Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 204 Curiga


__ADS_3

Di kantor


"Selamat siang," sapa Nila pada resepsionis.


"Siang, Kak ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Alby. Apa beliau ada?" tanya Nila.


"Apa sebelumnya sudah buat janji?" resepsionis balik bertanya.


"Belum sih," jawab Nila.


Nila sengaja datang tanpa memberi tahu Alby terlebih dahulu, dia ingin memberikan surprise buat Alby karena selama pacaran Nila nggak pernah saya ke kantor Alby ini adalah kali pertama dia datang.


"Memangnya Pak Alby nggak bisa di temuin Mba?" tanya Nila.


"Sebentar ya, Kak! saya tanyakan terlebih dahulu," ucap resepsionis tersebut kemudian menelpon ke ruangan Alby. "Maaf atas nama siapa, Kak?" tanya resepsionis pada Nila di sela-sela telponnya.


"Nila," jawabnya.


"Silakan masuk, Kak. Ruangan Pak Alby ada di lantai tiga sebelah kiri Kakak lurus saja nanti ada lip di sebelah sana," ujar resepsionis memberikan arahan pada Nila.


"Baik, Mba terima kasih," ucap Nila.


"Sama-sama," balas resepsionis.


Setelah itu Nila berjalan sesuai dengan arahan yang di berikan resepsionis.


'Sepertinya itu ruangan Mas Alby,' lirih Nila ia pun mempercepat langkahnya.


'Betul,' ucapnya saat melihat papan nama yang tertera di pintu ruangan.


"Assalamualaikum," ucap Nila di depan pintu.


"Wa'alaikumussalam masuk saja, La," balas Alby dari dalam.


Setelah mendapat jawaban dari Alby. Nila perlahan membuka pintu. "Sibuk ya, Mas?" tanya Nila saat masuk ke dalam terlihat Alby serius menatap layar laptopnya.


"Tidak. Duduklah!" Alby menyuruh Nila duduk di kursi depannya.


"Mas pasti belum makan siang ya, nih Nila bawain makanan kesukaan Mas Alby." Nila mulai membuka paper bag yang ia bawa.


"Terima kasih, sayang. Kita makannya di di situ saja biar lebih enak," ucap Alby menunjuk ke arah sofa.


"Ok." Mereka berdiri dari duduknya berjalan menuju sofa.

__ADS_1


"Biar saya saja yang bawa." Alby mengambil paper bag yang ada di meja.


Setela mereka duduk di sofa. Nila mulai membuka paper bag mengeluarkan isinya kemudian dia sajikan di atas meja.


"Al, ayo makan siang!" teriak Daffa saat masuk tanpa permisi seperti kebiasaannya.


"Sorry ganggu," ucap Daffa saat melihat Alby dan Nila sedang menikmati makan siang.


Alby menatap tajam ke arah Daffa.


Nila tersenyum ke arah Daffa.


"Pak Daffa, mari gabung," ucap Nila.


"Iya, terima kasih. Saya permisi dulu," balas Daffa menolak ajakan Nila kemudian dia berjalan keluar ruangan Alby.


Kenapa dia datang nggak bilang-bilang tau begitu kan aku nggak masuk ke ruangan Alby, gerutu Daffa dalam hati.


"Terpaksa gue makan siang sendiri. Nasib jomblo," lirih Daffa. Karena nggak ada teman akhirnya Daffa memilih makan di cafe dekat kantor.


"Mir, coffelate late satu," ucap Daffa pada salah satu karyawan cafe.


"Siap, Pak," balas Mira.


Sambil menunggu pesanan Daffa bermain ponsel, entah kenapa saat ada seseorang masuk ke dalam cafe dia penasaran dia pun menoleh ke depan. 'Lha tuh anak ngapain di sini,' lirih Daffa.


Merasa ada yang memanggil namanya Karina pun menoleh ke sumber suara. "Pak Daffa," ucapnya.


Daffa melambaikan tangannya menyuruh Karina mendekat ke arahnya.


"Duduklah!" Daffa mempersilakan Karina duduk bergabung dengannya.


"Kamu sendirian? mana Azmia?" tanya Daffa karena dia tak melihat sosok Azmia bersama Karina.


