
Satu minggu berlalu meskipun tinggal satu rumah Azmia dan Alby tidak pernah bertemu. Azmia yang sengaja menghindar. Sedangkan Alby sengaja jarang pulang ke rumah dia memilih untuk tinggal di apartemen bersama Daffa. Alby ingin memberikan kenyamanan untuk Azmia agar tidak kucing-kucingan di pagi-pagi buta.
***
"Lu, berantem lagi sama Azmia?" tanya Daffa. Karena melihat beberapa hari ini Alby murung terus. Wajah tampannya sekarang terlihat kucel karena banyak pikiran.
"Gue pusing Azmia minta pisah," jawab Alby.
"Yasudah lu lepasin saja biarkan dia bahagia dengan yang lain," balas Daffa. Dia pun pusing sama Alby dari awal nikah sampai sekarang ada saja godaannya di saat mereka ingin bahagia.
"Itu bukan kasih solusi," ujar Alby. Dia masih ingin mempertahankan rumah tangganya.
"Lha itu tadi gue kasih solusi, nggak ada solusi lain, Al. Lu sendiri yang membuat semua menjadi seperti ini, kelakuan lu sendiri yang mengakibatkan pernikahan lu berantakan. Sebenarnya apa sih yang lu cari, Al? Kurang apa Azmia di mata lu, hah? Dia cantik, Sholehah, berpendidikan, hanya satu yang tidak Azmia miliki kurang modis. Asal lu tahu ya, Al. Azmia itu bukan tidak modis, tapi dia memang wanita yang sederhana, ura neko-neko harusnya lu bangga karena dia bisa menjaga diri di depan laki-laki lain," cerocos Daffa. Dia terlalu lelah menasehati Alby terus masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
"Iya tahu gue salah karena mengawali semua tanpa memikirkan akibatnya, tapi sekarang kan gue pengen memulainya dari awal lagi," ucap Alby.
"Lu, mah janji duang kalau gue jadi Azmia juga pasti minta pisah, capek ngadepin orang yang egois, hanya memikirkan kebahagiaan sendiri. Gue udah sering bilang ke lu, Al berubah sebelum menyesal karena penyesalan datang belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran," balas Daffa.
__ADS_1
"Ah ... pusing gue," teriak Alby sambil mengacak-acak rambutnya.
****
Di cafe
Azmia, Melia dan juga Karina, mereka bertiga kini berada di ruangan Azmia. Mereka sedang mempersiapkan kartu undangan pernikahan Melia dan Derry yang akan di laksanakan dua minggu lagi.
Berkumpul bersama para sahabatnya, tertawa bersama membuatnya melupakan masalahnya sejenak. Azmia sekarang sudah tak ingin ambil pusing dengan masalah pernikahannya, kini yang terpenting baginya kesuksesan dalam usahnya dan gelar pendidikan S2 yang harus dia raih.
"Kamu, bikin berapa undangan, Mel?" tanya Karina karena dia melihat begitu banyaknya tumpukan undangan di sampingnya.
"Dikit hanya 500 tamu aku sama orang tua karena nanti akan di gelar resepsi ke dua atau biasa orang bilang ngunduh mantu," jawab Melia.
"Oh ... begitu. Aku nggak kebayang capeknya jadi ratu sehari," ucap Karina.
"Di bawa happy aja biar nggak terlalu lelah." Kini Azmia yang menjawab.
__ADS_1
"Betul, tuh apa kata, Mia. Pas hari H mungkin nggak terlalu berasa capek, sakitnya tuh keesokan harinya pasti badan semua rasanya remuk seperti di gebukin, kata saudara sih begitu," sambung Melia.
"Momen paling menegangkan itu pas akad nikah ya kan, Mi?" tanya Karina.
"Kalian nanya sama aku, aku nggak ngerasain apapun kecuali sakit hati meratapi nasib," jawab Azmia. Azmia jadi teringat saat momen di mana dia di paksa harus menjadi peran pengganti, tanpa permisi air matanya jatuh.
"Mia, kok kamu nangis, maafin aku." Karina yang melihat air mata Azmia jatuh dia langsung memeluk tubuh Azmia di ikuti Melia.
"Maafkan, aku, Mi karena memutar ulang momen yang mengetikan itu," ucap Karina.
"Aku nggak apa-apa kalian tidak perlu khawatir, aku juga nggak tahu kenapa air mata ini jatuh," balas Azmia. Lain di ucap lain di hati karena dalam hati rasanya begitu sakit dan sesak saat teringat momen itu dan kehidupan pernikahannya yang nggak karuan.
"Mia, jangan sedih ya, kita akan selalu ada untukmu kapan pun itu, jika kamu butuh apapun jangan sungkan menghubungi kami. Mia kita sayang sama kamu, kita nggak ingin melihat kamu sedih seperti ini," ucap Melia di angguki oleh Karina.
Itulah persahabatan yang sesungguhnya selalu ada bersama apapun keadaannya, jangan bersama saat ada butuhnya dan pergi saat yang lain terpuruk.
(Jangan seperti dia kalau lagi susah dateng, kalau lagi seneng ngilang)
__ADS_1