Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 6 Istri atau mantan


__ADS_3

Alby menghampiri orang yang berada di meja paling pojok.


"Mana, Daf?" tanya Alby pada Daffa. Ya orang yang tadi telpon Alby adalah Daffa.


"Tuh, samperin sana gue takut ada orang yang tak bertanggung jawab memanfaatkan keadaanya," ucap Daffa sambil menunjuk meja no tiga terlihat wanita cantik yang sudah mabok berat karena sedari tadi terus saja menenggak minuman.


Alby mengangguk kemudian berjalan ke meja no tiga menghampiri wanita tersebut.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Alby setelah duduk di samping perempuan itu.


"Aku kira kamu sudah tak peduli lagi padaku. Pergilah aku tak apa-apa," ucap wanita tersebut dengan tersenyum miring meski sedang mabok berat, tapi dia masih sadar dengan orang yang berada di sampingnya.


"Maaf." Alby memeluk orang tersebut.


"Al, cepat bawa dia pergi dari sini," ujar Daffa.


Alby mengangguk kemudian menggendong wanita tersebut membawanya keluar dari tempat terindah bagi pecinta club malam.


"Daf, anterin gue ke apartemen," ucap Alby saat mereka sudah berada di dalam mobil. Kali ini mau tidak mau Daffa harus menjadi sopir pribadi.


"Siap, Al." Daffa langsung menjalankan mobil ke apartemen Alby.


"Kamu ngapain berada di tempat itu?" Alby sangat menyayangkan tindakan wanita tersebut yang hampir saja memberikan umpan pada buaya kelaparan untung saja tadi Daffa melihatnya masuk dalam club.


"Kenapa? apa kamu mengkhawatirkan aku?" tanyanya menatap ke arah Alby.


"Elvina," ucap Alby.


POV Elvina


Elvina Mawar Armana -- perempuan cantik berkulit putih, hidung mancung, tinggi, wanita karir, salah satu putri pengusaha terkenal di kotanya.


Elvina adalah sahabat Alby saat duduk di bangku kuliah, tapi lambat laut Elvina memiliki perasaan terhadap Alby karena perhatian Alby padanya membuat Elvina menaruh hati.


Suatu hari Elvina mengungkapkan perasaannya pada Alby. Alby yang sangat menyayangi Elvina pun membalas perasaan itu akhirnya mereka menjalin hubungan kekasih. Akan tetapi semua harapan mereka untuk terus bersama seakan sirna saat orang tua Alby menjodohkan Alby dengan anak sahabatnya.

__ADS_1


Pada akhirnya dengan berat hati Alby harus menyetujui perjodohan itu dan memutuskan hubungannya dengan Elvina yang sudah ia jalin selama tiga tahun.


*****


Apartemen


Alby merebahkan tubuh Elvina di atas kasur kemudian dia keluar duduk di sofa bersama Daffa.


"Al, secepatnya lu harus beri pengertian ke Elvina supaya dia tidak melakukan hal bodoh lagi," saran Daffa.


Alby mengangguk dia pusing dengan keadaannya. Pernikahannya berantakan gara-gara Rania pergi dia harus menjalani kehidupan dengan orang yang tidak ia kenal, kini harus menghadapi mantan pacarnya yang frustasi karena dirinya.


"Al, istri lu tahu kalau lu pergi?" tanya Daffa.


"Tidak. Gua sama dia tidak tinggal satu kamar," jelas Alby.


"Why? beneran lu?" Daffa begitu terkejut mendengar penuturan Alby.


Alby mengangguk. "Gua nggak ingin egois maksa dia untuk menerima semua ini," ujar Alby. Sedingin apapun dia, tapi tetaplah dia juga manusia yang mempunyai hati nurani. Marah, kecewa, iya, tapi dia tak bisa memaksa orang lain.


"Gua laki-laki normal, Daf," ucap Alby. Jika boleh jujur dia juga ingin merasakan seperti orang pada umumnya menikmati rasanya pengantin baru, tapi apalah daya itu semua hanyalah harapan semata entah kapan semua itu akan terwujud. Hanya waktu yang bisa menjawab.


Lebih tepatnya hanya author yang bisa menjawab hehe.


"Gue tahu lu normal, tapi yang jadi masalahnya sekarang lu harus bisa milih salah satu antara istri atau mantan lu," ucap Daffa.


Alby hanya diam tak menjawab ucapan Daffa. Saat ini dia belum bisa memilih salah satu karena dia belum mengenal sosok perempuan yang kini menjadi istrinya.


*


*


*


Pagi menyapa Daffa dan Alby sudah rapi dengan pakaiannya. Alby sengaja menyimpan beberapa pakaian di apartemen supaya jika sewaktu-waktu nginep ada baju ganti. Daffa pun sama karena dia selalu menemani Alby jadi di apartemen juga ada baju miliknya.

__ADS_1


Alby dan Daffa ke luar kamar menuju ruang tamu duduk bersantai menunggu Elvina yang belum keluar kamar.


"Daf, pesan sarapan!" Alby memerintahkan Daffa untuk membeli sarapan.


"Siap." Daffa langsung mengotak-atik layar ponselnya memesan tiga bubur ayam.


Sambil menunggu gofood datang Daffa dan Alby menonton acara televisi.


"Kamu sudah bangun?" Saat mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat ke arahnya.


"Iya. Maaf merepotkan kalian," ucap Elvina kemudian duduk bergabung bersama Alby dan Daffa.


"Jangan pernah lakukan hal seperti itu lagi," ujar Alby dengan tegas.


"Kenapa?" tanya Elvina dengan tersenyum miring begitu menyedihkan hidupnya saat ini.


"Jangan bodoh karena cinta. Maafkan aku El. Aku yakin suatu hari nanti pasti kamu bisa menemukan seseorang yang menyayangi mu dengan tulus," jelas Alby.


"Aku tidak butuh yang lain yang aku mau hanyalah kamu, kamu Alby." Elvina menangis sesenggukan hatinya sakit tatkala orang yang ia cintai harus bersanding dengan yang lain.


"Namun, sekarang aku sudah tidak seperti dulu, aku sudah menemukan penggantimu," ucap Alby.


"Secepat itukah kamu melupakan ku. Sekarang katakan padaku jika kamu sudah tak mencintai aku lagi." Elvina mengarahkan pandangannya ke Alby. Kini Elvina duduk di samping Alby.


"Katakan, Al," sambungnya lagi dengan memegang ke dua pipi Alby supaya Alby menatap kearah dirinya.


Mereka saling menatap Alby tak mampu berkata-kata. Di lihatnya mata Elvina begitu penuh dengan cintanya, tapi apa yang dia berikan bukanlah ketulusan, akan tetapi sebuah pengkhianatan. Alby begitu sesak di dadanya tatkala melihat mata indah itu terus mengeluarkan butiran air mata. Alby langsung memeluk tubuh Elvina. "Maaf." Kata itulah yang selalu keluar dari mulut Alby bohong jika dia bilang tidak mencintai Elvina. Hatinya begitu hancur saat melihat wanitanya seperti ini.


Elvina semakin sesenggukan berada di pelukan Alby. Dia tidak rela jika cintanya harus pergi begitu saja egois memang, tapi dia juga ingin mempertahankan masa depannya.


Kini Alby di buat semakin galau antara cinta atau masa depan.


***


Jangan lupa like dan vote Kakak.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2