Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 145


__ADS_3

Di mata Azmia semua sama tak ada atasan atau bawahan karena karyawan pun sama sepertinya hanya saja Allah menitipkan yang lebih padanya.


Rezeki yang Allah titipkan tidaklah semata-mata milik kita semuanya, tapi ada sebagian milik orang lain yang Allah titipkan pada kita. Maka dari itu janganlah sombong dengan apa yang kita punya.


Tepat jam satu siang Pras dan yang lain telah kembali ke cafe.


"Assalamualaikum," ucap mereka sambil membukakan pintu masuk ke dalam cafe.


"Wa'alaikumussalam," balas Novi yang berada di meja kasir.


"Mba Mia mana Nov?" tanya Pras.


"Ada di dalam," jawab Novi.


"Ok, gue ke dalam dulu ya," pamit Pras pada Novi.


Pras masuk ke dalam menaiki anak tangga menuju lantai dua di mana ruangan Azmia berada.


"Assalamualaikum, Mba Mia," ucap Pras dari depan pintu.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia dari dalam kemudian membukakan pintu.

__ADS_1


"Iya, Pras," ucap Azmia saat melihat orang yang berdiri di depan pintu ruangannya.


"Ini, Mba." Pras memberikan kunci mobil milik Azmia.


"Iya." Azmia mengambil kunci tersebut.


"Terima kasih ya, Mba," ucap Pras sebelum pergi kembali ke lantai satu.


"Sama-sama," balas Azmia.


Setelah mengembalikan kunci mobil Azmia. Pras berjalan menuju lapangan satu mulai melakukan pekerjaannya.


"Kapan lu balik, Pras?" tanya Rudi yang baru saja keluar dari kamar mandi ingin kembali masuk ke dapur tiba-tiba melihat Pras sudah duduk bersantai di kursi meja makan.


"Keliling kemana aja, Lu? habis nggak dagangan, Lu?" tanya Rudi sambil mulai menyiapkan beberapa bahan-bahan makanan.


"Habislah yang jualan ganteng begini," jawab Pras dengan pdnya.


"Ganteng kalau di lihat pakai sedotan dari jarak lima ribu meter," ujar Rudi.


"S*e, Lu," balas Pras.

__ADS_1


"Kalian berdua ngapain sih? Nih pesanan cepat di bikin." Ike memberikan selembar kertas pesanan pengunjung pada Rudi.


"Siap," ucap Rudi mengambil kertas pesanan tersebut dari tangan Ike.


"Meja nomor lima sudah selesai silakan di bersihkan," panggilan dari operator pengawas ruangan.


"Pras sana lu bersihin!" Ike menyuruh Pras segera membersihkan meja tersebut.


"Iya-iya," balas Pras kemudian berdiri dari duduknya melangkahkan kakinya keluar dari dapur menuju meja nomor lima dengan membawa nampan dan alat kebersihan seperti lap serta semprotan pembersih.


"Mas, boleh minta tissuenya," ucap salah satu pembeli.


"Iya, Kak tunggu sebentar ya," balas Pras. Pras masuk ke dalam ruangan khusus stok barang ia mengambil beberapa tissue kemudian dia antarkan ke salah satu pembeli yang tadi meminta tissue.


Setelah memberikan tissue Pras berjalan mengecek meja yang kosong agar tidak ada yang seperti tadi kehabisan tissue.


**


Di ruangan Azmia.


"Aku mau boci dulu ya, Mi," ucap Karina. Selesai acara Karina langsung masuk ke dalam ruangan Azmia merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.

__ADS_1


"Iya, istirahatlah," balas Azmia. Tak ingin mengganggu Karina yang ingin istirahat tidur siang Azmia beranjak dari kasur kemudian berjalan keluar kamar menuju meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya mengecek laporan dari cafe cinta dan cafe lovely. 'Bismillah fokus-fokus,' batin Azmia karena beberapa hari ini pikirannya terganggu setelah pertemuannya dengan Rania saat malam itu. Azmia sangat malas jika harus berurusan lagi dengan Rania. 'Apa aku bilang ke Mba Dinda saja ya supaya prosesnya di percepat,' batin Azmia.


__ADS_2