Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 398 Awal Pertemuan


__ADS_3

 Malam hari


 Tepat pukul tujuh malam satu persatu tamu undangan mulai berdatangan memenuhi rumah Azmia dan Revan.


 Setelah semua para tamu undangan hadir acara di mulai. Di awali dengan doa bersama yang di pimpin oleh ustadz setempat, kemudian di lanjut potong kue, lalu di akhiri dengan makan bersama dan ngobrol santai.


Acara makan bersama berada di halaman rumah yang sudah di sediakan meja kursi.


 Azmia sengaja membuat konsep acara yang berbeda dari lain, karena baginya anak satu tahun belum mengerti jadi dia membuat acara sesimpel mungkin yang terpenting adalah berkumpul bersama sanak saudara dan para sahabat.


 Saat acara menikmati hidangan yang di sediakan Azmia menyapa para tamu undangan.


 Azmia lebih dulu menyapa para sanak saudaranya kemudian baru menuju meja para sahabatnya. "Assalamualaikum," ucap Azmia saat menghampiri pada sahabatnya.


 "Wa'alaikumussalam," balas semua yang ada di meja tersebut.


 "Hai ..." Salah seorang yang berada di meja tersebut melambaikan tangannya ke arah Azmia.


 Azmia terdiam melihat orang tersebut. Dia mengamati dengan seksama siapa orang tersebut.


 "Lupa," ucap orang tersebut dengan tersenyum kecil.


 "Kamu, nggak kenal dia, Mu?" tanya Karina.


 "Mukanya sih nggak asing, tapi siapa ya," jawab Azmia. Dia benar-benar tidak mengingat orang tersebut.


 "Ya sudahlah, mari kita kenalan lagi," ucapnya.


 "Enggak, aku inget-inget dulu." Azmia menolak berkenalan dengan orang tersebut.


 Setelah diam beberapa saat Azmia membuka suara. "Amira," ucap Azmia.


"Inget juga kamu, Mi," balasnya kemudian dia berdiri dari duduknya langsung memeluk Azmia.


 "Kemana saja, Kamu selama ini tidak pernah memberi kabar padamu?" tanya Azmia setelah mereka melepaskan pelukannya.


 "Sorry, Mi. Aku kehilangan kontak kalian," jawab Amira.


  "Aku kangen banget sama kalian."


Azmia, Karina, Melia dan Amira berpelukan bersama.


"Kamu kapan kembali ke indo?" tanya Azmia.

__ADS_1


"Baru tiga hari yang lalu, Mi," jawab Amira.


 "Sudah berapa tahun ya, kita nggak ketemu," ucap Melia.


 "Entahlah, pokoknya setelah kita lulus SMA. Dia langsung menghilang bagai di telan bumi," balas Karina.


  "Betul banget tuh. Pergi begitu saja tanpa pamit pada kita," sambung Azmia.


  "Sorry, guys. Aku pergi juga mendadak karena Papa harus berangkat hari itu juga jadi nggak sempat buat ketemu kalian dulu." Amira menjelaskan pada para sahabatnya atas kepergiannya tanpa pamit.


  "Kamu kesini bareng siapa, Mir?" tanya Azmia.


"Mereka berdua." Mira menunjuk ke arah Karina dan Melia.


  "Kok bisa?" Azmia merasa heran.


 "Jadi kemarin saat aku dan Kak Daffa sedang ke Mall mencari kado untuk Alnia tanpa sengaja ketemu dengan Amira. Awalnya aku juga tidak mengenalinya, Mi. Dia duluan yang menyapa ku. Akhirnya kami memutuskan untuk mengobrol di sebuah resto. Di restoran tanpa sengaja kami bertemu dengan Melia. Jadilah kita ngobrol bareng. Saat Mira menanyakan kamu, aku teringat kalau hari ini ada acara. Aku ajaklah Mira agar ikut hadir." Karina menceritakan awal pertemuannya dengan Amira hingga bisa sampai di rumah Azmia.