"Iya. Azmia kuliah, Pak," jawab Karina.


"Lha kamu nggak kuliah?" tanya Daffa.


"Tadi pagi niatnya mau kuliah, tapi saat tiba di rumah di bikin badmood jadi malas mau berangkat kuliah," jawab Karina.


"Kenapa?" tanya Daffa.


"Biasa Nyokap kalau pulang pasti yang di tanyain kapan mau ngenalin pacar. Karin kan masih ingin fokus kuliah, meraih cita-cita Karin. Kalau pacaran suka nggak bebas kesana kesini apalagi punya suami. Ah ... tidak-tidak, belum saatnya itu," jelas Karina.


"Enggak gitu juga kali. Ada orang yang meraih semua mimpinya malah setelah nikah semua itu tergantung orangnya. Memangnya kenapa Nyokap lu ngebet banget pengen punya mantu?" tanya Daffa.

__ADS_1


"Katanya biar kalau bonyok pergi ada kerjaan di luar kota atau luar negeri Karin nggak kesepian, terus ada yang jagain jadi bonyok nggak khawatir dan kepikiran terus," jawab Karina menceritakan alasan orangtuanya. Sebenarnya niat orang tuanya baik hanya saja Karina masih belum siap jika harus menjalin hubungan serius takut tertekan.


"Oh. Niat orang tua kamu bagus kenapa kamu marah?" tanya Daffa.


"Masalahnya Karin belum punya pacar siapa yang mau di kenalin ke bonyok," jawab Karina sambil menyeruput jus jeruk yang tadi dia pesan.


"Kalau hanya itu masalahnya gue bisa bantu lu," ucap Daffa.


"Maksud, Pak Daffa?" tanya Karina yang tak mengerti dengan ucapan Daffa.


"Jadi, kita pura-pura pacaran di depan orang tuamu. Gimana?" tawar Daffa. "Bukan maksud apapun hanya ingin membantu kamu agar tidak bertengkar terus dengan orangtuamu," lanjut Daffa.


"Pak Daffa beneran?" tanya Karina meyakinkan tawaran Daffa.


"Jangan panggil pak, gue bukan bapak lu," ucap Daffa.


"Hehehe, maaf," balas Karina dengan tersenyum kecil. "Kalau begitu bisa nggak kalau nanti malam Kak Daffa datang ke rumah makan malam bareng?" tanya Karina.


"Bisa, nanti lu kirim aja alamatnya," ucap Daffa.


"Ok," balas Karina dengan senyum sumringah karena kini dia menemukan jalan keluar.


**


Di dalam ruangan.


"Saya ke toilet dulu," pamit Alby setelah selesai makan.


"Iya, Mas," balas Nila sambil merapikan kotak makan bekas mereka makan.


Saat Alby berada di toilet tiba-tiba ponselnya bunyi karena penasaran Nila pun melihat siapa yang menelpon. Itu bukankah __ ada apa sebenarnya ini. Apa ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari gue, batin Nila. Dia hanya melihat tanpa berniat tanpa mengangkat telpon tersebut.


Tak lama Alby pun kembali kemudian duduk di sofa. "Kenapa kok mukanya cemberut?" tanya Alby melihat perubahan wajah Nila. Tadi saat makan Nila wajahnya senang sumringah, tapi setelah dia kembali dari toilet wajah Nila berubah cemberut, murung membuat Alby bertanya-tanya.


"Enggak apa-apa," jawab Nila. "Oh, iya, Mas. Nila kembali ke kantor dulu ya, terima kasih sudah bersedia makan siang bersama Nila," ucap Nila.


"Lho kenapa buru-buru tadi bilang lagi free kenapa sekarang mau kembali ke kantor?" tanya Alby merasa heran dengan perubahan sikap Nila.


"Barusan Ana kirim pesan katanya ada meeting dadakan," jawab Nila.


"Oh, ya udah hati-hati di jalan," ucap Alby.


"Iya. Assalamualaikum," ucap Nila sebelum keluar ruangan.


"Wa'alaikumussalam," balas Alby.

__ADS_1


Kenapa dengan si Nila ya, batin Alby.


__ADS_2