Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 275 Kekecewaan Bunda


__ADS_3

"Al, jelaskan ke Bunda sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Mbok Asih bisa tinggal bersama Azmia?" Bunda Rita mengintrogasi putranya.


Hari ini Bunda Rita sengaja menyuruh Alby untuk ke rumahnya.


"Bunda tahu dari mana?" Alby balik bertanya.


"Saat acara kemarin di hotel X," jawab Bunda Rita.


Flashback


Saat Bunda menghadiri acara keluarga Bakhri tanpa sengaja Bunda bertemu dengan Mbok Asih, karena merasa aneh dengan kehadiran Mbok Asih, Bunda pun menghampiri Mbok Asih dan mempertanyakan keberadaannya bisa berada di acara para pengusaha di situlah pada akhirnya Mbok Asih menceritakan semuanya karena Bunda mendesaknya.


**


"Al nggak tahu harus berkata apa pada Bunda," ucap Alby.


"Bunda juga sama bingung sama kamu, satu persatu orang yang dekat dengan mu pergi meninggalkan mu karena ulah sendiri, Al," balas Bunda.

__ADS_1


"Maafin Al, Bun. Al tidak bisa menjaga Mbok Asih," ujar Alby.


"Kamu bukan tidak bisa menjaga Mbok Asih, tapi kamu salah memilih pasangan hidup. Bunda selalu bilang padamu jangan selalu mengandalkan art jika itu masih bisa kamu lakukan sendiri, lakukan sendiri. Art itu manusia bukan robot mereka mempunyai perasaan dan juga rasa lelah. Bunda sangat kecewa padamu, Al." Bunda mengeluarkan unek-uneknya rasa kekecewaan pada Alby.


"Maaf." Hanya itu yang bisa Alby ucapkan karena dia tidak tahu lagi harus berkata apa pada Bundanya. Semua memang berawal dari kesalahannya sendiri.


"Bukan Bunda ikut campur dalam urusan rumah tangga mu, tapi Bunda sebagai orang tua hanya mengingatkan mu saja supaya kamu tidak kehilangan orang-orang yang kamu sayang hanya demi satu orang saja," ujar Bunda Rita. Begitu pentingnya sosok Ibu bagi seorang anak, karena ibulah yang selalu memahami tentang kehidupan.


"Iya, Bun." Ingin di sesali juga sudah terlambat, sekarang hanya bisa membenahi yang sudah terjadi agar menjadi lebih baik lagi.


****


"Apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?" tanya Daffa.


"Jelasin apa?" Karina balik bertanya.


"Soal semalam acara di hotel X," jawab Daffa.

__ADS_1


"Oh, itu," ucap Karina kemudian sebelum dia menceritakan semuanya pada Daffa, dia lebih dulu menyeruput es jeruk yang ada di depannya.


Daffa dan Karina kini sedang berada di sebuah taman kota duduk bersantai sambil menikmati suasana sore hari.


"Sebenarnya awalnya mereka tidak menyadari jika Azmia itu putrinya, tapi setelah beberapa kali Azmia bertemu dengan Mama Iren tanpa sengaja Mama Iren melihat sebuah gelang yang di pakai Azmia dari situlah awal mulai mereka mengenali sosok Azmia, dari memastikan gelang tersebut yang ada inisial nama Bakhri hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan tes DNA supaya lebih akurat dan hasilnya cocok. Ya sudah begitu selanjutnya ...." Karina hanya menjelaskan secara singkat padat jelas.


"Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuknya," balas Daffa.


"Amin. Iya, Kak kasihan Mia, ya meskipun dia memiliki keluarga Pak Dewata, tapi kan lebih indah dan bahagia jika berkumpul dengan keluarga yang sesungguhnya," ujar Karina.


"Iya benar sekali. Kebahagiaan yang tak pernah tergantikan itu bisa berkumpul bersama keluarga," balas Daffa. Dia juga merasakan bagaimana rasanya hidup bersama keluarga angkat, ya meskipun penuh dengan kasih sayang dari keluarga Bunda, tapi tetap saja serasa ada yang kurang.


"Apa Azmia tidak pernah lagi berkunjung ke rumah Pranata?" tanya Daffa.


"Tidak, Kak. Kak Rania dan Mama Sonia melarang Azmia untuk datang lagi ke rumahnya karena Mas Alby menolak menikah dengan Kak Rania. Terkadang Karin kasihan, Kak dengan Mia. Dia itu orang baik, tapi banyak sekali yang menyakitinya apalagi dengan statusnya yang seorang ja*da di usia yang masih muda semakin banyak orang memandangnya sebelah mata," ujar Karina.


"Kakak juga sebenarnya kasihan, tapi perceraian itu yang terbaik supaya Azmia bisa menemukan kebahagiaan tidak terus tersakiti karena ulah Alby," balas Daffa.

__ADS_1


"Iya sih, Kak. Semoga saja suatu hari nanti Azmia bisa mendapatkan pendamping yang sayang padanya," ucap Karina. Sebagai sahabat dia hanya bisa mendoakan yang terbaik.


"Amin."


__ADS_2