Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 261 Drama Pagi


__ADS_3

Pagi hari


Saat Mbok Asih sedang menyiapkan sarapan tiba-tiba Alby datang menghampirinya.


"Mbok," panggil Alby.


"Iya, Den," balas Mbok Asih.


"Duduk sini, Mbok!" Alby menyuruh Mbok Asih untuk duduk bersamanya di kursi meja makan.


"Baik, Den." Mbok Asih menghentikan aktivitas masak-memasaknya kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Alby.


"Apa ada yang ingin, Aden sampaikan?" tanya Mbok Asih.


"Iya, Mbok. Al ingin minta maaf pada Mbok Asih karena sikap Nila yang terkadang menyakiti hati si Mbok," ucap Alby. "Bila memang sikapnya seperti itu Mbok mohondi maklumi ya, Mbok. Al sudah sering kasih tahu padanya supaya lebih sopan lagi pada Mbok Asih, tapi kalau sudah watak kan susah, Mbok," lanjut Alby.


"Iya, Den nggak apa-apa," balas Mbok Asih meskipun dalam hatinya sudah lelah menghadapi majikan barunya itu.


"Kalau Nila macam-macam, Mbok Asih bilang saja ke Al," ujar Alby.

__ADS_1


"Iya, Den," balas Mbok Asih.


"Oh, iya, ini gaji Mbok Asih bulan ini." Alby sambil memberikan amplop coklat kecil pada Mbok Asih.


"Terima kasih ya, Den," ucap Mbok Asih setelah menerima amplop tersebut.


"Hmmm, Den besok minggu si Mbok sama bapak boleh minta cuti sehari nggak?" tanya Mbok Asih dengan sedikit ragu.


"Boleh, silakan!" Alby memberikan ijin cuti pada Mbok Asih dan Mang Udin.


"Alhamdulillah," ucap Mbok Asih sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah.


"Jaga ucapan kamu, Nila. Memangnya kamu tuh nggak bisa apa bersikap sopan sedikit pada mbok Asih beliau itu kan lebih tua dari kamu," ucap Alby.


"Dia itu hanya Art, Mas untuk apa di hormati," balas Nila.


"Art juga manusia, di mata Allah tidak ada perbedaan antara art dan majikan semua sama nggak ada yang beda," tegas Alby meskipun Mbok Asih hanya seorang art , tapi sepatutnya Nila bersikap sepoerti itu karena semua itu sama di mata Allah hanya mata manusia saja yang membedakan.


"Non Nila tenang saja sebelum si mbok pergi semua kerjaan rumah pasti sudah saya kerjakan terlebih dahulu," ucap Mbok Asih.

__ADS_1


"Bagus deh kalau begitu, tapi inget jangan lama-lama kalau pergi nanti kalau saya butuh sesuatu bagaimana," balas Nila.


"Baik, Non sa __." Ucapan mbok Asih harus tertahan karena Alby lebih dulu menyahutnnya.


"Biarkan saja, Mbok jangan pedulikan Nila. Mbok Asih kalau ingin pergi, pergi saja, saya sudah memberikan ijin cuti pada si Mbok, jadi nggak perlu memikirkan pekerjaan rumah," ucap Alby.


"Kalau kamu butuh sesuatu tinggal kerjain saja sendiri, kamu lapar tinggal masak kalau nggak mau masak tinggal pesan sekarang semua serba praktis untuk apa di bikin ribet, biarkan sesekali Mbok Asih libur mengerjakan pekerjaan rumah," kesal Alby. Dia benar-benar di buat marah dengan sikap istrinya yang sangat keterlaluan.


"Mas kenapa sih kamu jadi marah-marah padaku." Nila yang kesal dengan ucapan Alby dia pun berlari kecil meninggalkan dapur menuju kamarnya.


"Maafkan si Mbok ya, Den gara-gara si Mbok Aden sama Non Nila jadi bertengkar," ucap Mbok Asih.


"Itu bukan salah, Mbok Asih kok jadi si Mbok nggak perlu merasa bersalah," balas Alby.


"Mbok, Al masuk kamar dulu ya," pamit Alby.


"Iya, Den," balas Mbok Asih.


Setelah kepergian Alby, Mbak Asih melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Den-Den yang baik di sia-siakan sekarang malah dapat model begono nguji kesabaran pisan, batin Mbok Asih sambil memasak makanan untuk sarapan.


__ADS_2