
Malam nya ketika makan malam dimeja makan mami mengajak Ferdi dan Aya untuk undangan bersama minggu depan
" Apa undangan nya sudah diterima " kata papi menatap Ferdi
" Sudah pi, tadi sore " kata Aya
" Bagus lah Aya ikut ya nak " kata mami yang kini sedikit tenang ketika Heni tak bisa pulang Dan Kaifa mulai menjauh .
" Ya mi " kata Aya
" Besok mami siapkan gaunnya " kata mami Yang tak mau menantu nya itu di rendahkan oleh orang lain
" Hah .... ngak perlu mi , Kan baju Aya sudah banyak " kata Aya
" Pokoknya Aya nurut mami !! Agar Aya tampil beda " kata mami yang tak mau Aya terlihat kampungan .
" Dan mami juga mau bikin acara 7 bulanan Aya dengan syukuran di mansion ini Dan akan mengundang banyak tamu . Anggap ini ganti dari resepsi pernikahan Aya ya nak " kata mami
" Hah .... tapi mi apa ngak boros " kata Aya yang tak pernah menginginkan pesta
" Aya tenang saja mami dan papi yang akan mengurus semuanya .Dan suami mu itu hanya mengurus undangan nya " kata papi
" Ya pi " kata Aya
" Ferdi sih ok saja terserah mami dan papi " kata Ferdi yang tak terlalu ambil pusing karna selama ini pernikahan nya baik baik saja Bahkan walau tampa pesta. Karna semakin sedikit Aya terekspos media sosial Semakin tenang hidupnya Karna Ferdi tak mau terusik. Itu lah sebab nya Ferdi tak mengumbar kehidupan pribadinya pada semua orang
Dan lebih menyembunyikan Aya. Sampai hari ini pun para karyawan nya masih banyak yang belum tahu kalo Ferdi sudah menikah .
" Kalian tenang saja mami dan papi sudah bicara pada Alan Kan masih sebulan lagi .Ferdi hanya menyiapkan nama nama tamunya saja " kata papi
" Ya pi oh ya sayang minggu depan abang mau ke Australia dua hari Aya abang tinggal dirumah ngak pa pa kan " kata Ferdi .
" Ngak papa bang ,tapi boleh ngak Aya pulang ke Yogya mau nengok rumah pulang pergi Kan Aya naik pesawat bang " kata Aya minta Izin Karna itu ada kesempatan bagi Aya untuk pulang
" Aya mau pulang sayang mami titip ya " kata mami
" Mi ..... " kata Ferdi
" Lah kan cuma sedikit ngak banyak ya ngak sayang " kata mami
__ADS_1
"Ya mi , rica rica sama bebek panggang kan " kata Aya tersenyum
" Anak pintar " kata mami
" Hahaha .....mami ngak kasihan Aya repot membawanya " kata papi
" Ngak pi kan pakai troli lagian nanti juga diantar pa Sapto dan Rio " kata Aya
" Ya terserah Aya saja ,asal jangan kecapean ya Abang paling lambat 3 hari sudah pulang karna di sana Full time takut Aya bosan di hotel " kata Ferdi yang ngak mau istrinya itu bad mood
" Ya bang terimakasih " kata Aya
" Salam buat Ayah dan Ara Pulang nya kalo abang ngak repot nanti Abang jemput Karna abang juga belum sempat lihat rumah kita " kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya .
" Oh iya Ferdi belum lihat rumahnya ya . Rumahnya bagus Fer kau pintar membuat desain nya Papi rasa kau punya bakat menggambar dari mami . Dan rumahnya terkesan mewah dan juga luas .Papi suka Dan lagi ada kebun samping nya sangat rapi " kata papi yang senang dengan suasana rumah Ferdi dan Aya
" Iya Fer, mami suka lagi pula sudah di tembok keliling jadi aman " kata mami Yang senang melihat rumah di pedesaan.
