alby. Namun, dia tidak mau ngambil pusing biarkan saja meskipun Azmia tahu dia seakan tak perduli. Alby melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja untuk mengambil beberapa berkas.
Setelah pamit dengan Alby, Azmia keluar rumah. "Mari, Mas," ucap Azmia saat berpapasan dengan Daffa. Daffa pun mengangguk sebagai jawaban.
Azmia berjalan menuju garasi mengambil motor kesayangannya. Kemarin sore supir pribadi kelurga Pranata mengantarkan motornya.
"Sudah semua, Al?" tanya Daffa saat melihat Alby menuruni anak tangga.
"Iya, ayo!" Alby berjalan keluar rumah lebih dulu meninggalkan Daffa.
"Gua tungguin malah gue yang ditinggal," gerutu Daffa mengikuti Alby dari belakang.
"Jangan ngedumel mulu kayak emak-emak komplek," sindir Alby.
"Denger aja sih lu.'' Daffa masuk ke dalam mobil di ikuti Alby.
*
*
*
Satu jam perjalanan kini Azmia telah sampai di kampus.
"Mia," sapa Melia -- salah satu sahabat Azmia.
"Hai, Mel," balas Azmia.
"Kamu bawa mobil sendiri?" tanya Azmia saat melihat Melia keluar mobil seorang diri karena kini mereka berada di parkiran kampus.
"Iya, gara-gara si Andre nih," jawab Melia.
"Karina sama Andre?" tanya Azmia.
"Iya," balas Melia dengan muka cemberut karena kesal. Sebenarnya tadi Melia bareng bersama Karina, tapi saat di jalan Karina di bawa Andre dengan terpaksa Melia nyetir mobil sendiri.
"Kasihan ... yasudah yuk kita masuk!" Azmia mengajak Melia masuk ruang kelas mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
__ADS_1
Sampai di ruangan mereka duduk di bangku masing-masing. Melia duduk di belakang Azmia sedangkan Karina duduk di depan Azmia.
"Mia," panggil Melia.
"Apa?" jawab Azmia.
"Pulang kuliah kita ke kafe ya?" ajak Melia.
"Iya," balas Azmia.
"Hai ... gaes," sapa Karina yang baru datang langsung menghampiri kedua sahabatnya.
"Dari mana kamu, Rin?" tanya Melia dengan mode emak-emak yang sedang mengintrogasi anaknya.
"Kepo," jawabnya dengan mencoel pipi Melia yang chubby.
"Karina ...." Kesel Melia dengan muka cemberut.
"Sudah-sudah." Azmia melerai pertikaian kedua sahabatnya karena ada dosen masuk.
*
*
*
Kafe yang di desain ala-ala anak remaja jaman now agar yang berada di kafe betah dan nyaman. Kafe Cinta memiliki tiga ruangan, pertama di halaman kafe atau outdoor, ke dua lantai bawah, dan ke tiga di lantai dua.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di kafe karena tempatnya tak jauh dari kampus.
"Selamat siang, Mba Mia, Mba Melia, Mba Karin," sapa Nina salah satu karyawan kafe saat melihat ke tiga wanita tersebut masuk ke dalam kafe.
"Selamat siang juga, Min," balas mereka bersama.
"Gimana, hari ini, Nin?" tanya Azmia.
"Alhamdulillah, Mba ramai," jawab Nina.
"Alhamdulillah. Saya ke dalam dulu ya, Nin," ucap Azmia.
"Iya, Mba Mia." Setelah kepergian Azmia. Nina melanjutkan pekerjaannya melayani beberapa pembeli.
Azmia melangkahkan kaki menuju ruangan favoritnya. Ruangan berpintu kaca yang menjadi tempat di mana dia bisa bersantai dengan puas dan menghilangkan sedikit rasa lelahnya.
__ADS_1
Azmia membuka pintu ruangan kemudian masuk ke dalam menaruh tasnya di atas meja dan duduk di kursi putar. Azmia menggoyang-goyangkan kursi tersebut sambil menutup mata. 'Begitu tidak berartinya saya bagimu, Mas. Sampai kau pergi semalam tidak memberiku kabar. Ah, iya aku lupa pada diriku bahwa aku hanya peran pengganti,' batin Azmia. Begitu mirisnya kisah hidupnya. Meskipun dia hanya peran pengganti harusnya Alby bisa menganggapnya istri meski hanya sedikit, tapi ya sudahlah mungkin memang inilah takdir perjalanan hidup yang harus ia jalani.
"Mia." Karina dan Melia masuk mengagetkan si empu yang sedang meratapi nasibnya.
"Kalian dari mana?" tanya Azmia langsung membuka mata menatap kearah dua sahabatnya.
"Biasa bantuin mereka dulu. Nih aku bawain minuman kesukaan kamu." Karina menyodorkan segelas jus Alpukat minuman favorit Azmia.
"Terima kasih, kalian memang yang terbaik." Azmia mengacungkan dua jempol ke arah Melia dan Karina.
"Stok makanan sudah hampir habis, Mi. Apa kamu sudah bilang ke pak Ali?" tanya Karina.
"Belum, nanti saja aku telpon beliau kalau ham segini pasti pak Ali sedang sibuk," ucap Azmia.
"Bener juga sih," sambung Karina.
"Kalian sudah makan?" Azmia bertanya pada ke dua sahabatnya.
"Belum," jawab Melia.
"Makan saja dulu sana baru istirahat," ujar Azmia.
"Siap, Bu Bos," balas Melia dan Karina sambil mengangkat tangan menaruhnya di pinggir kepala seperti orang hormat.
"Kalian ini." Azmia tersenyum ke arah ke dua sahabatnya.
"Mba Mia, ada tamu di luar." Nina memberitahu Azmia, bahwa ada seseorang yang mencarinya di depan.
"Siapa, Nin?" tanya Azmia.
"Nina, nggak tahu, Mba," jawab Nina karena tadi dia tidak nanya siapa nama orang tersebut.
"Baiklah, sebentar lagi saya ke sana," ucap Azmia.
"Kalau gitu saya permisi dulu, Mba," pamit Nina.
"Kita keluar yuk," ajak Azmia pada ke dua sahabatnya.
"Go." Melia begitu antusias karena penasaran siapa yang mencari Azmia. Mereka keluar ruangan menuju lantai satu. Saat mereka sampai Azmia di kejutkan dengan adanya seorang dengan setelah jas yang mencarinya di meja nomor lima, tapi Azmia tak bisa melihat wajahnya karena posisi duduk membelakangi Azmia. Perlahan Azmia mendekat ke arah meja tersebut dan __.
Siapakah dia????
Temukan jawabannya di part selanjutnya
__ADS_1
****
Jangan lupa like ya Kakak 😊