Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 127 Cerita Bunda


__ADS_3

Beberapa hari Alby tinggal di rumah Bunda seperti anak kecil yang tak bisa jauh dari ketek emaknya.


Bunda tak keberatan jika Alby menginap di rumah justru beliau senang karena ada teman mengobrol karena di tinggal Ayah Wisnu pergi ke luar kota.


Namun, setelah kepulangan Ayah Wisnu selama satu minggu Alby kembali pulang ke rumahnya sendiri.


"Alby, sudah pulang, Bun?" tanya Ayah Wisnu.


"Sudah, Yah tadi pagi," jawab Bunda. "Ayah ingin makan pakai lauk apa?" tanya Bunda kini mereka sedang makan malam.


"Telur ceplok saja, Bun," jawab Ayah Wisnu. Meskipun pengusaha kaya, tapi Ayah Wisnu bukan orang yang ribet saat makan, tidak harus selalu makanan yang mewah apapun yang di sediakan istrinya beliau makan.

__ADS_1


Bunda pun mengambilkan telur ceplok serta sambal kecap sesuai keinginan Ayah.


Setelah mengambil makanan untuk suaminya kini giliran dia mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada suara obrolan hanya suara sendok dan garpu yang terdengar hingga makanan mereka habis tak tersisa.


Selesai makan malam Bunda dan Ayah menuju ruang keluarga menonton acara televisi kesukaan mereka.


"Gimana waktu itu pertemuan Bunda dengan Azmia?" Ayah membuka obrolan.


"Alhamdulillah kalau begitu Ayah senang dengarnya. Sudahlah jangan sedih, Bunda kan bisa menemui Azmia kapanpun, meskipun dia tak lagi menjadi menantu kita. Ayah yakin Azmia pasti tidak keberatan jika kita ingin bertemu dengannya, semua ini kan memang pada awalnya kesadaran kita, Bun. Jadi ya sudah sekarang kita ikuti saja keinginan anak kita." Ayah berkata sambil mengelus lembut punggung istrinya mencoba menenangkan sang istri agar tidak larut dalam kesedihan karena ulah putranya.


"Iya, Yah," balas Bunda.

__ADS_1


"Apa Alby dan Azmia akan benar-benar bercerai?" tanya Ayah Wisnu.


"Sepertinya begitu, kemarin Alby bilang jika Azmia serius tentang perceraian itu dia meminta Alby agar segera mendatangi pengajuan surat cerai yang ia berikan. Hanya demi Rania dia rela meninggalkan istri sebaik Azmia." Terlihat begitu jelas dari raut wajah Bunda yang begitu kecewa terhadap Putranya.


"Mungkin memang mereka bukan jodoh dan jodoh Alby adalah Rania. Lebih baik sekarang kita tidak perlu lagi ikut campur dalam urusan mereka. Kita ikuti saja keinginan mereka toh semua kan yang menjalani hidup mereka," ucap Ayah Wisnu. Dia tak ingin lagi menghalangi dan melarang keinginan anaknya.


"Iya, Yah," balas Bunda.


Benar kata suaminya sekarang orang tua harus mengalah demi kebahagiaan anaknya. Terkadang pilihan orang tua memang yang terbaik untuknya, tapi berbeda dengan anaknya karena selera anak dan orang tua itu berbeda.


Kini Bunda hanya bisa menuruti keinginan Alby memberikan restu padanya dan Rania meskipun masih ada rasa kecewa dalam hatinya, tapi dia harus mencoba mengalahkan rasa sakit itu demi kebahagiaan Putra sulungnya.

__ADS_1


Begitulah orang tua sesakit apapun beliau, tapi kasih sayang terhadap anaknya tak ada batasnya.


__ADS_2