Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 43


__ADS_3

Disebuah taman terlihat wanita cantik yang sedang duduk sendiri entah apa yang sedang terjadi padanya sehingga membuat dirinya memilih menyendiri saat ini.


"Apa, kau baik-baik saja?" tanya seseorang dari arah belakang sehingga membuatnya terkejut.


"Kak," lirihnya.


"Boleh duduk disini?" tanyanya.


Wanita itupun mengangguk sebagai jawaban.


"Tidak perlu kau ratapi setiap apa yang telah Allah takdir kan. Kita tidak tahu rencana Allah ke depan, pasti Allah menyiapkan sesuatu yang indah untukmu kelak dan saat itu kau baru menyadari bahwa apa yang Allah berikan adalah yang terbaik untukmu."


"Namun, sulit untuk di lakukan."


"Awalnya memang sulit, tapi percayalah bahwa Allah akan memberikan kemudahan jika kita selalu bersyukur dengan ketentuan Allah."


"Saya memang tidak tahu, apa yang sedang terjadi padamu, tapi saya yakin kamu adalah perempuan hebat dan tangguh pasti kamu bisa melewati semua ini dengan hati yang tenang," lanjutnya.


"Terima kasih, Kakak sudah mengingatkan saya."


"Pulanglah, tidak baik wanita seperti mu berada di sini sendiri."


"Baiklah. Saya pergi dulu."


*


"Andai kau tahu isi hatiku," batin laki-laki tersebut sambil memandang perempuan tersebut melangkah pergi meninggalkan dirinya.


*

__ADS_1


*


Di kafe.


"Awas kesambet."


"Ah, Mia."


"Kenapa lagi sih, Mel?" tanya Azmia saat melihat wajah murung Melia duduk seorang diri di meja paling pojok.


"Gue pusing, Mi," jawab Melia.


"Kenapa, Bukankah semalam sudah bertemu dengan pria tersebut?"


Melia mengangguk. "Kamu, tahu nggak siapa laki-laki tersebut?"


"Nggak. Kamu kan belum bilang," balas Azmia.


"Woi," teriak Karina yang baru datang langsung duduk bergabung bersama para sahabatnya.


"Ada apa sih?" tanya Karina.


"Kepo," jawab Melia.


"Cepat katakan siapa, Mel," ucap Azmia yang sudah penasaran.


"Sabar, Mi ngapa kamu sekarang ketularan si Karina kepo." Melia yang heran dengan tingkah Azmia saat ini karena biasanya Azmia itu orang yang paling diam di antara mereka bertiga.


Azmia hanya cengengesan.

__ADS_1


"Kalau aku bilang kalian jangan kaget ya. Apalagi kamu Mi jangan pingsan," ucap Melia sambil tertawa.


"Enggak," balas Azmia dan Karina kompak.


"Cie, kompak banget," goda Melia.


"Mel, kamu jangan bikin kita kesal ya," ucap Karina.


"Betul," sambung Azmia. Pasalnya Melia bukannya buruan memberitahu mereka dia malah membuat para sahabatnya kesel dengan tingkahnya.


"Iya, iya." Sebelum memberi tahu ke dua sahabatnya, Melia menghela nafasnya. "Dia ... adalah ___." Melia menghentikan ucapannya.


"Melia," teriak Azmia dan Karina.


"Kak Dery," ucap Melia dengan cepat.


Azmia melongo begitu juga dengan Karina mereka langsung terdiam saat mendengar ucapan Melia.


"Kamu nggak bohong kan, Mel?" Karina menatap tajam ke arah Melia.


Melia mengangguk sebagai jawaban.


"Mi, kamu baik-baik saja kan, nggak kena serangan jantung kan?" Melia memastikan sahabatnya apakah baik-baik saja atau tidak. Melia tahu pasti Azmia sangat kaget saat mendengar dia menyebut nama Dery.


"Tenang saja, aku masih bernafas dengan baik," balas Azmia dengan tenang, tidak mungkin dia berkata jujur kalau sebenarnya hatinya tidak baik-baik saja. Azmia begitu terkejut saat Melia bilang Dery adalah orang yang di jodohkan dengannya.


"Terus gimana saat kalian bertemu?" tanya Karina jiwa kepo nya kini meronta-ronta dia pun mulai mengintrogasi Melia.


"Terkejutlah. Secara dia itu kan __." Melia tak melanjutkan ucapannya, dia menatap kearah Azmia.

__ADS_1


"Aku tidak apa, Mel. Santai saja," ucap Azmia dengan tersenyum manis.


__ADS_2