
"Ma, Mama," teriak Papa Prabu saat tiba di rumah.
"Maaf, Tuan. Nyonya sedang berada di samping rumah," ucap Mbok Parmi.
"Terima kasih, Mbok," balas Prabu kemudian berjalan menuju samping rumah melewati pintu belakang.
"Mama," panggil Prabu mencari keberadaan istrinya.
"Mama disini, Pa," ucap Mama Sonia.
Mendengar jawaban dari istrinya Prabu langsung menghampiri keberadaan istrinya.
"Ada apa Papa mencari Mama terus kenapa Papa pulang lagi?" tanya Mama Sonia karena Papa Prabu baru beberapa jam yang lalu berangkat kerja kini udah tiba di rumah lagi.
"Rita istrinya Mas Wisnu besan kita sakit, Ma. Sekarang dia berada di rumah sakit ayo, kita ke sana!" ucap Ayah Wisnu memberi tahu tentang kabar besannya dan mengajak istrinya untuk menjenguk ke rumah sakit.
"Papa tahu dari mana?" tanya Mama Sonia.
"Tadi pagi Papa ada pertemuan dengan Wisnu, tapi yang datang asistennya. Dia memberi tahu kalau Rita sedang berada di rumah sakit sehingga Wisnu berhalangan hadir," jelas Papa Prabu.
__ADS_1
"Baiklah, nanti habis magrib kita ke sana," ujar Mama Sonia.
*
*
*
"Mi, kita kembali ke cafe ya biar kamu bisa istirahat," ucap Karina. Dia nggak tega melihat Azmia yang begitu pucat kurang istirahat.
"Iya, Rin," balas Azmia. Menyetujui saran Karina kerena dia juga sudah merasakan badannya kurang fit takutnya kalau dia masih berada di rumah sakit malah merepotkan yang lain. Mereka pun berdiri dari duduknya berjalan menuju parkiran mobil.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit kini mereka sampai di cafe lovely
"Mba Mia, perlu aku bantu ke atas?" tanya Novi saat melihat kedatangan Azmia dengan penampilan yang kusut, wajah pucat, pakaiannya masih penuh dengan darah yang sudah mulai mengering.
Azmia belum sempat berganti pakaian karena selesai makan tadi dia langsung dia ajak pulang oleh Karina.
"Tidak perlu, Nov. Saya baik-baik saja," jawab Azmia kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan Azmia langsung menuju kamar mandi membersihkan diri.
"Mi, nih aku bawain teh hangat," ucap Karina saat masuk kedalam ruangan sambil membawa nampan berisi segelas teh hangat manis.
"Iya, Rin," balas Azmia masih berada di dalam kamar mandi.
Setelah selesai ritual di kamar mandi dan sudah memakai pakaian lengkap Azmia keluar dari kamar mandi.
"Rin, Kak Revan telpon atau kirim pesan nggak ke kamu?" tanya Azmia. Kini Azmia dan Karina sama-sama duduk bersandar di atas kasur.
"Iya, tadi saat kita masih di taman. Dia nanyain kita kemana karena nggak ada di ruang operasi. Dia juga memberi tahu kalau Mas Alby sudah pulang," jelas Karina.
"Kamu nggak bilang kita pulang?" tanya Azmia.
"Belum, nanti saja kalau dia japri lagi," jawab Karina.
"Mi, apa kamu akan ke rumah sakit lagi di sana ada Mas Alby lho?" Kini Karina yang balik bertanya.
"Entahlah, aku juga bingung," jawab Azmia.
__ADS_1
"Kamu kalau ingin ke sana pas Mas Alby kerja saja. Nanti sebelum kesana kita japri Kak Revan saja dulu, gimana?" Karina memberikan saran.
"Pinter." Azmia menyetujui ide Karina karena hanya dengan cara itu dia bisa melihat keadaan bunda tanpa harus bertemu dengan Alby. Azmia selalu berusaha untuk tidak berjumpa dengan Alby agar Alby secepatnya bisa melupakannya.