Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 383


__ADS_3

"Selamat datang peri cantik," ucap orang-orang saat Azmia dan Revan membuka pintu.


Azmia dan Revan begitu terharu dan terkejut saat melihat surprise yang di siapkan orang-orang tercintanya yaitu Mama Iren, Papa Ari, Ali, Karina, Daffa, Melia, Derry, Nina dan Novi. Mereka semua sengaja menyiapkan semua untuk menyambut kedatangan Alnia di rumah Revan.


"Terima kasih semua," ucap Azmia dengan berlinang air mata. Dia tak menyangka semua orang menyayangi Alni meskipun mereka tahu jika Alnia bukanlah anak kandungnya.


Azmia memeluk Mama dan Papanya lalu bergantian memeluk sahabatnya. Kemudian mereka duduk ngumpul bersama di ruang tamu.


"Mama kok tahu kalau Mia pulang hari ini?" tanya Azmia.


"Karina yang bilang ke Mama. Ini semua juga ide dia. Karina, Melia, Nina dan Novi yang menyiapkan semuanya dari aksesoris serta mendekor ruangan ini," jawab Mama Iren.


Karina hanya nyengar-nyengir ke hadapan Azmia. ✌️


"Oh, iya, Nin mana makanan belum dateng?" tanya Mama Iren.


"Sebentar lagi, Tante masih di jalan," jawab Nina.

__ADS_1


"Kalian terbaik," ucap Azmia.


Sambil menunggu makanan datang mereka ngobrol-ngobrol bareng tentang Alnia.


****


Di tempat lain


Alby duduk di kursi balkon kamar memejamkan matanya menikmati angin malam yang semakin dingin, tapi tak mampu mendinginkan hatinya yang kini di landa kegalauan.


Apakah ini karma untuk ku karena selalu menyia-nyiakan amanahmu, kini Kau biarkan aku sendiri." Alby yang sedang meratapi nasib dirinya.


***


Kembali ke rumah Azmia.


Di rumah Azmia semua orang sedang berbahagia dengan kedatangan malaikat kecil yang kini menjadi pelengkap keluarga Azmia dan Revan.

__ADS_1


Setelah memberikan surprise pada Azmia kini mereka menikmati hidangan yang di bawa Pras dan para karyawan cafe cinta dan cafe lovely. Semua hadir ikut meramaikan kebahagiaan keluarga Azmia.


"Ma, Mama tidak keberatan kan jika Alnia pakai nama Bakhri?" tanya Azmia pada Mamanya. Azmia dan Mama Iren memilih tempat sedikit jauh dari orang-orang supaya bisa ngobrol empat mata saja.


"Tidak apa, Sayang. Bukankah dia memang sudah resmi menjadi putri kamu," jawab Mama Iren.


"Terima kasih ya, Ma. Maafkan Mia karena belum bisa memberikan cucu pada Mama," ucap Azmia.


"Alnia juga cucu Mama, Nak," balas Mama Iren.


"Namun kan tidak seperti __." Azmia menahan ucapannya.


"Sama saja, Nak. Meskipun dia tidak lahir dari rahim mu, tapi Alnia sudah sah menjadi putri kamu, itu artinya Alnia cucu Mama. Kamu harus sayangi dia seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Dia bagian dari hidupmu, meski bukan darah daging mu." Mama Iren memberikan wejangan pada Putrinya sambil mengelus lembut punggung putrinya.


"Iya, Ma," balas Azmia. Kini dia merasa lega karena orang tuanya tidak keberatan sama sekali atas kehadiran Alnia.


Setelah obrolan singkat itu Azmia dan Mama Iren kembali berkumpul dengan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2