Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 21


__ADS_3

Di kamar


Azmia merebahkan tubuhnya di atas kasur menatap kearah langit meratapi nasibnya yang begitu malang. Dia ingin sekali marah, tapi sama siapa jika semua sudah tertulis sana.


"Tidurlah sudah larut malam," ucap Alby yang berbaring di samping Azmia. Dia tahu Azmia belum tidur meskipun posisi Azmia membelakangi Alby.


Azmia tak ucapan Alby. Azmia juga kecewa sama Alby karena masih terus bersama Elvina. Alby seakan tak memenuhi janjinya untuk memulai semua dari awal. Jika memang Alby tidak bisa meninggalkan Elvina lebih melepaskan Azmia supaya bisa menjalani hidupnya dengan kebahagiaan.


"Apa kamu juga mencintai Revan? sepertinya kalian memang saling menyimpan perasaan." Alby. membuka suara lagi.


"Aku ini juga manusia biasa ingin merasakan namanya sebuah cinta. Jika memang kamu mencintai Elvina lepaskan saya dari ikatan ini. Saya paham betul bahwa setiap pernikahan bukan mainan, Allah juga tidak menyukai sejuah perpisahan, tapi aku hanyalah wanita yang banyak memiliki sisi lemah, kesabaran ku pun ada batasnya," jelas Azmia.


"Aku tidak akan melepaskan mu, kamu sendiri yang masuk ke dalam hidupku," ucap Alby.

__ADS_1


"Semua itu karena terpaksa," balas Azmia.


Alby merangkul pinggang Azmia ingin membalikkan tubuh Azmia agar berhadapan dengan nya. Akan tetapi Azmia menolak bukan karena tidak ingin menatap suaminya cuma kini butiran bening itu telah membasahi pipinya.


"Aku tidak akan pernah melepas mu sampai kapanpun," tegas Alby.


"Kamu egois, Mas. Kamu hanya memikirkan kebahagiaan mu sendiri. Kamu tidak menoleh ke belakang ada luka yang telah kamu tanam," balas Azmia dengan derai air mata yang sudah tak terbendung. "Jika setiap hari luka itu terus di tanam maka akan semakin dalam," lanjut Azmia.


"Maaf, tapi bagiku pernikahan sekali seumur hidup," balas Alby.


"Maaf, semua itu di luar dugaan ku," ujar Alby.


"Harusnya sebelum pernikahan itu di mulai kamu sudah bisa memutuskan segalanya, Mas. Perjalanan untuk ke depan bukan terus menoleh ke belakang," jelas Azmia entah dapat Ilham dari mana dia bisa berani berkata seperti itu pada suaminya. Azmia orang yang tergolong pendiam, tapi begitulah manusia jika terus terluka dan tersakiti lama kelamaan dia akan memberontak.

__ADS_1


"Mia, aku memang belum mencintaimu, tapi aku akan belajar untuk itu berilah waktu untukku." Alby melingkarkan tangannya di pinggang Azmia memeluk Azmia dari belakang.


"Harus berapa lama aku memberi waktu untukmu, sampai aku pergi menghadap sang ilahi baru kamu akan sadar." Tak ingin terus berdebat dengan Alby. Azmia memilih untuk tidur saja, dari pada tidak akan menang dan titik terang lebih baik mengistirahatkan otaknya.


***


Di kamar sebelah. Laki-laki muda yang sedang termenung meratapi nasib cintanya yang begitu malang. 'Aku mencoba untuk bertahan beberapa tahun agar bisa memilikimu, tapi kenyataannya bukan diriku yang berada di samping mu melainkan Kakak ku. Jiwaku seakan hancur saat mengetahui kenyataan itu. Cinta yang telah ku pertahankan seakan sia-sia, beginikah akhirnya dari pertahanan cinta kita? sangat menyedihkan sekali.


Kini aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan dan mendoakan mu semoga kau bahagia selalu, karena setiap apa yang Allah berikan pasti itulah yang terbaik," batin Revan.


***


Hai ... Hai terima kasih pembaca setia cerita ku.

__ADS_1


love you all.


__ADS_2