Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 348


__ADS_3

 Setelah menghabiskan waktu satu minggu di kota Y kini Azmia dan yang lain telah kembali ke kota asal.


 "Selamat pagi, Mbok," sapa Azmia saat tiba di dapur melihat Mbok Asih sedang berperang dengan peralatan dapur.


  "Pagi juga, Non," balas Mbok Asih.


 "Mbok bisa kerjain yang lain biar ini Mia saja yang masak," ucap Azmia.


 "Iya, Non," balas Mbok Asih.


"Mbok," panggil Azmia.


Mbok Asih menghentikan langkahnya karena panggilan Azmia.


"Iya, Non," balas Mbok Asih sambil menoleh ke arah Azmia.


 "Mbok Asih sedang sakit?" tanya Azmia karena mendengar Mbok Asih bersin-bersin terus.


 "Cuma flu saja, Non," jawab Mbok Asih.


 Azmia berjalan menghampiri Mbok Asih yang berdiri tak jauh darinya. "Astaghfirullah, badan Mbok Asih panas sekali," ucap Azmia saat meletakkan tangannya di dahi Mbok Asih.


"Mbok tidak apa-apa, Non," balas Mbok Asih.


"Sekarang, Mbok Asih harus kembali ke kamar istirahat, jangan mengerjakan pekerjaan rumah," ucap Azmia dengan tegas.


 "Namun, non ___."


 "Enggak ada tapi-tapian, Mbok Asih harus istirahat." Azmia menuntun Mbok Asih berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Mbok Asih membaringkan tubuhnya di atas kasur.


 "Tunggu sebentar Mia ambilkan obat terlebih dahulu," ucap Azmia. Kemudian dia keluar kamar Mbok Asih berjalan menuju kamarnya menggambil kotak obat.


 "Kamu kenapa buru-buru begitu, Ay?" tanya Revan saat melihat istrinya masuk ke dalam kamar tanpa salam langsung berjalan menuju meja riasnya.


 "Mbok Asih sakit, Kak. Mia ingin mengambil kotak obat," jawab Azmia.


 "Sakit apa?" tanya Revan.


 "Demam, flu," jawab Azmia.


 "Kenapa tidak telpon Om Akbar saja supaya ke rumah," ujar Revan.


 "Ah, iya, kenapa nggak kepikiran," balas Azmia karena panik dia jadi tidak kepikiran untuk telpon dokter.


 "Kakak telpon ya biar Mia bikinin teh hangat buat Mbok Asih," ucap Azmia.


  "Siap, Bu Bos," balas Revan.


Setelah itu Azmia berjalan keluar kamar menuju dapur membuatkan Teh hangat untuk Mbok Asih.


  "Mbok, Mia masuk ya," ucap Azmia di depan pintu sambil membawa nampan berisi segelas teh hangat.


  "Iya, Non," balas Mbok Asih dari dalam kamar.

__ADS_1


Azmia masuk ke dalam, meletakkan nampan di atas meja kecil yang ada di dalam kamar kemudian Azmia duduk di pinggir ranjang samping Mbok Asih. "Ini minum dulu ya, Mbok." Azmia memberikan segelas teh hangat pada Mbok Asih.


 "Terima kasih, Non jadi ngerepotin," ucap Mbok Asih.


 "Enggak ngerepotin, Mbok," balas Azmia.


Tak berselang lama Om Akbar datang.


  "Assalamualaikum," ucap Revan dan Dokter Akbar di depan pintu kamar Mbok Asih.


 "Wa'alaikumussalam," balas Azmia.


 "Silakan masuk, Om!" Azmia mempersilakan dokter Akbar masuk ke dalam kamar.


  "Apa kabar, Mi?" tanya Dokter Akbar.


  "Alhamdulillah, sehat, Om," jawab Azmia.


 "Ada keluhan apa, Bu?" tanya Dokter Akbar.


 "Pusing, demam, flu, Dok," jawab Mbok Asih.


 "Maaf ya, saya periksa terlebih dahulu," ujar Dokter Akbar.


 Mbok Asih mengangguk sebagai jawaban.


