Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 197 ruang rawat inap


__ADS_3

Di kantor.


Baru tiba di kantor Daffa langsung menuju ruangan Alby terlebih dahulu.


"Selamat pagi, Pak Bos," sapa Daffa sambil masuk ke dalam ruangan Alby tanpa menunggu jawaban dia langsung saja masuk kemudian duduk di kursi depan Alby.


"Tumben lu. Ada apa?" tanya Alby.


"Cuma mau tanya gimana dinner semalam?" Daffa yang kepo.


"Lu kok jadi kayak emak-emak ya, besok gue suruh lu pakai daster ya," ucap Alby.


"Gila lu. Lu kira gue cucok," balas Daffa.


"Lagian kerjaannya kepo mulu," ujar Alby.


"Sebagai sahabat terbaik lu, gue cuma pengen tahu aja kelanjutan kisah asmara lu kan kalau terjadi sesuatu pasti lu curhatnya ke gue," balas Daffa.


"Terserah lu ajalah," ucap Alby.


"Galau ya Azmia punya calon suami ganteng, gagah sepertinya tuh cowok sayang banget dengan Azmia. Gue sih bersyukur, alhamdulilah akhirnya Azmia bisa mendapatkan seseorang yang mencintai dia dengan setulus hati," sindir Daffa dengan sengaja mengompori Alby.


"Dari mana lu tahu?" tanya Alby.

__ADS_1


"Kepo," jawab Daffa membalikan omongan Alby.


"Sue lu." Alby melempar pulpen ke arah Daffa, tapi Daffa segera menghindar akhirnya pulpen melayang ke lantai.


"Dahlah gue mau lanjut kerja, bye." Daffa berdiri dari duduknya kemudian berjalan keluar ruangan Alby.


***


Rumah sakit


"Bagaimana keadaan kamu, Nit? apa ada yang sakit?" tanya Azmia. Kini Nita sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.


"Enggak ada, Mba. Terima kasih ya, Mba," ucap Nita karena Azmia begitu memperhatikannya sampai rela menemaninya di rumah sakit.


"Iya, maaf ya, Mba. Nita jadi ngerepotin," ucap Nita.


"Enggak ngerepotin. Ya udah sekarang kamu istirahat. Saya sama Karina ada di sofa kalau butuh sesuatu panggil saja," ujar Azmia.


"Baik, Mba," balas Nita.


Nita anak yatim piatu keluarganya tinggal di luar kota jadi selama di rumah sakit Azmia yang mengurus segalanya lagi pula sudah tanggung jawab dia sebagai bos Nita.


"Rin, aku ganti baju dulu ya," ucap Azmia sambil mengambil paper bag yang di bawa Karina.

__ADS_1


"Iya, Mi," balas Karina.


Tadi Azmia japri Karina agar membawakan baju ganti untuknya karena dia ke rumah sakit masih pakai piyama. Begitulah ya emak-emak kalau panik buru-buru sudah gak sadar ke rumah sakit pakai daster pun jadi.


Selesai membersihkan diri Azmia menghampiri Karina yang duduk di sofa sambil bermain handphone.


"Si Pras tadi ke cafe nggak, Rin?" tanya Azmia.


"Iya, aku suruh bantuin beres-beres buka toko," balas Karina karena di cafe hanya satu orang cowoknya setiap shif.


"Kamu udah sarapan, Mi?" tanya Karina karena tadi dia buru-buru ingin nganterin pakaian ganti Azmia, Karina pikir kalau terlalu lama nanti Azmia malu di rumah sakit masih pakai piyama belum mandi pula sampai lupa bawain makanan buat Azmia. Karina hanya bawa baju ganti Azmia dan Nita saja.


"Sudah," jawab Azmia.


"Siapa yang beliin si Rudi?" tanya Karina.


"Tidak," jawab Azmia singkat. Dia mau bilang Kak Diaz takut di ledekin Karina jadi masih dia tahan-tahan.


"Lha terus siapa?"


"Pak dokter," jawab Azmia dengan nada pelan takut kedengaran Nita.


"Pak dokter?" Karina yang tak mengerti mulai berpikir sesaat kemudian baru nyambung. "Jangan bilang itu ___." Karina belum selesai ngomong Azmia sudah menyahutnya lebih dulu.

__ADS_1


"Iya," sambung Azmia.


__ADS_2