Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 54


__ADS_3

Merasa suasana berbeda Karina langsung membuka suara.


"Mel, ngapain manggil kita?" tanya Karina karena tadi saat Azmia menghampirinya Azmia bilang Melia memanggilnya.


"Oh, itu aku suruh kalian sini aja nemenin aku," jawab Melia.


"Lha kan ada Kak Dery kamu mau jadikan kita obat nyamuk," ujar Karina.


"Aku bingung mau ngobrol apa sama dia," bisik Melia di telinga Karina karena Karina yang duduk di sampingnya, sedangkan Azmia berada di sebelah Karina.


Mendengar ucapan Melia, Karina jadi tertawa.


"Kamu kenapa, Rin?" tanya Azmia.


"Nggak apa-apa, Mi," jawab Karina.


"Oh, iya kalian rencana nikahnya kapan?" tanya Karina.


"Uhuk ..." tiba-tiba Azmia terbatuk tepat saat Karina bertanya tentang pernikahan. Dengan sigap Dery langsung memberikan botol minum yang tadi di sediakan untuknya bersamaan dengan Karina juga memberikan minum.


Melia melongo melihat drama di depannya ada rasa nyeri di hatinya melihat kenyataan jika Dery belum bisa melupakan Azmia.


Meskipun Azmia selalu bilang tidak mencintai Dery, tapi melihat begitu perhatiannya Dery pada Azmia membuatnya cemburu.


Azmia juga kaget saat melihat Dery menyodorkan minuman kepadanya.


Azmia mengambil minuman yang diberikan Karina. "Terima kasih," ucap Azmia. "Sebentar ya aku angkat telepon dulu," lanjutnya kemudian berdiri dari duduknya sedikit menjauh dari para sahabatnya.


"Assalamualaikum, Mas," ucap Azmia setelah menekan tombol hijau.

__ADS_1


"......."


"Belum tau."


"....."


"Iya, nanti Mia langsung pulang." Azmia menutup sambungan telponnya kemudian menghampiri Karina dan Melia.


Pasti mereka berfikir bahwa Azmia terbatuk karena ucapan Karina padahal dia tersedak karena ponselnya bunyi dan yang mengakibatkan dia terbatuk orang yang telpon suaminya, padahal tadi dia sudah bilang jika ada acara.


"Siapa, Mi?" tanya Karina.


"Kak Bagas," jawab Azmia terpaksa dia berbohong nggak mungkin di bilang suaminya yang telpon, Azmia masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.


"Oh, pak arsitek," ujar Karina. "Apa kalian sedang dekat?" Karina menatap tajam kearah Azmia.


"Apaan sih," balas Azmia sambil tersenyum kecil.


"Lha dia nggak tau," sambung Karina.


Melia menggelengkan kepalanya.


"Itu dia arsitektur yang akan mengurus cabang cafe cinta," jelas Karina.


"Oh, apa Mia sedang dekat dengannya?" tanya Melia.


"Sepertinya begitu." Bukan Azmia yang menjawab melainkan Karina.


"Wah ... beruntung sekali dia kalau berhasil mendapatkan cinta Azmia," ucap Melia.

__ADS_1


"Betul banget, Mel," sambung Karina.


"Terserah kalian saja," balas Azmia.


Dery, yang mendengar semua itu merasa nyeri di hatinya. Cinta memang membuat pusing di kejar salah nggak di kejar di ambil orang.


"Eh, kita foto dulu yuk, sebelum Kak Dery pulang," ucap Karina.


"Mas, tolong fotoin kita." Melia memanggil salah satu fotografer.


"Siap, Mba," balas kang fotografer.


Mereka mulai bersiap-siap dengan gaya suka-suka yang foto.


Acara selesai semua keluarga Dery sudah pulang tinggal Dery sendiri yang masih berada di rumah Melia.


Azmia dan Karina duduk berdua menikmati makan siang, mereka seperti orang yang sedang pacaran mojok berduaan.


"Mi," panggil Karina.


"Apa?" jawab Azmia.


"Maaf-maaf nih, Mi. Kamu sama Kak Dery dulu ada hubungan itu nggak sih?" tanya Karina dengan hati-hati karena takut menyinggung perasaan Azmia.


Azmia menghentikan makannya menatap kearah Karina. "Coba kamu lihat aku, apakah aku berbohong padamu?" Azmia bertanya balik.


Karina menggeleng. "Maaf," lirih Karina.


Sejujurnya Karina tak ingin mempertanyakan itu, tapi saat melihat perhatian Dery terhadap Azmia membuatnya penasaran.

__ADS_1


**


__ADS_2