  "Mbok Asih baik-baik saja kan, Om?" tanya Azmia.


  "Iya, Om," balas Azmia.


Selesai memeriksa Mbok Asih, Dokter Akbar bergegas pamitan pulang karena dia harus tugas pagi.


 Setelah Om Akbar pergi Azmia melanjutkan pekerjaannya di dapur menyiapkan sarapan di bantu Revan.


  "Kita masak apa, Dek!" tanya Revan.


 "Awalnya sih ingin bikin nasi goreng, tapi sekarang sudah tidak selera. Kita bikin roti bakar saja ya, Ay," ucap Azmia.


  "Iya, terserah kamu saja. Apapun yang kamu buat pasti akan Kakak makan," balas Revan.


 "Kakak ingin roti rasa apa?" tanya Azmia.


 "Coklat keju saja, Dek," jawab Revan.


  "Baiklah." Azmia mulai mengoles roti dengan mentega kemudian membakarnya. Sedangkan Revan menyiapkan piring untuk tempat roti yang sudah matang.


 "Selesai mari kita sarapan," ucap Azmia saat melihat roti dan susu sudah di sajikan di atas meja makan.


  "Tadi sudah di berikan ke Mang Udin, Ay?" tanya Azmia.


 "Sudah," jawab Revan.


Azmia membuat sarapan bukan hanya untuk dirinya dan suami, tapi untuk satpam rumah juga, sedangkan Mbok Asih sudah di belikan bubur ayam sebagai menu sarapannya.

__ADS_1


  "Cobain yang ini, Dek." Revan memberikan sepotong roti untuk di berikan pada Azmia.


 "Rasanya sama saja," ucap Azmia.


 "Beda, Dek," balas Revan.


 "Apa bedanya?" tanya Azmia.


 "Kalau itu kan kamu makan sendiri, kalau ini Kakak suapin dengan penuh cinta," jawab Revan.


 "Baiklah." Azmia menerima suapan roti dari suaminya. "Hmmm ... lumayan," ucap Azmia dengan tersenyum manis ke arah Revan.


"Ih ... gemes." Revan mencubit ke dua pipi Azmia.


"Aduh-aduh si Enon sama Aden teh romantis pisan," ucap seseorang dari belakang.


Mendengar ada suara seseorang mereka berdua langsung menoleh ke sumber suara. "Mang Udin," ucap mereka kompak.


"Cie ... kompak pisan," balas Mang Udin sambil tertawa kecil.


"Mang Udin ngapain ke dapur, Mamang butuh sesuatu?" tanya Azmia.


"Tidak, Non. Mamang hanya ingin menaruh ini. Roti bakarnya enak pisan, Non," ucap Mang Udin sambil menaruh piring dan cangkir kopi bekas dia makan dan minum.


"Oh."


"Maaf Mamang mengganggu, kalau begitu Mamang balik lagi ke pos satpam. Permisi," ucap Mang Udin sambil berjalan keluar rumah.


Azmia dan Revan mengangguk.


"Kakak nih," ucap Azmia.


"Kenapa, biarkan saja. Kita kan sudah halal," balas Revan.


"Malu," ucap Azmia.


"Ngapain malu, yang di jalan aja kadang nggak malu," balas Revan.


"Sudahlah, lanjutkan makannya habisin yang habis duluan cuci piring," ucap Revan.


"Lha masa begitu harusnya yang kalah cuci piring," balas Azmia yang tidak setuju dengan ucapan Revan.


"Ini kan beda, Ay," ujar Revan.


"Iya aja deh," balas Azmia. Kemudian mereka berdua melanjutkan makan rotinya.


Beberapa menit kemudian. "Alhamdulillah, terima kasih suamiku semangat ya cuci piringnya," ucap Azmia sambil memakaikan celemek.


"Iya-iya. Suami yang teraniaya," lirih Revan. Dia yang bikin permainan, dia sendiri yang terjebak dalam permainan tersebut.


"Hust ... Nggak boleh bilang begitu. Membantu pekerjaan rumah itu pahala," ucap Azmia.


"Iya," balas Revan. Kemudian Revan memulai melakukan hukumannya.

__ADS_1


__ADS_2