Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 11 Menghindar


__ADS_3

Satu minggu setelah kejadian itu Azmia selalu menghindar bertemu Alby. Pagi-pagi sekali Azmia sudah berangkat sebelum Alby bangun, tapi Azmia tidak meninggalkan kewajibannya dia tetap memasak untuk Alby untuk sarapan, kalau malam Azmia memilih berdiam diri di dalam kamar.


"Mbok, Azmia sudah berangkat?" tanya Alby saat sampai di dapur.


"Sudah, Den," jawab Mbok Asih.


Alby hanya bisa menghembuskan nafasnya. Sudah satu minggu dia tidak melihat istrinya. Setiap hari dia harus sarapan sendiri seperti jomblo apa-apa serba sendiri. '*Segitu sibuknya dia, a*pa dia marah dengan ku,' batin Alby. Kali ini dia benar-benar tidak selera makan. Alby hanya melihat menu yang tersaji di atas meja makan kemudian dia memilih pergi keluar rumah.


*


*


*


"Mba, coffe latle satu sama kentang biasa ya," ucap Alby pada salah satu karyawan cafe. Alby memilih kafe sebagai tempat tujuannya karena di kafe inilah dia biasa nongkrong bareng bersama para sahabatnya. Meskipun masih terbilang pagi, tapi kafe sudah buka karena hari weekend.


"Baik. Silakan di tunggu." Karyawan tersebut berjalan meninggalkan meja Alby.


Sambil menunggu pesanannya datang Alby mengotak atik ponselnya berusaha menghubungi seseorang agar menemaninya di kafe.

__ADS_1


"Aziz, sini biar saya bantu." Azmia mengambil nampan yang telah di pegang Aziz -- salah satu karyawan kafe cinta.


"Terima kasih, Mba Mia," ucap Aziz kemudian kembali ke belakang untuk mengambil pesanan yang lain. Sedangkan Azmia berjalan mengantarkan pesanan meja nomor lima yang Aziz tadi bawa.


"Silakan." Azmia meletakkan sepiring kentang dan satu cangkir coffe latle.


"Azmia," ucap pembeli nomor lima.


Azmia mendongkrak kepalanya. "Mas Alby," lirihnya kemudian dia bergegas ingin cepat pergi dari meja tersebut. Akan tetapi baru satu langkah Alby menahan pergelangan tangan Azmia. Azmia berusaha melepaskan tangannya, tapi Alby semakin erat memegangnya.


"Duduklah, saya ingin bicara padamu," kata Alby dengan nada pelan.


"Plis, Mia. Duduklah sebentar saja. Saya janji hanya sebentar." Alby menatap kearah Azmia dengan tatapan memohon agar Azmia bersedia berbicara dengannya.


Tidak ingin mencari sensasi di kafe akhirnya Azmia memilih mengikuti permintaan Alby. Azmia duduk di depan Alby.


"Apa kamu bekerja di sini?" tanya Alby.


Azmia mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak pernah bilang jika bekerja?" Alby bertanya kembali.


"Tidak penting," jawab Azmia.


"Kamu adalah istri saya jadi kamu adalah tanggung jawab saya. Kamu tidak perlu bekerja seperti ini," ucap Alby.


"Saya masih punya mimpi untuk melanjutkan pendidikan saya jadi saya akan selalu berusaha untuk menggapai mimpi itu," balas Azmia.


"Saya masih mampu membiayai kamu," ujar Alby. Bukannya sombong, tapi apa yang Alhy bilang benar dia adalah CEO di salah satu perusahaan ternama, pengusaha muda sukses.


"Mia, tidak ingin merepotkan orang lain. Mia lebih senang berusaha dengan tangan sendiri," jelas Azmia.


"Kenapa kamu selalu menghindar dari saya? Apa kamu marah dengan saya?" Alby mulai mengintrogasi.


"Saya tidak menghindar hanya saja Mia banyak kerjaan dan Mia tidak marah. Mia tidak berhak untuk marah." Azmia setenang mungkin menjawab setiap pertanyaan Alby meski sebenarnya dia sudah tidak tahan ingin menangis, dia kecewa dengan keadaan sekarang.


"Maaf Mia harus kembali bekerja lagi," ucap Azmia kemudian berdiri dari duduknya melangkahkan kakinya menuju ruang pribadinya.


***

__ADS_1


Hallo reader terima kasih sudah baca cerita ecek-ecek saya jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊🥰.


__ADS_2