Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 122 Ketemu mantu


__ADS_3

Malam hari.


Karena dua hari tidak pulang ke rumah jadi hari ini Revan menghabiskan waktu bermalas-malasan di rumah menikmati saat-saat berada di rumah.


*


*


*


"Revan, ayo! kita makan malam," panggil Bunda di depan pintu kamar Putranya.


"Iya, Bun nanti nyusul," balas Revan dari dalam kamar.


"Baiklah. Bunda duluan ya," ucap Bunda Rita.


"Iya, Bun," balas Revan.


Setelah itu Bunda lebih dulu menuruni anak tangga menuju meja makan.


"Lho kok Ayah sudah disini," ucap Bunda pada Ayah Wisnu yang sudah duduk di kursi meja mak


"Lama nungguin, Bunda. Mana Reva?" tanya Wisnu.


"Ada. Sebentar lagi hadir," jawab Bunda.


Benar kata Bunda tak lama kemudian Revan datang.


"Selamat malam, Bun, Yah," sapa Revan pada kedua orang tuanya.


"Malam juga, Nak," balas Ayah Wisnu.


"Kamu kapan sampai, Van?" tanya Ayah.


Saat Wisnu pulang Revan berada di kamarnya jadi beliau tak melihat putra bungsunya.


"Tadi pagi, Yah," jawab Revan.


"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu obrolannya di lanjutkan nanti setelah makan malam." Bunda menyuruh suami dan anaknya untuk makan terlebih dahulu.


"Baik, Bun," ucap Ayah Wisnu dan Revan bersama.


Mereka pun makan malam bersama tanpa ada suara obrolan lagi.


****


Di tempat lain.


"Rin, kamu nggak pulang?" tanya Azmia. Sejak pulang dari hotel Karina ikut Azmia ke apartemen.


"Aku mau menginap di sini saja," jawab Karina.


"Nanti di cariin Nyokap," ucap Azmia.


"Mereka sedang pergi ke luar kota," balas Karina.


"Oh, yasudah tidurlah!" ucap Azmia menyuruh Karina segera istirahat.

__ADS_1


"Nanti saja, tanggung nih sebentar lagi selesai," balas Karina.


"Ceritanya bagus, Rin?" tanya Azmia.


"Bagus banget. Kira-kira di dunia nyata ada nggak ya cowok seperti itu." Karina terpesona dengan pemeran laki-laki pada film yang di tonton.


"Ada, kalau kamu bisa nemuin," balas Azmia. "Enggak usah di bayangin," lanjut Azmia kemudian kembali fokus pada buku yang ada di tangannya saat baru membaca beberapa baris tiba-tiba ponselnya berdering Azmia segera membuka layar ponselnya menggeser layar hijau.


"Assalamualaikum," ucap Azmia pada orang yang berada di sebrang sana.


"Wa'alaikumussalam. Apa kamu sedang sibuk?" tanya orang yang berada di telpon.


"Tidak. Kenapa?" tanya Azmia.


"......."


"Mau ngapain?"


"......."


"Mia boleh ajak Karina?"


"......"


"Baiklah." Azmia menutup sambungan telponnya.


"Rin, besok sore ikut aku yuk! ke restoran NR," ucap Azmia.


"Ngapain?" tanya Karina.


"Besok juga tahu sendiri," jawab Azmia.


***


Rumah Bunda


Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Mereka duduk di atas karpet kaki selonjoran bersantai sambil menikmati cemilan yang ada.


"Bagaimana kuliah kamu, Van?" tanya Ayah Wisnu membuka pembicaraan.


"Alhamdulillah lancar, Yah," jawab Revan.


"Kapan kamu memperkenalkan calon menantu?" tanya Bunda menggoda Revan.


"Nanti kalau Mas Alby sudah menceraikan Azmia. Setelah itu akan Revan bawa kesini sebagai calon Revan," balas Revan.


"Cari yang lain dong, Van. Memangnya kamu mau bekas Kakakmu," sambung Ayah Wisnu.


"Mau dong, Yah bahkan Revan terima dengan senang hati," balas Revan.


"Kamu ini, Van. Di luar sana masih banyak wanita ngapain nunggu jandanya Azmia," ujar Bunda.


"Iya, Van. Lupakan Azmia cobalah buka hatimu untuk yang lain," sambung Ayah Wisnu.


"Susah, Bun, Yah," balas Revan.


