Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 326 Khawatir


__ADS_3

Di kantor


"Lu, ngapa sih dari tadi di ruang meeting nggak fokus kayak gelisah gitu?" tanya Kabin saat mereka masuk ke ruangan Revan.


"Entahlah, gue juga bingung nggak tahu nih tiba-tiba perasaan gue nggak enak. Gue jadi kepikiran Azmia," jawab Revan.


"Emangnya Azmia di mana?" tanya Kabin.


"Ada di rumah Bunda," jawab Revan.


"Kenapa nggak lu coba telpon dia aja." Kabin memberikan saran.


"Oh, iya kenapa nggak kepikiran." Revan menepuk jidatnya.


Setelah mendapat saran dari Kabin. Revan langsung mengambil ponsel yang berada di kantong jasnya, kemudian mencari kontak My lovely.


"Assalamualaikum, sayang," ucap Revan saat sambungan telponnya terhubung.


"Wa'alaikumussalam, Ay," balas Azmia.


"Kamu lagi di mana?" tanya Revan.


"Di cafe," jawab Azmia.


"Sama siapa?" tanya Revan.


"Karina," jawab Azmia. Tadi saat moodnya memburuk Azmia langsung telpon Karina agar menjemputnya.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Revan memastikan keadaan istrinya.


"Baik," jawab Azmia. Raganya memang baik, tapi tidak dengan hatinya. Akan tetapi Azmia tak ingin bercerita pada Revan saat ini takut mengganggu kerjaan Revan.


"Memangnya kenapa, Ay?" tanya Azmia. Dia merasa aneh dengan Revan yang tiba-tiba menanyakan dirinya padahal baru sekitar dua jam mereka nggak ketemu.


"Enggak apa, cuma kangen aja," jawab Revan.


"Ish ... gombal. Sudah lanjut kerja lagi," ucap Azmia.


"Baiklah, Bu bos. Bye sayang love you," ujar Revan sebelum menutup telponnya.

__ADS_1


"Love you to," balas Azmia kemudian mematikan sambungan telponnya.


"Awas! kesambet senyum-senyum sendiri begitu," celetuk Karina.


"Apa sih, Rin," balas Azmia masih dengan tersenyum kecil. Ucapan terakhir Revan mampu membuat moodnya sedikit lebih baik.


"Gimana, Azmia baik-baik aja?" tanya Kabin.


"Dia bilang sih baik-baik aja, tapi gue ngerasa ada sesuatu," jawab Revan yang masih kepikiran istrinya meskipun dia sudah menelpon Azmia, tapi hatinya tetap saja belum tenang.


"Tumben lu kayak gini," ujar Kabin.


"Entahlah, mungkin ikatan batin kita," balas Revan.


"Memangnya Azmia sekarang ada di mana?" tanya Kabin.


"Di cafe, padahal tadi pagi dia bilang hari ini free nggak ada kegiatan, tapi kenapa tiba-tiba dia berada di cafe dan tumben sekali pergi nggak ijin dulu." Revan merasa ada yang janggal.


"Ya kali aja di cafe ada masalah jadi Azmia buru-buru kesana," ujar Kabin.


"Iya, juga sih," balas Revan. Masuk akal juga ucapan Kabin.


"Ok deh," balas Revan.


****


Di cafe


"Kenapa, kamu pagi-pagi udah telpon minta jemput nggak biasa-biasanya lagi di rumah Bunda minta jemput dadakan," ucap Karina.


"Lagi menahan diri biar nggak nambah dosa," balas Azmia.


"Ada masalah?" tanya Karina.


"Cuma salah paham saja," jawab Azmia.


"Salah paham gimana maksudnya?" tanya Karina.


"Entahlah, tuh orang tiba-tiba marah-marah sama aku," jawab Azmia.

__ADS_1


"Orang siapa? kalau ngomong yang jelas kenapa sih." Karina jadi ngomel-ngomel karena Azmia tidak langsung menjelaskan padanya.


"Mba Nila, tadi tiba-tiba marah ke aku. Dia bilang aku sama Mas Alby masih ada hubungan dan Mas Alby tuh masih perhatian sama aku lha kan aku bingung ya. Boro-boro punya hubungan sama Mas Alby. Sebelum perceraian saja aku sudah pergi dari Mas Alby. Suka seenak jidatnya tuh orang kalau ngomong." Azmia menceritakan kejadian tadi pagi pada Karina.


"Kok dia bisa ngomong gitu memangnya dia punya bukti?" tanya Karina.


"Katanya sih dia lihat aku sama Mas Alby berduaan," jawab Azmia. Dia masih belum enggeh.


"Lha kamu merasa pernah berduaan nggak?" tanya Karina memastikan.


Azmia terdiam, dia mulai mengingat-ingat.


"Astaghfirullah," ucap Azmia dengan nada yang sedikit tinggi.


"Kenapa?" tanya Karina.


"Aku baru inget kalau kemarin aku sempet ngobrol sama Mas Alby di gazebo samping rumah, tempat biasa kita ngobrol kalau di rumah Bunda," jelas Azmia setelah inget kejadian kemarin.


"Nah mungkin saat itu dia lihat kalian berdua. Lagi pula kamu ngapain berduaan dengan Mas Alby di rumah Bunda?" tanya Karina.


"Mas Alby ngasih atm yang dulu. Aku sudah pernah cerita ke kamu," jawab Azmia.


"Kamu sih kalau mau ngobrol berdua tuh cari tempat yang aman jangan di rumah begitu cari masalah aja," ucap Karina.


"Ya mana aku tahu. Waktu itu kan aku lagi ngobrol sama Bunda tiba-tiba Mas Alby datang menghampiri kita berdua lalu ngajak ngobrol berdua itu juga izin dulu sama Bunda. Mas Alby juga bilang tenang saja nanti dia akan bilang ke Mba Nila, tapi ternyata istrinya malah salah paham begini," balas Azmia.


"Kak Revan tahu kamu ngobrol berdua dengan Mas Alby?" tanya Karina.


"Tahu, aku juga sudah jelasin ke Kak Revan. Alhamdulillah Kak Revan tidak marah," jawab Azmia.


"Bagus deh, takutnya Kak Revan nggak tahu nanti di provokasi Mba Nila kan jadi berabe bisa perang dunia ke tiga," ucap Karina.


"Iya juga ya. Alhamdulillah aku udah lebih dulu cerita ke Kak Revan," balas Azmia.


"Ya sudah nanti kamu bilang saja ke Mas Alby agar secepatnya menjelaskan pada Mba Nila supaya tidak salah paham dan fitnah," ucap Karina.


"Iya, nanti aku bilang ke Kak Revan biar pak suami saja yang memberi tahu Mas Alby," balas Azmia menyetujui saran Karina.


"Sip."

__ADS_1


__ADS_2