Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 389


__ADS_3

 "Anak Bunda yang pinter ya jangan rewel. Bunda kerja dulu ya." Azmia memberi tahu Alnia supaya anteng saat dia sedang kerja.


  Azmia menidurkan Alni diatas kasur lantai supaya Alnia lebih leluasa bergerak.


 Azmia mulai menatap layar laptopnya mengecek laporan cafe selama satu minggu.


****


Di kantor


 Kebiasaan Daffa kalau minta tanda tangan nggak langsung kembali ke ruangannya melainkan mengajak Alby ngobrol terlebih dahulu.


  "Al, Lu nggak pengen nikah lagi?" tanya Daffa.


 "Lu, kalau nanya yang bener," jawab Alby.

__ADS_1


 "Lha itu gue nanya bener Al," ujar Daffa memasang wajah serius.


 "Maksudnya tanya yang lain jangan tentang itu," balas Alby tanpa menoleh sedikitpun ke arah Daffa. Dia lebih fokus pada layar laptop di depannya.


  "Ide pertanyaan gue hari ini cuma itu duang," ucap Daffa.


 "Yasudah kalau nggak ada pertanyaan lain pergi sono!" Alby menyuruh Daffa agar keluar dari ruangannya.


 "Segitunya," ucap Daffa. Meskipun sudah di usir Alby, tapi Daffa masih tetap duduk manis di kursi yang berhadapan dengan Alby.


"Gue sebagai sahabat lu cuma pengen lu bahagia, nggak kesepian seperti sekarang. Lagi pula nggak ada salahnya kan kalau lu nikah lagi supaya ada yang ngurusin lu. Masa iya, Lu mau hidup bersama Bunda selamanya," ucap Daffa.


 "Gue belum kepikiran kesana. Saat ini gue ingin fokus ke Alnia saja," balas Alby. Memang sulit baginya untuk menentukan pilihan hidup lagi karena ini bukanlah yang pertama atau kedua baginya, tapi ini untuk ketiga kalinya dia berumah tangga jadi Alby ingin lebih teliti lagi dalam memilih pasangan.


 "Fokus ngapain? Alnia kan di asuh Azmia setiap hari bersama Azmia," ucap Daffa.

__ADS_1


 "Iya, gue tahu itu. Maksudnya gini kalau gue nikah lalu istri gue nggak mau terima Alnia kan gue jadi nggak bisa nemuin Alnia sesuka hati gue. Meskipun Alnia bersama Azmia, tapi sebagai orang tua gue nggak mau lepas tangan gitu saja. Alnia darah daging gue, maka sepenuhnya Alnia masih tanggung jawab gue," jelas Alby.


 "Kalau istri lu nggak kasih ijin bertemu dengan Alnia, ya lu ngumpet-ngumpet aja nemuin Alnianya." Daffa memberikan ide.


  "Gue nggak mau ke ulang kembali masa lalu. Sekali dua kali nggak ketahuan, tapi lama-lama pasti dia akan tahu dan jika itu terjadi maka gue nggak mau dia salah paham yang mengakibatkan pertengkaran. Seperti kata pepatah rapat-rapatnya kamu menyimpan bangkai maka suatu saat nanti pasti akan tercium juga. Gue ingin membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah saling terbuka satu sama lain tanpa ada kebohongan di antara kami."


  "Semoga suatu hari nanti, lu bisa menemukan sosok pasangan yang sesuai dengan harapan, Lu," ucap Daffa mendoakan Alby.


 "Amin." Alby mengaminkan doa Daffa.


"Lanjutin dah kerjaan, Lu. Gue balik ke ruangan dulu," ucap Daffa kemudian beranjak dari duduknya melangkah keluar dari ruangan Alby.


Setelah kepergian Daffa. Alby termenung kan ucapan Daffa.


 'Omongan Daffa ada benarnya juga sih nggak mungkin gue tinggal satu atap dengan Bunda selamanya dan menjomblo seumur hidup. Jadi kangen pengen pulang ke rumah. Ya Allah, aku serahkan semuanya padamu, jika memang sudah saatnya maka aku akan menerima sesuai dengan takdir dan keputusan Mu,' batin Alby.

__ADS_1


__ADS_2