Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 256 Hasil tes DNA


__ADS_3

Kini tibalah saat yang di tunggu-tunggu bagi keluarga Bakhri karena baru saja dari pihak rumah sakit memberikan informasi bahwa hasi tes DNA sudah keluar.


Ali yang tahu itu segera menghubugi Azmia agar nanti sore bisa datang ke rumah sakit bersam keluarganya untuk melihat hasi tes DNA tersebut.


Azmia pun menyetujuinya dia juga sudah tak sabar ingin segera melihat hasil tes DNA tersebut.


Setelah mendapat kabar dari Ali, Azmia segera memberi menelpon Angga supaya Angga menemaninya ke rumh sakit.


Waktu berputar begitu cepat kini sudah tiba sore hari Azmia dan Angga sudah berada di dalam mobil perjalanan menuju rumah sakit.


Satu jam peerjalanan kita mereka telah tiba di lokasi. Setelash memarkirkan mobilnya mereka keluar dari mobil berjalan menuju tempat di mana keluarga Bakhri sudah menunggu.


"Assalamualaikum, Ma," ucap Azmia saat tiba di lokasi. Azmia menyalami Mama Iren.


"Wa'alaikumsalam, sini duduk sayang!" Mama iren mempersilakan Azmia duduk di sampingnya.


"Duduk, Ga!" Ali menyuruh Angga untuk duduk.


"Apa Azmia sudah menceritakan semuanya sama, lu?" tanya Ali.


Angga mengangguk. "Gue nggak, Li," ucap Angga.

__ADS_1


"Gue jugfa sama, Ga, semua seperti mimpi," balas Ali.


**Dikursi depan


"Papa dimana, Ma?" tanya Azmia karena hanya Papa Ari yang tidak terlihat di situ.


"Papa sedang menemui dokter untuk mengambil hasilnya, sayang," jawab Mama Iren.


Tak berselang lama orang yang di tunggu-tunggu pun datang. Semua yang tadinya duduk langsung berdiri dengan perasaan harap-harap cemas, deg-degan, jantung seperti sedang maraton.


Semakin langkah Papa Ari mendekat ke arah mereka, semakin olahraga pula jantung mereka.


Papa Ari hanya diam tak menjawab dengan memasang wajah yang begitu sedih. Tanpa ucapan dan kata Papa Ari memberikan amplop putih pada istrinya.


Ali, Angga, Azmia langsung mendekat ke arah Mama Iren dengan perlahan Mama Iren membuka amplop tersebut setelah terbuka beliau mengambil kertas yang ada di dalam amplop. "Alhamdulillah," ucap semuanya saat melihat tuliasan yang ada di kertas menyatakan bahwa Azmia putra kandung keluarga Bakhri.


Mama Iren langsung memeluk Azmia dengan erat diiringi derai air mata yang tak henti-hentinya mengalir karena bahagia. Mama Iren menghujani wajah Azmia dengan ciuman.


Ali dan Angga yang mrlihat itu mereka punikut meneteskan air mata.


Setelah Mama Iren kini berganti Papa Ari yang memeluk Azmia, memcium pipi kanan dan kiri sserta dahi Azmia. "Papa bahagia sekali sayang karena bisa bertemu dan melihatmu saat in," ucap Papa Ari setelah melepas pelukannya.

__ADS_1


"Mi, kasihan nih satu lagi yang nungguin mimta di peluk juga," ucap Angga sambil mengarah ke arah Ali yang berada di sampingnya.


Azmia mengikuti arah mata Angga.


"Tidak apa kalian kan Kakak beradik jadi tidak dosa," ujar Angga kemudian menyenggol lengan Ali.


"Lu, apaan sih," balas Ali.


Mamam Iren dan Papa Ari yang melihat itu pun tertawa kecil keadaan yang tadinya haru seketika berubah ramai karena ulah Angga.


Azmia masih terdiam berdiri mematung dia bingung haruskah dia menghampiri Ali.


Melihat Azmia yang tidak bergerak membuat Angga gemas dengan cepat dia menarik tangan Azmia agar mendekat ke arah Ali.


Setelah berhadapan tetap saja mereka hanya saling pandang. Ali menatap Azmia seakan bertanya apakah dia boleh memeluknya.


Azmia yang mengerti itu pun dengan ragu-ragu menganggukkan kepalanya.


Setelah mendapatkan ijin dari Azmia. Ali merentangkan tangannya Azmia pun mendekat kemudian Ali menarik Azmia kedalam pelukannya. Tangis haru, tapi malu mengiringi di sela-sela pelukan mereka.


Moment yang tak pernah terlupan dalam keluarga Bakhri dan juga hari yang bersejarah dalam kehidupan mereka.

__ADS_1


__ADS_2