
Setelah selesai wisuda Revan menetap di kota X bersama Bunda dan Ayahnya. Dia membantu Ayah Wisnu mengurus perusahaan.
**
"Mas," panggil Azmia. Kini mereka sedang berada di dalam mobil perjalanan menuju kampus.
"Iya," balas Ali.
"Mas tahu nggak sih, siapa orang yang akan di kenalkan dengan Mia?" tanya Azmia.
"Tidak hanya Mama dan Papa yang tahu," jawab Ali.
"Memangnya kenapa, kamu berubah pikiran?" tanya Ali.
"Enggak sih, cuma nanya duang," jawab Azmia.
"Kirain kamu berubah pikiran ingin membatalkan pertemuan nanti malam," ujar Ali.
"Itu tidak mungkin, Mia kan sudah janji sama Mama dan Papa," balas Azmia. Tak mungkin dia membatalkan janjinya dan membuat orang tuanya kecewa.
"Pinter. Mama dan Papa melakukan itu semata-mata hanya ingin melihat kamu bahagia." Ali berkata sambil mengelus lembut kepala Azmia.
"Iya, Mas," balas Azmia.
Tanpa terasa kini mobil mereka tiba di kampus.
__ADS_1
Sebelum keluar dari mobil Azmia lebih dulu menyalami Ali.
"Mia masuk dulu ya, Mas. Assalamualaikum," ucap Azmia.
"Wa'alaikumussalam," balas Ali.
Setelah itu Azmia keluar dari mobil di ikuti Ali, tapi Azmia berjalan lebih dulu menuju ruang kelasnya.
Sesampainya di kelas Azmia memilih untuk membaca buku sambil menunggu kedatangan Karina dan Melia.
***
Di kantor
"Kenapa?" tanya Alby.
"Gue takut sama art lu," jawab Daffa.
"Takut kenapa?" tanya Alby.
"Art lu meresahkan males gue lihatnya," jawab Daffa.
"Kan gue udah pernah bilang, makanya gue tuh paling males keluar kamar kalau libur kerja," ucap Alby.
"Ya kan gue baru tahu, kemarin kan pertama kalinya gue ketemu sama art lu," balas Daffa.
__ADS_1
Flashback
Saat Alby ingin pergi ke kota Y menghadiri wisuda Revan, karena Daffa sebagai sopirnya Daffa pun datang ke rumah Alby, sesampainya di sana Alby masih bersiap jadi Daffa menunggu di ruang tamu disitulah art Alby mendatangi Daffa seakan mencari perhatian Daffa hingga membuat Daffa risih sendiri dengan tingkah art tersebut.
****
"Sudah berkali-kali gue bilang ke Nila supaya ganti art, tapi dia bilang nanti-nanti terus," ucap Alby.
"Betah banget lu punya art kayak gitu," balas Alby.
"Bukannya betah, sebenarnya gue juga udah empet, tapi ya mau gimana lagi. Capek gue berantem terus sama Nila lebih baik gue ngalah aja deh, gue nggak mau gagal untuk kedua kalinya, Daff," ujar Alby. Lelah memang terus bertengkar dengan istrinya, tapi jika diantara salah satu tidak ada yang mengalah maka akan terjadi perang dunia kedua. Untuk saat ini Alby akan selalu berusaha mempertahankan pernikahannya agar tidak berujung di pengadilan pagi.
"Iya sih, semoga suatu hari nanti kesabaran lu membuahkan hasil Nila bisa berubah menjadi lebih baik lagi," balas Daffa.
"Amin, semoga saja," ujar Alby.
"Adek, Lu balikan lagi sama Azmia?" tanya Daffa.
"Entahlah gue nggak tahu, tapi jika memang itu benar gue seneng sih karena Azmia dan Revan bisa bersatu kembali," jawab Alby.
"Apa lu nggak marah?"
"Tidak, untuk apa gue marah. Kebahagiaan Azmia dan Revan adalah kebahagiaan gue juga, jika mereka bahagia maka gue juga bahagia," balas Alby.
Daffa mengacungkan kedua jempolnya ke arah Alby, kali ini dia bangga pada Alby.
__ADS_1