
Di kediaman Ayah Wisnu.
Setelah mendapat kabar dari Mba Lasmi. Pak RT langsung mengumumkan kematian Nila di grub RT karena sudah hampir larut malam jadi nggak mungkin jika di umumkan di mushola.
Mendapatkan kabar ada warga yang meninggal para warga setempat bergegas menuju kediaman Ayah Wisnu terutama para bapak-bapak. Mereka datang bersamaan sambil membawa perlengkapan untuk mendirikan tenda.
Ada juga beberapa ibu-ibu yang tinggal dekat dengan Bunda Rita mereka langsung datang ke rumah Bunda Rita membantu Mba Lasmi merapikan rumah dari menggelar karpet, menyiapkan kopi untuk para warga yang mendirikan tenda, mengangkat kursi dll.
"Mba Lasmi memangnya istri Alby sakit apa?" tanya salah satu warga.
"Mba Nila, tadi sore kecelakaan, Bu," jawab Mba Lasmi.
"Astaghfirullah, separah itu ya, Mba. Kasihan sekali Alby."
"Bukannya Nila sedang hamil besar ya, Mba?"
"Iya, Bu. Alhamdulillah, bayinya selamat," jawab Mba Lasmi.
"Syukurlah, cewek atau cowok anaknya?"
"Perempuan, Bu," jawab Mba Lasmi.
"Kasihan Alby jadi duda lagi."
"Duren, Bu," sahut yang lain.
"Iya, Jeng. Coba saja saya punya anak perawan, saya jadikan mantu tuh."
"Bukan kamu saja, Jeng. Saya juga mau besanan sama Jeng Rita kalau punya perawan. Sayang sekali anak saya laki-laki semua."
"Sudahlah, kalian ini kenapa jadi berebut mantu, kita kan lagi berduka." Salah satu emak menghentikan obrolan yang lain.
"Iya-iya, Jeng Lina."
***
Di kediaman Bakhri
__ADS_1
"Ma, Pa," panggil Ali sambil mengetuk pintu kamar orangtuanya.
Mendengar ada suara ketukan pintu. Mama Iren perlahan membuka matanya kemudian beranjak dari tempat tidur melangkahkan kaki membuka pintu.
"Kamu, Li. Ada apa malam-malam begini ketuk pintu?" tanya Mama Iren.
"Itu, Ma. Barusan Ali dapat telpon kalau istri Alby meninggal dunia," jawab Ali memberi tahu Mamanya.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un," ucap Mama Iren. Mama Iren yang tadinya ngantuk langsung seger mendengar berita duka menantu besannya meninggal.
"Kita ke rumah Alby sekarang, Ma." Ali mengajak Mama Iren berangkat ke rumah Wisnu malam ini juga.
"Baiklah, Mama bangunkan Papa, sekalian Mama bersiap-siap dulu," ucap Mama Iren.
"Iya, Ma," balas Ali. Setelah memberi tahu Mamanya Ali kembali masuk ke dalam kamarnya bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Wisnu.
*
"Pa, bangun, Pa," ucap Mama Iren sambil menggoyang-goyangkan tangan suaminya.
"Hemmm," balas Papa Ari tanpa membuka mata.
"Ini sudah malam, Ma," balas Papa Ari masih dengan mode mata tertutup hanya mulut yang berbicara.
"Ya sudah kalau Papa nggak mau, Mama pergi berdua saja sama Ali," ucap Mama Iren.
"Memangnya mau ngapain sih, Ma malam-malam kesana. Enggak enak bertamu tengah malam begini," balas Papa Ari lagi-lagi hanya bersuara.
"Justru kita malu kalau sekarang nggak kesana."
"Memangnya kenapa, Ma?"
"Besan kita sedang berduka," jawab Mama Iren.
Mendengar kata berduka Papa Ari langsung membuka matanya. "Siapa yang meninggal, Ma?" tanya Papa Ari dengan terkejut.
"Istrinya Alby," jawab Mama Iren.
__ADS_1
"Innalilahi wa innailaihi roji'un. Mama kenapa nggak bilang dari tadi," ucap Papa Ari. Dia langsung bangun dari tidurnya berjalan ke kamar mandi membasuh wajahnya, lalu berganti pakaian.
Mama Iren juga mengganti baju kebangsaannya (daster) dengan gamis hitam serta hijab hitam.
"Ayo, Ma!" ajak Papa Ari.a
"Iya, Pa," balas Mama Iren. Mereka berdua keluar dari kamar.
"Ali, Mama sama Papa sudah siap nih," teriak Mama Iren.
"Ok, Ma," balas Ali.
Mama Iren dan Papa Ari menunggu di ruang tamu. Tak berselang lama Ali keluar dari kamar. "Ayo, Ma, Pa!" ucap Ali saat tiba di ruang tamu.
"Iya," bales Mama Iren. Mereka melangkah keluar rumah menuju garasi mobil.
Setelah semua masuk ke dalam mobil Ali mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Wisnu.
Tak butuh waktu lama kini Ali dan kedua orangtuanya tiba di kediaman Wisnu.
"Mba, apa Azmia ada?" tanya Mama Iren pada art saat tiba di kediaman besannya.
"Non Mia belum pulang, Nyonya," jawab Mba Lasmi.
"Ali apa minuman sudah kamu turunkan dari mobil?" tanya Mama Iren.
"Sudah, Ma," jawab Ali.
** Tadi saat perjalanan menuju rumah besannya Mama Iren menyempatkan membeli minuman di mini market 24jam untuk para tamu yang datang melayat. **
"Ma, Ali dan Papa bantuin warga dulu ya," ucap Ali.
"Iya, Nak," balas Mama Iren.
*****
Di rumah sakit.
__ADS_1
Bunda dan Ayah Wisnu masih menunggu jenazah Nila. Sedangkan Alby ikut serta dalam mengurus jenazah istrinya.