
Karena tidak ingin Mbok Asih mengetahui jika Azmia dan Revan sedang bertengkar. Revan membawa Azmia pulang ke apartemen miliknya untuk menyelesaikan masalah mereka.
Sesampainya di apartemen Azmia dan Revan langsung masuk ke dalam kamar.
"Dek Kakak mohon bicaralah jangan terus diam seperti ini," ucap Revan sambil memegang tangan Azmia.
Azmia tetap diam tak membalas ucapan Revan.
"Dek, apa yang harus Kakak lakukan supaya kamu tidak marah lagi dengan ku. Apa aku harus pergi jauh darimu agar kamu bisa memaafkan aku, jika memang itu yang kamu mau aku akan pergi, tapi sebelum aku pergi aku pesan padamu sebelum kamu tenang tetaplah disini jangan pulang ke rumah. Kakak nggak mau keluarga kita mengetahui jika kita sedang ada masalah. Jaga dirimu baik-baik bidadariku," ucap Revan sambil mengelus lembut kepala Azmia. Kemudian dia berjalan keluar dari apartemen dengan langkah yang sangat lesu.
'Ya Rabb, aku gagal menjadi seorang suami yang baik untuk istriku, aku telah menyakiti hati istriku, aku tak sanggup melihatnya terluka. Ya Allah, berikan petunjuk mu untuk ku melangkah mencari kebenaran,' batin Revan sambil melangkah keluar apartemen.
'Maafkan Mia, Kak. Mia nggak tahu harus berbuat apa, meskipun Mia yakin jika Kakak tak akan pernah melakukan hal sekotor itu, tapi hati Mia tetap sakit saat melihat bekas lipstik itu. Ya Allah, maafkan Mia karena tidak bisa percaya pada suami hamba. Maafkan Mia, Ya Allah karena belum bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku. Ya Allah, berilah petunjuk mu untuk ku menyelesaikan tugas darimu,' batin Azmia.
Sesampainya di parkiran Revan sudah di tunggu taksi online yang dia pesan.
Revan sengaja pergi menggunakan taksi online karena tadi dia bersama Azmia menggunakan mobil Azmia.
Tiga puluh menit perjalanan kini Revan tiba di kantor. Dia berusaha memasang wajah sebisa mungkin supaya para karyawan tidak curiga padanya jika dia sedang galau level tinggi.
Revan mulai berjalan masuk ke dalam kantor menuju ruangannya.
"Mas." Revan terkejut melihat Alby berada di ruangannya.
"Iya, duduklah!" Alby mempersilakan Revan duduk di sofa bergabung bersamanya dan Kabin.
__ADS_1
Revan mengangguk kemudian duduk di samping Kabin.
"Apa yang kamu lakukan semalam?" tanya Alby to the poin.
"Maksud, Mas Alby?" Revan balik bertanya.
"Nih lihat, pantas saja tadi Mas lihat Azmia menangis. Kamu keterlaluan, Va. Mas nggak menyangka, kamu tega melakukan itu pada Azmia." Alby berkata sambil memperlihatkan foto di ponselnya.
"Apa-apaan ini." Revan di buat terkejut dengan foto yang berada di handphone Alby
"Mana ponsel, Kamu?" tanya Alby.
Revan meraba sakunya celananya kosong. "Bin, Android gue dimana?" tanya Revan.
"Lha mana gue tahu, lu yang punya handphone," jawab Kabin.
Setelah menemukan ponselnya Revan kembali menghampiri Kabin dan Alby.
"Nih, Mas." Revan memberikan androidnya pada Alby.
Alby menerima ponsel Revan kemudian dia mulai mengotak-atiknya membuka galeri foto.
"Astagfirullah," ucap Alby..
"Kenapa, Mas?" tanya Kabin mendengar Alby istighfar.
__ADS_1
"Nih, kalian lihat. Jika Azmia sampai melihat foto ini di tendang kamu dari rumah." Alby memperlihatkan foto-foto yang ada di ponsel Revan.
"Jangankan lihat ini sekarang aja udah nggak mau lihat muka Revan," ucap Revan.
Alby dan Kabin tertawa mendengar ucapan Revan.
"Kasihan," ujar Kabin.
"Sue, Lu," balas Revan.
"Hari ini kita mulai penyelidikan, tapi inget jangan sampai ada yang curiga dengan kita. Pertama kita cari tahu dulu nih siapa wanita yang ada di foto," ucap Alby.
"Siap. Ayo, kita berubah detektif Kabin dan Revan," balas Kabin.
"Nih, bocah kerjaannya bercanda mulu." Alby yang kesal menjewer telinga Kabin.
"Sakit, Mas," keluh Kabin sambil memegangi telinganya.
"Siapa wanita itu, Van?" tanya Alby.
"Revan nggak kenal, Mas," jawab Revan.
"Mas, ingatkan padamu jangan sekali-kali, Kamu berani bermain api. Jika Mas sampai tahu kamu main di belakang maka Mas akan bawa Azmia pergi dari mu," tegas Alby mengingatkan pada Revan.
"Bukan Mas ikut campur dalam rumah tanggamu, tapi Mas nggak mau melihat Azmia terluka kembali. Bukankah kamu pernah bilang tak akan pernah membuatnya menangis. Mas akan pegang janjimu itu," lanjut Alby.
__ADS_1
"Mas, tenang saja, Revan nggak akan membuat Mas kecewa," balas Revan menyakinkan pada Kakaknya.