
"Kamu dimana, Mi?" pesan chat yang dikirim Alby pada Azmia. Karena harusnya Azmia sudah berada di cafe lovely malam ini, tapi saat Alby tanya salah satu karyawan cafe dia bilang Azmia tidak berada di tempat pergi dari pagi belum kembali.
Karena tak kunjung di balas. Alby mencoba melakukan panggilan telepon, tapi tak di angkat.
"Mi, ponsel bunyi terus tuh," ucap Karina.
"Biarin aja," balas Azmia.
Azmia sengaja menghindari Alby setelah kejadian tadi di rumah Bunda. Kini Azmia dan Karina berada di cafe cinta.
"Mi, kalau begini nggak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik kamu temui dulu Mas Alby kasihan kan pasti dia sudah nungguin kamu di cafe lovely. Kan kamu kemarin sudah janji bakal nemenin dia makan malam," ujar Karina mencoba memberikan saran pada Azmia karena jika terus menghindar yang ada Alby akan terus berusaha untuk ketemu nggak mungkin menyerah pasrah begitu saja.
Azmia terdiam berpikir ada benarnya juga yang di ucapkan Karina lebih baik nemuin dulu.
"Baiklah, aku akan ke cafe lovely sekarang," ucap Azmia kemudian berganti pakaian. Setelah rapi ia pun mengambil tas serta kunci mobilnya.
"Aku berangkat dulu ya, Rin," pamit Azmia.
"Hati-hati, Mi," balas Karina.
Sebelum otw ke cafe lovely Azmia lebih dulu membalas pesan Alby kalau dia baru jalan ke cafe lovely.
Tiga puluh menit perjalanan kini Azmia tiba di cafe lovely.
"Assalamualaikum," ucap Azmia di samping Alby.
"Wa'alaikumussalam, akhirnya kamu datang juga," balas Alby.
Azmia hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan senyuman kemudian ia duduk di kursi depan Alby.
"Maaf menunggu lama," ucap Azmia.
"Tidak apa," balas Alby.
"Nov," panggil Azmia sambil melambaikan tangan ke Novi asistennya.
Mendengar namanya di panggil Novi langsung menghampiri Azmia. "Iya, Mba," balas Novi.
"Tolong siapkan menu buat kita berdua," ucap Azmia sambil memberikan selembar kertas menu yang ia pilih.
"Baik, Mba." Novi mengambil kertas tersebut kemudian berjalan menuju dapur.
"Mba Mia kapan datangnya tiba-tiba udah ada di situ?" tanya Novi pada salah satu karyawan.
__ADS_1
"Baru datang pisan," jawab karyawan tersebut.
"Mba Mia sama siapa itu?" tanya salah satu karyawan.
"Kliennya kali," jawab Novi.
"Heh, jangan pada ghibahin bos nanti kena karma lu," sahut Rudi karena mereka ngobrol di dapur cafe sambil antri mengambil pesanan para pengunjung.
"Mas Rudi nih bikin kaget aja," omel Novi karena Rudi tiba-tiba nongol di belakang mereka.
*
Setelah pesanan Azmia selesai. Novi bergegas mengantarkan pesanan tersebut ke meja Azmia.
"Silakan, Mba!"
"Terima kasih, Nov," ucap Azmia.
"Sama-sama, Mba," balas Novi kemudian berjalan kembali ke kasir.
"Silakan di minum, Mas!" ucap Azmia.
"Iya." Alby mengambil secangkir kopi susu.
"Itu urusan belakangan yang terpenting aku bisa menemui mu," balas Alby.
"Mas bisa kita ngobrolnya pindah aja," ucap Azmia.
"Kemana?" tanya Alby.
"Ada, mari ikut Mia."
Azmia merasa obrolannya akan sedikit serius jadi dia memutuskan untuk mengajak Alby ke balkon lantai tiga saja dari pada di sini takut jadi tontonan para pengunjung yang lain.
"Re, tolong itu bawakan ke balkon atas," ujar Azmia pada salah satu karyawan nya.
"Baik, Mba," balas Rere.
