Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 374


__ADS_3

"Mi, kita harus kerumah sakit sekarang," ucap Karina.


  "Ngapain, memangnya siapa yang sakit?" tanya Azmia.


  "Barusan Kak Daffa kirim pesan kalau Mba Nila kecelakaan," jawab Karina.


 "Astaghfirullah, ya udah ayo!"


Azmia dan Karina bergegas keluar dari ruangan Azmia berjalan menuju keluar cafe.


 ****


Di rumah sakit


  "Tenangkan dirimu, bismillah semuanya pasti akan baik-baik saja," ucap Bunda sambil mengelus punggung putranya yang kini terlihat begitu lemah.


 Alby hanya membalas dengan anggukan kepala.


 Satu jam berlalu pintu ruang operasi terbuka terlihat satu perawat keluar. "Keluarga pasien Nonya Nila," panggil perawat.


 Alby dan Bunda langsung menghampiri perawat. "Kami, Sus."


 "Gimana keadaan istri dan anak saya, Sus?" tanya Alby.


 "Alhamdulillah anak bapak selamat, tapi Ibunya koma," jawab Suster.


Alby jadi merasa galau antara senang dan sedih. Perasaan senang karena buah hati yang dia nantikan terlahir dengan selamat, tapi di sisi lain dia juga merasa sedih karena istrinya masih mengalami koma.

__ADS_1


  'Ya Allah semoga Engkau berikan keselamatan pada istri hamba.' Alby memanjatkan doa dalam hati. Dia meminta pada Sang Ilahi agar memberikan kesembuhan pada istrinya.


 "Al, kamu temui dulu si baby. Adzanin dulu biar Bunda yang di sini," ujar Bunda.


  "Iya, Bun," balas Alby.


***


Di parkiran RS.


 Azmia dan Karina kini sudah tiba di rumah sakit. Karina segera menelepon Daffa memberi kabar jika dia sudah tiba di rumah sakit.


 "Kita sambil jalan aja yuk!" ajak Azmia, dari pada menunggu di parkiran nggak jelas mending sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


 "Assalamualaikum, Kak," ucap Karina saat sambungan telponnya terhubung.


  " ..... "


  "Baik, Kak," balas Karina kemudian menutup sambungan telponnya.


 "Mi, kita ke UGD," ucap Karina.


Azmia membalas dengan anggukan kepala.


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menuju ruang UGD.


 "Bunda," panggil Azmia saat tiba di ruang UGD terlihat Bunda sedang duduk di kursi tunggu. Azmia menghampiri Bunda menyalami mertuanya kemudian duduk di samping Bunda Rita.

__ADS_1


  "Bagaimana keadaan, Mba Nila?" tanya Azmia.


 "Dia masih belum sadarkan diri. Kata dokter jika hingga esok hari Nila belum sadar juga maka dokter akan melakukan tindakan lagi," jelas Bunda.


  "Sebenarnya apa yang terjadi, Bun?"


  "Bunda juga kurang paham, Sayang. Tadi tiba-tiba polisi telpon memberi tahu jika Nila kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit ini. Dugaan sementara kecelakaan tunggal. Menurut polisi Nila kurang konsentrasi saat mengendarai mobil sehingga menabrak trotoar dan berhenti saat menabrak pohon." Bunda menceritakan apa yang dia ketahui dari polisi, karena hingga saat ini polisi masih menyelidikinya.


  "Semoga secepatnya Allah beri kesembuhan pada Mba Nila ya, Bun," ucap Azmia.


  "Iya, Sayang," balas Bunda.


  "Mas Alby mana, Bun?" tanya Azmia.


  "Alby sedang berada di ruang bayi," jawab Bunda.


"Mba Nila sudah melahirkan?"


"Sudah, tadi terpaksa dokter lakukan SC karena takut baby kenapa-napa," balas Bunda.


"Apa kita tidak boleh masuk ke ruang UGD?"


"Saat ini belum, kata dokter sih nanti sekitar satu jam lagi baru boleh masuk."


"Oh, gitu. Semoga Mba Nila cepat sadarkan diri ya, Bun," ucap Azmia.


"Amin," balas Bunda. Dia juga berharap semua baik-baik saja, meskipun Nila menantu yang sedikit agak kurang, tapi dia juga tidak tega saat melihat Nila terbaring lemah di brankar dengan selang infus serta peralatan medis di tubuh menantunya.

__ADS_1


__ADS_2