  "Alhamdulillah, kita jadi bisa ngumpul bersama. Jarang sekali kan kita bisa seperti ini setelah menikah," titah Azmia.


 "Betul banget, Mi. Apalagi semenjak aku hamil, Kak Derry sangat-sangat oper protective banget," sambung Melia.


  "Itu tandanya sayang istri, Mel," ucap Karina.


 "Betul, tuh kata Karina," sambung Amira.


Saat Azmia sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba dia di panggil. "Dek."


Mendengar ada seseorang yang memanggil Azmia menoleh ke belakang. "Mas. Ada apa?" tanya Azmia.


 "Sepertinya Alnia pengen minum sama pempesnya minta ganti," ucap Alby.


 "Iya, Mas."


 "Nia, haus? sebentar ya, sayang. Bunda buatkan susu dulu," ucap Azmia pada putrinya yang berada di gendongan Alby.


 Alnia tertawa kecil menanggapi ucapan Bundanya.


 "Guys, tinggal sebentar ya." Azmia pamit pada temennya, kemudian berdiri dari duduknya berjalan menuju kamarnya.


  "Tunggu ya, Mas. Mia ambilkan perlengkapan Alnia terlebih dahulu," ucap Azmia sebelum masuk ke dalam kamar.


 "Iya, Dek." Alby menunggu di depan pintu.

__ADS_1


 Azmia masuk ke dalam kamar mengambil kebutuhan Alnia seperti susu dan popok. Setelah mengambil perlengkapan Alnia. Azmia keluar kamar.


 "Mas, Nia ajak di kamar tamu ya," ucap Azmia.


 "Kamar tamu sebelah mana, Dek?" tanya Alby.


 "Di lantai bawah samping ruang keluarga," jawab Azmia.


 "Baiklah." Alby berjalan lebih dulu menuju kamar tamu. Sedangkan Azmia memanggil Mbok Asih terlebih dahulu sebelum menghampiri Alby.


 "Kenapa, Non?" tanya Mbok Asih saat Azmia mengandeng tangannya mengajaknya ke kamar tamu.


 "Mbok temenin Mia sebentar ya." Azmia meminta bantuan Mbok Asih karena tidak mungkin dia menemui Alby seorang diri, lalu berada dalam satu ruangan berdua dengan Kakak iparnya.


 "Kemana?" Mbok Asih merasa bingung dengan Azmia.


 "Ke kamar tamu," jawab Azmia tanpa menjelaskan ngapain mereka ke sana membuat Mbok Asih bingung.


Mbok Asih mengikuti langkah Azmia dengan segudang pertanyaan. Sesampainya di kamar tamu Mbok Asih terkejut karena ada Alby di dalamnya. 'Ini sebenarnya ada apa sih,' batin Mbok Asih.


"Sebentar Mia ambil air terlebih dahulu." Azmia masuk kedalam kamar mandi mengambil segayung air.


"Air itu untuk apa, Dek?" tanya Alby.


"Buat bersihin Alnia sebelum menggunakan popok baru," jawab Azmia.


"Oh." Alby mengangguk tanda mengerti.


"Non, biar si Mbok saja yang ganti Popoknya." Dari pada terus berdiri melihat keadaan di dalam Mbok Asih pun menghampiri Azmia kemudian mengambil alih tugas Azmia mengganti popok Alnia.


"Baiklah, kalau begitu Mia buat susu ya, Mbok," ujar Azmia.


"Iya, Non," balas Mbok Asih.


______


Di tempat acara


"Eh, tadi siapa yang menghampiri Azmia? Kata kalian Azmia nikah dengan Revan." Amira yang penasaran.


"Oh, itu tadi Kakak ipar Azmia. Dia itu Papanya baby Azmia," jawab Karina.


"Oh ... Kakak ipar," ujar Amira dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kenapa, kesambet?" Karina menepukkan tangannya di depan wajah Amira yang tiba-tiba melamun, senyum-senyum sendiri.


"Wah ... nih anak jangan-jangan." Karina berkata sambil menatap ke arah Melia. Melia pun balik menatap.


__ADS_2