
Di kantor
Revan yang baru tiba di kantor langsung saja di introgasi Kabin. "Van, gimana kemarin?" tanya Kabin yang penasaran tentang kejadian kemarin.
"Azmia belum cerita apapun, tapi gue ternyata wanita yang berpakaian serba hitam itu adalah bodyguard Azmia. Mereka itu orang suruhan Papa mertua gue buat jagain Azmia. Lu kan tahu Azmia itu dari keluarga yang bukan sembarangan," jelas Revan.
"Iya, sih. Mertua lu orang tua idaman banget ya," ucap Kabin.
"Semua orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk putrinya, apalagi Azmia kan baru ketemu pastinya mereka akan sangat menjaga princesnya dengan sangat amat ketat," balas Revan.
"Bener juga, Lu. Sekarang bini lu kemana?" tanya Kabin.
"Biasa ketemuan sama bestienya," jawab Revan.
"Enggak sia-sia lu, Van nungguin Azmia bertahun-tahun, karena dia memang wanita yang patut di perjuangkan," ucap Kabin.
"Iya, betapa bersyukurnya gue di takdirkan bersama bidadari," balas Revan.
"Oh, iya gimana nasib Bu Willa?" tanya Revan.
"Katanya sih khusus untuk Bu Willa hanya di tahan seminggu karena dia sudah berkata jujur, tapi beda lagi dengan Pak Daru dan Bu Ella. Pak Daru di tahan lima bulan sedangkan Bu Ella satu tahun itu semua hanya untuk efek jera bagi mereka agar tidak bermain-main lagi." Kabin menceritakan semuanya karena hanya dia yang datang ke kantor polisi sebagai saksi dan korban.
__ADS_1
****
Di cafe cinta
Azmia dan Karina duduk berhadapan sambil menikmati hidangan yang telah Azmia siapkan. Mereka bersantai di balkon ruangan Azmia agar tak ada seorang pun yang menggangu obrolan mereka berdua.
"Mi," panggil Karina.
"Iya, Rin," balas Azmia.
"Apa sedang terjadi sesuatu padamu?" tanya Karina mulai membuka obrolan inti.
"Enggak cerita apapun. Kak Daffa menyuruh aku untuk langsung bertanya padamu," ucap Karina.
"Oh," balas Azmia.
"Ih ... kok oh duang," ujar Karina.
"Lantas?"
"Cerita, Azmia Syadiqa Bakhri adek ipar angkat ku yang paling syantik," jawab Karina.
__ADS_1
"Ya begitu deh ceritanya. Ada seseorang yang jahil bilangnya sih tuh perempuan jatuh cinta pada Kak Revan, tapi karena nggak di respon oleh Kak Revan jadi ya gitu dia melakukannya lantaran sakit hati. Kalau di ceritain panjang kasihan nanti reader bosen bacanya.
"Lha kok kamu tahu kalau wanita itu yang melakukan semua itu?" tanya Karina.
"Hehehe, aku suruh Raya cari informasi secepatnya sebelum Opa atau Papa denger kalau mereka berdua tahu lebih dulu habislah riwayat mereka bertiga," jelas Azmia.
"Memangnya apa yang akan terjadi jika Oppa dan Papa kamu tahu?"
"Mereka nggak akan bisa bekerja di perusahaan manapun, makanya sebelum itu terjadi aku yang turun tangan dan membereskan semuanya," jawab Azmia.
"Memangnya Raya itu siapa?" tanya Karina yang belum mengenal sosok Raya.
"Dia itu orang keluarga Bakhri yang di suruh buat jagain aku," jawab Azmia.
"Oh, aku baru tahu kalau ternyata kamu punya bodyguard," ujar Karina. Dia merasa kagum dengan orang tua Azmia yang begitu perhatian terhadap putrinya.
"Memangnya kamu nggak pernah sadar tiap kita pergi pasti mereka mengikuti dari belakang," balas Azmia.
"Beneran, Mi?" Karina semakin melongo mendengar pernyataan Azmia.
"Iya, tapi mereka akan beraksi saat darurat saja, selagi aku bisa sendiri aku tangani sendiri," jelas Azmia. Baginya tidak setiap saat bodyguard itu harus menampakkan diri karena Azmia tidak terlalu suka dengan sesuatu yang menonjol dan di pandang tinggi orang. Lebih baik tampil sederhana, tapi dengan keadaan yang luar biasa dari pada gaya elit ekonomi sulit.
__ADS_1