Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 200 Hari ketiga menunggu


__ADS_3

Hari ketiga di rumah sakit


Azmia dan Karina selalu setia menunggu, menemani Nita selama di rumah sakit, tapi jika Azmia dan Karina pulang ganti pakaian Novi datang menggantikan mereka.


"Mba, Nita pulang aja bosen di sini terus, lagi pula Nita sudah enakan kok," ucap Nita saat selesai minum obat.


"Nanti saya tanyakan dulu ke dokter ya," ujar Azmia.


"Iya, Mba," balas Nita. Hampir semua orang ya nggak ada yang betah tinggal di rumah sakit baru sehari juga rasanya seminggu perasaan di sana tuh lama banget, udah gitu tidur nggak bisa nyenyak meskipun ranjang empuk, tapi tetap saja tidak senikmat tidur di kamar sendiri.


Setelah membantu Nita minum obat Azmia kembali duduk di sofa yang ada di ruangan.


"Mi, kemarin malam kamu ngapain di suruh ke ruangan Kak Diaz?" tanya Karina.


"Di suruh nemenin makan malam," jawab Azmia.


"Why? cuma begitu duang?" tanya Karina.


"Iya. Aneh tuh orang padahal kan aku bukan siapa-siapa dia, kitakan hanya pacar bohongan," jelas Azmia.


"Apa dia mulai ada rasa dengan kamu?" tebak Karina.


"Hust ... jangan ngaco. Aku mah bukan tipe dia kali secara dia tuh dokter, orang terpandang pasti pendampingnya juga bukan orang biasa seperti aku," ucap Azmia.


"Kan kita nggak pernah tau rahasia Allah. Andaikan Dokter Diaz jodohmu gimana?" tanya Karina.

__ADS_1


"Pasrah, jika Allah sudah berkehendak," jawab Azmia.


"Mudah-mudahan jodoh beneran ya, Mi," ucap Karina.


"Kenapa kamu jadi doanya begitu?"


"Enggak ada salahnya kan berdoa. Lagi pula kalau aku lihat nih ya, Kak Diaz itu baik kok," ujar Karina memberikan penilaian tentang Ardiaz.


"Jangan langsung menilai seseorang yang baru kita kenal," balas Azmia. Bukan mengklaim jika Ardiaz tidak baik, tapi memang sebaiknya jangan mudah tertipu atau mudah percaya pada orang yang baru kita kenal.


"Oh, iya lupa. Gimana waktu itu saat kalian dinner bareng?" Karina yang kepo.


"Alhamdulillah berjalan lancar, sepertinya Mas Alby juga percaya jika Kak Diaz adalah pacar aku, tapi ada yang bikin aku kesal dengan Kak Diaz," ujar Azmia. Dia mulai teringat kembali kejadian waktu itu.


"Kenapa?"


"Hahaha, main tancap gas aja Kak Diaz," ucap Karina sambil tertawa.


"Assalamualaikum," ucap seseorang sambil membuka pintu berjalan masuk kedalam ruangan.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia dan Karina.


"Kak Diaz," ucap Azmia dan Karina bersama saat melihat seseorang yang masuk ke dalam.


Panjang umur baru juga di omongin orangnya nonggol, batin Karina.

__ADS_1


"Kenapa kok lihatinnya begitu apa ada yang salah?" tanya Ardiaz.


"Enggak, kok," jawab Karina.


"Ngapain, bukannya hari ini nggak ada jadwal praktek," tanya Azmia.


"Iya, mau anterin ini saja buat kamu." Ardiaz memberikan paper bag pada Azmia.


"Ini apa?" tanya Azmia.


"Buka saja," jawab Ardiaz.


Azmia menaruh paper bag tersebut di atas meja kemudian mulai membukanya. Setelah tau isinya Azmia menutup kembali paper bag tersebut.


"Terima kasih, Kak, tapi harusnya kakak nggak perlu repot-repot bawain kita makanan," ujar Azmia.


"Nggak repot kok, tadi sekalian lewat aja," balas Ardiaz.


"Pak Dokter perhatian banget sih, tapi kan yang sakit Nita masa Azmia yang di bawain makanan," ujar Karina.


Azmia langsung mencubit kecil lengan Karina.


"Au, sakit," keluh Karina dengan lirih sambil memandang ke arah Azmia.


"Tenang, saya bawa buat kamu sama Nita kok," balas Ardiaz.

__ADS_1


"Pak Dokter terbaik," ucap Karina sambil mengacungkan jempolnya ke arah Ardiaz.


Yasalam, batin Azmia sambil menepuk jidatnya melihat tingkah Karina. Sahabatnya satu ini memang kadang-kadang.


__ADS_2