
Setelah dari rumah sakit Azmia pulang ke kediaman Bakhri atas permintaan Mama Iren. Angga pun ikut ke rumah keluarga Bakhri.
Mereka berkumpul di ruang keluarga mengobrol santai sambil menikmati minuman dan cemilan yang di sediakan art.
"Bagaimana kalau besok malam kita bikin acara syukuran welcome my princess Bakhri." Papa Ari memberikan usul sebagai rasa syukurnya karena Allah telah mempertemukan kembali dengan putri bungsunya.
"Mama setuju banget," balas Mama Iren.
"Setuju," sambung Ali.
"Bagaimana menurut kamu sayang?" tanya Mama Iren karena Azmia hanya diam.
"Mia ikut saja, Ma," jawab Azmia.
"Acara besok khusus keluarga saja, tapi nanti Papa ingin membuat acara besar-besaran sekalian merayakan ulang tahun perusahaan di situlah Papa akan memperkenalkan kamu sebagai putri keluarga Bakhri Papa," ucap Papa Ari.
"Apa itu tidak berlebihan, Pa?" tanya Azmia karena hanya dia kembali saja sampai membuat acara dua kali.
"Tidak ada yang berlebihan sayang. Papa hanya ingin berbagi kebahagiaan bersama semua orang," jelas Papa Ari.
"Angga setuju, Om buat semua orang yang pernah memandang Azmia sebelah mata bungkam seketika," sahut Angga.
"Abang," ucap Azmia.
__ADS_1
"Kali ini, Abang tidak berpihak padamu, Dek. Abang tidak ingin kamu terus di tindas orang," balas Angga karena terlalu lelah, kasihan pada peri kecilnya yang terus mendapatkan perlakuan yang kurang baik.
"Apa banyak orang yang menyakitimu, Sayang?" tanya Mama Iren.
"Tidak kok, Ma," jawab Azmia sambil tersenyum manis. Azmia tidak mungkin menceritakan semuanya pada Mama Iren, dia tak mau membuat keluarganya khawatir dan marah.
***
Ditempat lain
"Mbok, kenapa kamar yang depan ruang kerja Mas Alby selalu di kunci?" tanya Nila. Dia merasa aneh karena selama dia tinggal di rumah itu tak pernah sekalipun dia melihat mbok Asih membersihkan kamar tersebut.
Mbok Asih bingung harus jawab apa karena nggak mungkin dia menjawab jujur. Aduh bagaimana ini si Aden sih nggak mau bilang atau ngasih tau si mbok kalau Non Nila nanya jawab begini gitu, kan kalau kayak gini si mbok jadi bingung jawabnya, batin Mbok Asih.
"Maaf, Non si Mbok juga kurang tau kamar siapa karena Aden tidak pernah cerita pada si Mbok," jawab Mbok Asih mencoba untuk tenang agar Nila curiga padanya.
"Oh, kirain tahu," ucap Nila kemudian pergi berjalan keluar rumah.
Setelah kepergian Nila. Mbok Asih mengelus dadanya. Semoga saja non Nila nggak curiga , batin Mbok Asih. Ia merasa begitu lega saat Nila pergi meninggalkannya dan tidak banyak bertanya tentang kamar tersebut.
***
Di kediaman Bakhri
__ADS_1
Malam ini Azmi di suruh menginap di kediaman Bakhri. Mama Iren sudah menyiapkan satu kamar untuk putri bungsunya.
Azmia duduk di balkon kamar sambil menatap ke langit gelap, tapi terlihat begitu cantik karena cahaya matahari yang menghiasi.
"Kenapa jam segini belum tidur?" tanya Ali yang berada di balkon kamarnya yang bersampingan dengan Azmia.
"Belum ngantuk," jawab Azmia.
"Kenapa, masih belum percaya jika kini kamu bisa tinggal bersama keluargamu kembali," ucap Ali.
"Tidak juga, Mia hanya ingin menikmati indahnya malam hari. Mas Ali sendiri kenapa belum tidur?" Azmia balik bertanya.
"Mas nggak bisa tidur karena bahagia bisa bertemu dengan mu lagi, Dek," ucap Ali
"Mia juga senang bisa berkumpul kembali bersama kalian," balas Azmia.
"Masuklah ke dalam ini sudah malam!" Ali menyuruh Azmia agar segera masuk ke dalam kamar.
"Baiklah, kalau begitu Mia masuk dulu ya, Mas good night," ucap Azmia.
"Good night to semoga mimpi indah princess," balas Ali.
Azmia membalasnya dengan anggukan kepala dan tersenyum manis ke arah Ali kemudian dia berjalan masuk kedalam kamar.
__ADS_1