"Jangan bilang susah kalau belum di coba. Van, cinta itu bisa hadir jika kita sering bersama," ucap Ayah Wisnu. Sepertinya Ayah Wisnu pengalaman banget ya. Mungkin Ayah pernah mengalaminya.

__ADS_1


"Nanti akan Revan coba, tapi Revan tidak janji," balas Revan karena sampai sekarang dia masih belum bisa move on dari Azmia. Hatinya masih sepenuhnya untuk Azmia.


*


*


*


*


Restoran NR


Azmia dan Karina kini sudah berada di restoran NR. Setelah memarkirkan mobilnya mereka masuk ke dalam berjalan menuju meja yang kosong.


"Mana orangnya, Mi?" tanya Karina pasalnya dia tidak melihat siapa pun.


"Masih di perjalanan," jawab Azmia.


Sambil menunggu kedatangan seseorang yang ingin bertemu dengannya Azmia dan Karina memesan minum terlebih dahulu.


Tak lama orang yang di tunggu-tunggu pun datang. "Assalamualaikum," ucapnya.


"Wa'alaikumussalam," balas Azmia dan Karina bersama.


"Kak Revan, Kak Kabin," ucap Karina saat melihat orang yang janjian bersama Azmia ternyata sahabatnya.


"Maaf ya menunggu lama," ucap Revan.


"Tidak apa, kita juga baru sampai," balas Azmia.


"Silakan duduk!" Azmia mempersilakan Revan dan Kabin untuk duduk.


"Terima kasih." Revan dan Kabin duduk berhadapan dengan Azmia dan Karina.


Tak lama setelah mereka duduk tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka.


"Maaf, menunggu," ucapnya.


Mendengar ada suara semua langsung menoleh. "Bunda," ucap Azmia kemudian berdiri dan menyalami mertuanya.


Bunda Rita langsung memeluk Azmia.


"Kamu apa kabar, sayang?" tanya Bunda.


"Alhamdulillah Mia baik, Bun. Bagaimana kabar, Bunda dan Ayah?" Azmia balik bertanya.


"Alhamdulillah, kami baik. Bunda kangen sekali denganmu," ucap Bunda sambil mencium kening Azmia. Meskipun hanya menantu, tapi Bunda menyayangi Azmia seperti putrinya sendiri.


"Mia juga merindukan, Bunda," balas Azmia.


Setelah melepaskan pelukannya Azmia mengajak Bunda duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu tidak pernah datang ke rumah, Bunda? meskipun kamu dan Alby berpisah rumah Bunda terbuka lebar untukmu sayang. Jangan pernah merasa sungkan atau apapun itu karena bagi Bunda kamu bukanlah menantu, tapi putri perempuan Bunda," ucap Bunda. Bunda Rita memegang erat tangan Azmia seakan tak ingin berpisah lagi dengan menantunya.


Karina yang melihat itu sampai meneteskan air mata. Tak menyangka begitu sayangnya mertua Azmia terhadap menantunya. Menantu dadakan, menantu yang hanya menjadi peran pengganti, tapi kasih sayang Bunda Rita begitu tulus terhadap Azmia. Karina jadi berharap suatu hari nanti saat dia menikah bisa memiliki mertua seperti Bunda Rita.


Revan begitu terharu melihat dua wanita yang dia cintai. Andai saja dulu dia tidak pergi melanjutkan kuliah ke luar kota mungkin kini dia dan Azmia bisa menjalin bahtera rumah tangga dan Azmia akan selalu tetap menjadi menantu Bunda selamanya. Namun, takdir tak dapat di tolak.

__ADS_1


Kabin terdiam membisu melihat Azmia yang begitu di sayangi Bunda Rita. Kabin jadi berpikir apakah orangtuanya bisa seperti Bunda Rita yang menyayangi menantunya seperti menyayangi anaknya sendiri.


"Maafkan Mia, Bun. Insya'Allah nanti kalau ada waktu Azmia pasti akan berkunjung ke rumah Bunda," balas Azmia. 'Maafkan Mia, Bun. Bukan Mia tak ingin berkunjung, tapi Mia hanya ingin Bunda melupakan Mia, agar bisa menerima Kak Rania dan menyayangi Kak Rania sebagai menantu Bunda, seperti dulu saat Bunda belum mengenal Azmia. Azmia tak ingin merusak kebahagiaan mereka,' batin Azmia. Azmia yakin suatu hari nanti dia juga pasti bisa bahagia tanpa mereka.


__ADS_2