
"Memangnya apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ali.
Ali, Azmia dan Revan sedang duduk santai di teras rumah sambil menikmati secangkir teh hangat beserta cemilannya.
"Entahlah," jawab Azmia.
"Revan juga nggak tahu, Kak. Revan saja terkejut saat Azmia nangis lihat saya bersama Kabin tidur bersama di ruangan, nah pas balik ke ruangan baru Mas Alby cerita," sambung Revan.
"Terus lu pikir Azmia nangis karena cemburu lihat lu bersama Kabin?" tanya Ali.
"Iya," jawab Revan.
Ali jadi tertawa mendengar jawaban Revan.
"Mas Ali kenapa ketawa?" tanya Revan.
"Lha Lu ngelawak apa gimana, mana ada Azmia cemburu lihat lu sama kabin. Masa iya jeruk makan jeruk," jawab Ali.
"Ih ... Mas Ali menyebalkan," ujar Revan.
"Sudahlah nggak perlu di bahas lagi." Azmia menghentikan obrolan kedua laki-laki yang tidak bermutu baginya.
"Dek, ceweknya cantik nggak?" tanya Ali.
__ADS_1
"Tanya aja sama yang di ci*m tuh," jawab Azmia.
"Cantik, Mas mau Revan kenalin?" tanya Revan.
"Ogah, bekas Lu. Gue udah punya jauh lebih cantik," jawab Ali.
"Siapa cewek yang mau sama Mas Ali yang dinginnya seperti es dalam freezer," ujar Azmia.
"Wah ... Adik nggak ada akhlak nih begini," balas Ali. "Dengerin ya adikku yang paling jelek, gini-gini banyak yang antri," ucap Ali dengan bangga.
"Masa," balas Azmia.
"Punya adek begini kalau bisa di tuker gue tuker nih," ucap Ali.
"Sama guling." Ali berkata dengan tertawa.
"Punya ipar begini minta di tuker tambah nih," ujar Revan.
"Adik ipar nggak ada akhlak, Lu," balas Ali.
Kemudian mereka tertawa bersama. Obrolan yang nggak jelas, tapi mampu membuat mereka tertawa.
****
__ADS_1
"Mas, besok aku jadwal kontrol. Apa kamu bisa menemani ku?" tanya Nila.
"Insya'Allah, tapi sore saja ya setelah Mas pulang kerja," jawab Alby.
"Baiklah. Hem.m.m, Mas boleh nggak kalau besok pagi aku ke Mall?" tanya Nila.
"Mau ngapain?" tanya Alby.
"Nila ingin membeli sesuatu yang kurang untuk keperluan baby kita," jawab Nila.
"Namun, harus bersama Pak supir ya jangan pergi sendiri," ujar Alby.
"Siap, Bos."
"Mas, semua perlengkapan baby sudah aku siapkan, sudah aku packing di tas yang berada di dalam lemari bagian bawah. Mas, jika saat lahiran aku tidak selamat tolong jaga anak kita dengan baik ya, Mas. Aku pasti akan menengoknya setiap hari hanya saja aku tidak bisa membantu mu mengurusnya. Mas, jika aku pergi dan kamu ingin menikah lagi aku ijinkan kamu, tapi carilah wanita yang terbaik yang bisa menjagamu dengan baik." Nila memberikan pesan pada suaminya.
"Kamu ini bicara apa sih, Yang. Kamu pasti akan baik-baik saja. Kita akan menjaga dan membesarkan anak kita bersama. Sekarang kamu istirahat ya baby juga pasti ingin Mamanya bobo," ucap Alby sambil mengelus lembut perut Nila yang semakin membesar.
"Momen seperti ini akan aku kenang selalu. Terima kasih ya Mas kamu sudah mau menerima aku apa adanya," balas Nila.
"Sama-sama, Sayang. Sekarang istirahat ya." Alby menyuruh Nila agar segera istirahat. Dia tak ingin mendengar Nila berbicara semakin ngelantur kemana-mana.
"Baiklah." Nila mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
'Ini sudah kedua kalinya kamu berkata seperti itu, Nila. Apa yang terjadi padamu, kenapa kamu selalu berkata seperti itu. Ya Allah semoga Engkau selalu melindungi istriku,' batin Alby sambil memandangi wajah istrinya yang tertidur lelap.