
Di mobil
Azmia masih tetap diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Karena merasa tidak nyaman dengan keadaan akhirnya Ardiaz memilih untuk menghentikan laju mobilnya. Dia menepikan mobilnya.
"Mi, jangan terus diem dong. Saya bukan sopir kamu. Maaf jika sekap Saya terlalu berlebihan atau tidak sopan, tapi saya nggak bermaksud apa-apa saya hanya ingin meyakinkan mantan kamu saja kalau kita itu beneran pacaran," jelas Ardiaz. Dia hanya menjalankan tugas ya meskipun agak berlebihan sedikit sih.
"Namun, Mia nggak suka dengan tindakan Kakak seperti tadi," ujar Azmia dengan nada lesu.
"Iya, maaf. Habisnya saya kesal aja dengan mantan kamu karena pamer kemesraan di depan kita jadi ya aku balas saja," balas Ardiaz.
Sebenarnya niat Ardiaz baik, tapi karena Azmia tipikal cewek yang tidak pernah pacaran jadi buat dia kejadian tadi itu kurang sopan apalagi dia dan Ardiaz baru kenal, ya meskipun tanpa bersentuhan kulit karena tadi Ardiaz menggunakan tissue.
"Tapikan, Kak Diaz nggak perlu seperti itu. Mia nggak apa kok," ujar Azmia. Baginya sikap Alby seperti itu sudah biasa.
"Kamu nggak cemburu gitu lihat mantan kamu dengan wanita lain?" tanya Ardiaz.
"Enggak, ngapain harus cemburu, Kita kan sudah mantan. Jadi kita berhak memilih dan bersanding dengan yang lain mencari kebahagiaan masing-masing," jelas Azmia.
Mantan itu masa lalu tidak perlu di lihat kembali cukup di jadikan pelajaran saja karena kita hidup di masa depan bukan masa lalu.
__ADS_1
"Baru kali ini saya ketemu wanita seperti kamu, Mi," ucap Ardiaz. Dia heran dengan Azmia. "Saya boleh tanya sesuatu padamu?" tanya Ardiaz.
"Boleh," jawab Azmia.
"Kamu bilang ke saya, Mas Alby itu mantan suami kamu, tapi kok tadi Mba Nila bilang kamu sepupunya ini yang bener yang mana nih?" tanya Ardiaz. Karena dia sudah masuk ke dalam urusan Azmia, jadi sebelum masuk terlalu dalam dia harus lebih tahu dulu hal-hal yang lain.
Azmia terdiam mulai berpikir apa dia harus berkata jujur dengan Ardiaz atau tidak.
"Kok diem, Mi. Kalau kamu nggak mau cerita saya nggak mau lagi bantuin kamu," ucap Ardiaz dengan tegas.
Kalau Kak Diaz nggak mau bantuin aku lagi terus kalau mas Alby ngajakin ketemuan, aku sama siapa dong masa nyari orang lagi nanti di kira aku cewek nggak bener, hadeh, batin Azmia.
"Baiklah. Jadi seminggu yang lalu saat Mia sedang berada di rumah orang tua Mas Alby tiba-tiba Mas Alby pulang bersama Mba Nila mungkin niatnya ingin memperkenalkan Mba Nila pada Bunda, tapi ternyata di rumah itu ada Mia jadi tanpa sengaja kita pun bertemu saat Azmia mengantarkan minuman untuk mereka. Nah saat Mba Nila bertanya siapa Mia, sebenarnya Bunda ingin memberi tahu jika Mia adalah mantan istri Mas Alby, tapi Mia sahut lebih dulu, lalu Mia memperkenalkan diri sebagai sepupu Mas Alby. Sebenarnya Mia juga nggak mau membohongi Mba Nila, tapi Mia juga nggak mau Mba Nila salah paham dan Mia juga sudah feeling kalau Mas Alby pasti belum bercerita tentang statusnya." Pada akhirnya dengan terpaksa Azmia menceritakan semuanya pada Ardiaz.
"Awalnya Mia bersama Karina sedang jalan di Mall lalu tanpa sengaja bertemu dengan Bunda, karena sudah lama tidak berjumpa maka Bunda mengajak Mia untuk berkunjung ke rumahnya. Mia nggak bisa menolak jika Bunda yang memintanya lagi pula Mia kan hanya berkunjung menjaga silaturahmi. Mia selalu menganggap Bunda itu orang tua Mia sendiri bukan mertua," jawab Azmia. Tidak ada salahnya kan jika kita berkunjung ke rumah mantan mertua, lagi pula perceraian itu bukan alasan memutuskan tali silaturahmi.
"Oh, seperti itu. Apa kamu masih mencintai mantan suami kamu?" tanya Ardiaz.
"Jika ada cinta untuk apa kita ketuk palu di pengadilan agama," jawab Azmia.
"Maaf," ucap Ardiaz.
__ADS_1
"Kak Diaz nggak perlu minta maaf," balas Azmia.
"Terima kasih untuk hari ini karena Kak Diaz sudah bersedia membantu Mia, meskipun sedikit menyebalkan," lirih Azmia di akhir katanya.
"Kata depannya sih enak di dengar, belakangnya. Iya-iya saya minta maaf besok nggak akan di ulangi lagi," ucap Ardiaz. Dia jadi merasa gemes sendiri dengan sikap Azmia.
Ya Allah, baru kali ini gue nemuin cewek macam dia. Biasanya cewek tuh kalau di perhatiin cowok tuh seneng, baper gitu lha ini malah sebaliknya ngambek, marah. Mungkin ini nih yang membuat Derry cinta mati sama Azmia. Ardiaz lu harus inget nggak boleh baper pada Azmia. Karena bukan lu yang seharusnya baper, tapi Azmia yang harus baper sama lu seperti wanita di luar sana, batin Ardiaz.
Azmia tersenyum kecil menanggapi ucapan Ardiaz.
Jangan senyum terus seperti itu dong Mi, gue takut baper kena karma dah gue karena omongan gue sendiri, batin Ardiaz.
Setelah masalah terselesaikan wajah Azmia sudah cerah kembali Ardiaz melanjutkan perjalanannya mengantarkan Azmia pulang ke cafe lovely.
***
Di tempat lain.
"Mas, kenapa sih diem terus dari tadi?" tanya Nila karena sejak keluar dari restoran Alby diem saja tak banyak bicara.
"Enggak apa-apa," jawab Alby singkat.
__ADS_1
Mas Alby sebenar kenapa sih aneh banget, wajahnya murung sejak keluar dari cafe, apa ada masalah ya, tapi sepertinya tadi baik-baik saja nggak ada masalah apapun, batin Nila yang heran dengan perubahan wajah Alby.