Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 332


__ADS_3

"Anak benar-benar keterlaluan sekali," ucap Bunda Rita yang merasa geram dengan sikap Rania.


"Sudahlah, Bun kita lihat saja, jangan ikut campur. Ayah yakin Mba Iren pasti bisa mengatasinya," balas Ayah Wisnu.


"Iya, Yah," ujar Bunda Rita terus memandangi ke arah meja keluarga Bakhri dan keluarga Pranata.


***


"Mba Iren maafkan atas sikap anak saya," ucap Papa Prabu.


"Papa ngapain sih minta maaf segala, Nia kan nggak salah apa-apa," sahut Rania.


"Enggak apa, Mas Prabu tidak perlu minta maaf," balas Mama Iren.


"Ma, Pa, maaf. Revan ingin bicara dengan Azmia," ucap Revan.


"Iya, Nak silakan!" balas Papa Ari mengizinkan Revan berbicara dengan Azmia.


"Ikut, Kakak." Revan menggenggam tangan Azmia agar Azmia mengikutinya.


"Ma, Pa, semuanya Mia tinggal dulu," ucap Azmia sebelum beranjak pergi mengikuti suaminya.


"Iya, Sayang," balas Mama Iren.


***


Di meja lain.

__ADS_1


'Kenapa tiba-tiba Revan mengajak Azmia pergi, apa terjadi sesuatu? pasti Rania bikin ulah lagi nih,' batin seseorang saat melihat Azmia dan Revan berjalan pergi dari tempat acara.


***


"Kita mau kemana, Kak?" tanya Azmia.


"Kita duduk di sana saja ya." Revan menunjuk ke arah gazebo.


"Kakak kenapa mengajak Azmia kesini?" tanya Azmia saat mereka sudah duduk di gazebo.


"Kakak tidak ingin kamu terus berada di tempat itu," jawab Revan.


"Kenapa? Mia nggak apa-apa kok. Kan jarang sekali lho kedua keluarga Mia berkumpul bareng," ucap Azmia.


"Lebih baik nggak kumpul bareng, Dek dari pada bertemu hanya bikin masalah," balas Revan.


"Sudahlah, nggak perlu kamu tutupi Kakak denger semua obrolan Kak Rania yang ingin menghasut Mama Iren supaya meragukan kamu. Kak Rania tuh benar-benar keterlaluan selalu saja ingin menghancurkan kebahagiaan mu," jawab Revan. Sebagai suami dia tidak terima istrinya di perlakukan seperti itu.


"Sifat Kak Rania kan memang seperti itu jadi untuk apa kita tanggapi," ucap Azmia.


"Iya, sih, tapikan suamimu ini khawatir, Sayang," balas Revan.


"Makasih, Ay," ucap Azmia dengan tersenyum manis ke arah Revan.


"Duh, gemes banget deh." Revan mencubit pipi Azmia dengan gemas.


"Hem.m.m." Tiba-tiba ada suara seseorang berdehem membuat Azmia dan Revan langsung menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Mas Alby," ucap Azmia dan Revan. Mereka sedikit terkejut dengan hadirnya Alby yang tiba-tiba ada di dekat mereka.


"Mas Alby ngapain kesini?" tanya Revan.


"Hanya ingin memastikan apa Azmia baik-baik saja," jawab Alby.


"Mia baik-baik saja kok, Mas. Memangnya kenapa?" tanya Azmia yang merasa bingung dengan sikap Alby.


"Mas hanya khawatir karena tadi lihat saat kamu ngobrol dengan keluarga Pranata tiba-tiba Revan membawamu pergi. Apa Rania menyakiti mu?" tanya Alby.


"Mas, nggak perlu khawatir Revan akan selalu melindungi Azmia." Bukan Azmia yang menjawab melainkan Revan.


"Iya, sih, tapi kan tidak ada salahnya jika Mas khawatir dengan adik ipar Mas," ujar Alby.


"Enggak ada salahnya sih, tapi lebih baik sekarang Mas fokus pada istri Mas Alby saja," balas Revan. Dia hanya nggak mau nanti Nila salah paham perang dunia lagi, Azmia lagi yang jadi korbannya.


"Baiklah kalau kamu baik-baik saja, maafkan Mas sudah membuatmu susah seperti ini. Andai saja dulu, Mas nggak menerima pernikahan itu mungkin semua ini nggak akan terjadi," ucap Alby.


"Sudahlah, Mas semua sudah berlalu tidak perlu di ingat kembali, lagi pula semua sudah berakhir,' balas Revan.


"Iya, baiklah kalau begitu Mas permisi dulu," ucap Alby kemudian berjalan pergi meninggalkan gazebo.


"Sepertinya Mas Alby masih ada perasaan sama kamu, Dek," ujar Revan.


"Kak. Mia nggak mau denger kata-kata itu lagi." Azmia menggenggam erat tangan Revan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Revan.


"Bukankah Kakak sudah tahu masa lalu Mia. Harusnya Kakak sudah tahu resiko yang harus di hadapi jika Kakak menikah dengan Mia," ucap Azmia.

__ADS_1


"Maafkan, Kakak, Sayang," balas Revan kemudian mencium kening Azmia sebagai permintaan maafnya. Harusnya dia tidak cemburu saat Alby mengkhawatirkan Azmia karena sebagai seseorang yang pernah mengisi waktu bersama pasti akan khawatir jika mantan pasangannya terluka apalagi itu di sebabkan olehnya juga.


__ADS_2