Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 14


__ADS_3

"Kenapa hijabnya tidak di buka." Alby dengan perlahan mengangkat tangannya menyentuh hijab Azmia.


"Mas." Azmia menahan tangan Alby yang ingin meraih peniti di hijabnya.


"Kenapa?" tanya Alby. Bukan tak mengerti dengan maksud Azmia, tapi entah kenapa dia ingin menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin, memperbaiki semuanya dan menikmati indahnya rumah tangga seperti orang-orang pada umumnya.


Azmia menggeleng menandakan bahwa dia belum siap.


Alby menghembuskan nafasnya. "Sampai kapan saya harus menunggu?" kesal Alby.


"Sampai kamu benar-benar mencintai ku, Mas. Maafkan Mia, Mas. Semua ini berharga dan Mia hanya ingin memperlihatkan pada seseorang yang berharga pula," jelas Azmia.


"Bukankah saat ini kamu halal bagiku?" tanya Alby.


"Iya, tapi jika tidak ada cinta di antara kita bukankah akan merugikan salah satu di antara kita," jawab Azmia. Sebenarnya Azmia tidak setega itu dia juga takut akan dosa karena menolak suaminya, tapi di sisi lain Azmia hanya ingin Alby sadar bahwa tindakannya juga salah karena masih berhubungan dengan mantan pacarnya.


"Kalau begitu kita mulai semua dari awal," ujar Alby meraih tangan Azmia menggenggamnya dengan erat. 'Apa dia takut tangannya dingin sekali,' batin Alby.


Azmia tak menolak saat Alby menyentuh tangannya ada rasa nyaman saat Alby menggenggam tangannya.


"Baik, tapi apa Mas Alby mau meninggalkan dia demi pernikahan kita?" tanya Azmia dengan serius.


"Saya akan berusaha, tapi kamu harus bantu saya untuk pergi dari dia." Alby menatap ke arah Azmia.

__ADS_1


Azmia mengangguk. Sebagai seorang istri memang dialah yang harus menang bukan pelakor.


"Terima kasih." Alby mencium tangan Azmia.


"Tidurlah sudah larut malam." Alby mengelus lembut kepala Azmia.


Azmia mengangguk kemudian merebahkan tubuhnya di ikuti Alby berbaring di samping Azmia. Baru mereka akan memejamkan mata tiba-tiba ponsel Alby bunyi, Alby meraih benda pipih tersebut melihat siapa yang ganggu malam-malam begini. Alby menaruh kembali ponselnya saat melihat nama di layar.


"Kenapa nggak di angkat, Mas?" tanya Azmia.


"Tidak penting," jawab Alby.


"Angkat saja, Mas barang kali penting," ucap Azmia karena sedari tadi itu ponsel bunyi terus menerus.


"Sudahlah, sayang kita lanjut tidur saja lagi." Alby merangkul pinggang Azmia.


Terpaksa Alby mengangkat ponsel tersebut.


"Hallo."


"............."


"Gue nggak bisa keluar lagi di rumah Bunda," ucap Alby.

__ADS_1


"..............."


"Baiklah, tunggu sebentar." Alby mematikan sambungan telponnya beranjak dari kasur langsung berganti baju kemudian meraih kunci mobilnya melangkahkan kakinya keluar rumah.


Seakan dia lupa dengan seseorang yang berada di atas kasur, dia pergi begitu saja mengucapkan sepatah katapun.


'Segitu besar cintamu padanya, Mas. Hingga kau lupa dengan ku baru tadi kamu mengucapkan ingin memulai dari awal, tapi kenyataannya kini kau masih memperdulikan dia di banding aku. Sanggupkah aku jika kamu terus seperti ini. Apa aku harus memberikan mahkota ku baru kamu akan sadar bahwa ada istri di samping mu,' batin Azmia dengan derai air mata.


Bukan dia tidak ingin memberikan haknya, tapi Azmia takut Alby akan berkhianat padanya.


*


*


*


"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Alby.


"Gua juga tidak tahu, Al tadi artnya telpon gue," jawab Daffa.


Ya orang yang tadi menelpon Alby adalah Daffa.


***

__ADS_1


Terima kasih yang sudah baca cerita ecek-ecek author.


Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊.


__ADS_2