"Duduk, Mas!" Azmia mempersilakan Alby untuk duduk di kursi yang ada di balkon.
Balkon lantai tiga biasanya buat para karyawan bersantai, nongkrong saat malam hari.
Alby pun duduk berhadapan dengan Azmia.
__ADS_1
"Tempat ini biasanya untuk anak-anak nongkrong kalau malam hari jadi maaf jika sedikit berantakan," jelas Azmia, karena di balkon ada bantal sofa, tiker, gitar.
"Enggak apa. Disini lumayan juga buat dinner," ucap Alby.
"Tempat ini hanya untuk pribadi, orang luar tidak di perbolehkan masuk kecuali orang-orang tertentu," balas Azmia.
Alby mengangguk sambil melihat-lihat suasana di balkon.
"Azmia minta pada Mas Alby tolong jangan temui Mia lagi. Mia nggak mau di anggap wanita murahan, wanita perebut kekasih orang. Mas Mia ini perempuan Mia tahu bagaimana rasanya jika melihat kekasihnya bersama wanita lain, sakit Mas sakit," tegas Azmia.
"Jangan berbicara seperti itu aku tidak suka. Kamu tidak merebut aku dari siapapun karena kamulah yang pertama kali mengisi hatiku. Mi, tolong jangan larang Mas untuk bertemu dengan mu," ucap Alby.
"Mas jangan egois kasihan Mba Nila. Lagi pula kita itu sudah pisah Mas kita harus berjalan ke jalan masing-masing. Mas, Mia mohon jangan sakiti lagi wanita lain. Cukup Mia saja yang merasakan," balas Azmia.
Ucapan Azmia bagaikan tamparan buat Alby.
"Apa kamu sudah mendapatkan pengganti ku?" tanya Alby.
Azmia terdiam dia berpikir harus jawab jujur apa bohong.
"Kenapa diam selama kamu belum ada penggantiku maka Mas akan selalu berada di sisimu. Mas tahu status kita sudah bukan suami istri, tapi Mas ingin hubungan kita berganti Kakak beradik," lanjut Alby.
"Mia sudah mempunyai pilihan hati," balas Azmia. Dia terpaksa berbohong agar Alby tidak lagi menemuinya terus, jika sesekali dan pertemuan itu bersama yang lain Azmia tak masalah, tapi jika berdua saja Azmia tak ingin itu terjadi lagi.
"Siapa dia?" tanya Alby mulai kepo.
"Belum saatnya Mas tahu," jawab Azmia.
"Kamu sedang tidak berbohong pada Mas kan?" Alby bertanya lagi.
"Tidak," jawab Azmia dengan tegas supaya Alby percaya. Dosa demi kebaikan nggak apa kali ya hehehe.
"Kalau begitu minggu depan kita dinner bareng terserah mau di sini atau di tempat lain," ujar Alby mencoba menantang Azmia. Karena Alby yakin Azmia berbohong padanya. Satu tahun hidup bersama Alby tahu betul bagaimana Azmia -- wanita yang sulit untuk di taklukan.
Azmia terdiam otaknya mulai berputar memikirkan ajakan Alby. 'Aku pergi sama siapa ya, pacar aja nggak punya,' batin Azmia. Tapi kalau menolak nanti Alby tahu jika dia berbohong. Azmia jadi terjebak sendiri.
"Kenapa diam Azmia Syafiqa?" tanya Alby karena Azmia hanya diam tak menjawab ajakannya.
"Ah, tidak apa. Baiklah nanti Mia kabarin lagi jika bisa dinner," jawab Azmia. Urusan pacar nanti bisa dia rundingkan dengan Karina.
"Ok, Baiklah," ujar Alby dengan tersenyum manis. Alby jadi berpikir ulang antara percaya nggak percaya jika Azmia beneran punya kekasih, dia nggak bisa bertemu lagi dengan Azmia.
"Namun, meskipun kamu sudah punya kekasih ingat sekarang kita Kakak beradik jadi saya sebagai Kakak akan selalu melindungi adeknya," ujar Alby dengan tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Dasar si Alby ya kelakuannya bikin tepuk jidat.