Acara makan malam pun terasa akrab Ferdi pun terlihat senang karna kini Hidupnya punya tujuan dan arah Setelah menikahi Aya pelan pelan tapi pasti kini ia membangun rumah tangga dengan niat ia bisa hidup bahagia seperti mami dan papinya
********
" Trimakasih sayang susunya " kata Ferdi Yang tadi meminta susu coklat .Sedangkan Aya susu putih
" Sama sama bang kan sekalian " kata Aya berbalik
" Dia pasti kangen sama abang " kata Ferdi mencium dan mengusap perut Aya
Yang entah mengapa ia merasa bahagia ketika Aya hamil benih nya
" Ya bang tapi kan ade belum gerti " kata Aya yang mendongak ke wajah Ferdi
" Ya .... abang tak sabar melihat ade lahir pasti dia tampan kaya abang " kata Ferdi dengan pedenya
" Hahaha .... ih abang kaya tahu aja ,pas nanti mirip Aya gimana " kata Aya terkekeh
" Pokok nya mirip abang " kata Ferdi tak mau kalah
__ADS_1
" Ya terserah deh " kata Aya memeluk pinggang Ferdi erat
Ferdi pun lalu berlutut dan mencium perut Aya Rasa sayang pada buah hatinya begitu besar .Karna ingin melihat darah daging sendiri .
" Sudah bang geli bang " kata Aya terkekeh ketika Ferdi menciumi perutnya lalu menyingkap sedikit daster Aya
" Bang ..." kata Aya kaget karna suami nya itu mulai nakal ke arah mesum
" Santai lah " kata Ferdi lalu mengendong .Aya ketempat tidur . dan membuka daster Aya dan mencium perut Aya cukup lama
Aya pun hanya bisa terdiam dengan ulah suaminya itu. Untung tadi selesai makan mereka sholat berjamaah dulu .Kalo tidak suaminya itu akan lupa daratan.
" Bolehkan abang menengok ade ya " kata Ferdi
" Ya " angguk Aya sambil tersenyum
Dan Ferdi pun mulai bermain pelan yang membuat Aya tak bisa menahan diri
Keduanya akhirnya larut dalam peraduan cinta
Sedangkan di tempat lain seorang wanita sedang bertemu dengan seorang pria yang tak dikenal .Dan mereka saling berhadapan
" Kau beres kan wanita itu Aku tak mau tahu dan ingat jangan sampai nama ku terseret . Lalu pergi dari kota ini setelah selesai " kata wanita itu memberikan cek pada si pria misterius yang memakai masker penutup wajah
" Baik trimakasih akan ku pasti semua aman " kata pria itu
" Ya kalo tidak kau pasti tahu akibatnya " kata wanita itu
" Baik nyonya " kata pria itu Lalu meraih cek dan foto yang diberikan lalu pergi meninggal kan wanita itu
Wanita itu lalu bergegas pergi untuk pulang Dan masuk sebuah mobil yang menunggu nya .Dan mobil itu pergi meninggalkan lokasi tempat itu
Disisi lain Aya terbangun dari tidurnya
Dengan tubuh gemetar
" Astagfirullah aladzim ya Allah apa itu mimpi buruk " kata Aya Yang bermimpi ada orang yang ingin membunuhnya .
" Ya allah ampuni aku " kata Aya yang beranjak dari tempat tidur dengan tubuh polos Sedangkan Ferdi tertidur pulas .
__ADS_1
Aya pun lalu masuk kamar mandi di lihat nya jam menunjukkan angka 02 15 Yang membuat Aya langsung membersihkan diri dengan air hangat .Tak lama Aya pun keluar dan berpakaian dan melap rambut basahnya Setelah itu Aya sholat malam 6 rakaat dan berdoa. Meminta perlindungan pada Allah
Cukup lama Aya duduk sajadahnya dan berzikir serta membaca tasbih dan juga membaca doa untuk keselamatan nya dan suaminya Juga ayah dan Ara juga mertua nya Orang orang yang ia sayangi Agar tak ada bahaya mengintai mereka .