Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 217


__ADS_3

Sorenya Aya merasa bahagia Mendengar papi dan mami akan pulang besok pagi


Karna mereka rindu dengan si kembar


" Alhamdulilah " kata Aya menaruh ponsel nya diatas nakas Setelah menerima telpon dari mami Risma Karna ia juga rindu pada mertuanya itu. Walau Aya bekerja di rumah Namun Aya tetap butuh mertuanya Tiap kali ia merasa jenuh pada laporan nya Ia merindukan mertuanya Karna ia masih perlu bimbingan dan banyak belajar


" Mhem...... kok senyum senyum " tegur Ferdi mengangetkan Aya


" Mami besok pagi pulang bang .Kok tumben abang pulang cepat " kata Aya tersenyum Lalu mendekati suaminya


" Bukan nya minggu " kata Ferdi menaruh tas nya di atas kursi


" Tadi nya mau nya begitu bang , Tapi mami dan papi bilang rindu sama si kembar " kata Aya sambil melepaskan dasi Ferdi dan berjinjit sedikit agar bisa melepas dasi suaminya


Cup ....


" Bagus lah kita bisa kencan kalo mereka pulang " kata Ferdi tersenyum


" Ih abang apaan sih kan kita sudah punya dua anak masa kencan juga " kata Aya terkekeh


" Ya skali kali abang juga ingin pacaran sama istri abang ini. Kan kita jarang pergi berdua malam minggu Dan abang juga ingin bersenang senang masa kerja melulu " kata Ferdi mencium Aya dan memeluk istrinya itu dengan mesra .


Membuat Aya tersenyum " Ya boleh bang Biar ngak jenuh dirumah dan di kantor ya bang " kata Aya mengalungkan tangannya di leher Ferdi .Karna dulu memang mereka langsung menikah . Dan apa salahnya di waktu senggang mereka pacaran untuk merefresh waktu ulang


Kenangan kencan yang tertunda .Karna Aya juga belum pernah pacaran .Dan kini ia bisa berkencan dengan kekasih halalnya tuan Ananda Ferdinan muda


" Mana si kembar " kata Ferdi


" Di kamar mereka bang , sama mba Wati juga Mba wati sudah datang pagi tadi Jadi Aya bisa sedikit santai Apalagi ada mba Tania " kata Aya


" Bagus lah kita punya baby sister gratis sekarang " kata Ferdi terkekeh sambil memeluk Aya Dan lalu mengecup bibir istrinya itu pelan


" Hehehe......abang bisa saja " kata Aya Yang tahu Tania mulai suka dengan dua bayinya itu Sampai sampai minta di panggil bunda.


" Ya biar kan saja biar Tania senang " kata Ferdi


" Iya bang mba Tania butuh hiburan , Apa suaminya tidak datang kesini lagi " kata Aya menatap Ferdi


" Nanti malam sepulang kerja " kata Ferdi Yang tahu Deril slalu pulang malam .


" Ya sudah biar Aya ambilkan salinnya dulu ya " kata Aya yang lalu melepas pelukan nya .


" Ya " kata Ferdi mengecup bibir Aya Yang membuat Aya hanya bisa tersenyum Dengan perlakuan romantis suaminya itu Karna ia juga menikmati kebahagiaannya


Kapan lagi Ferdi bisa memanjakan nya

__ADS_1


Selain sepulang kerja .Karna di waktu lain


Ferdi akan slalu sibuk .Dan Aya hanya bisa menikmatinya hidup nya seperti air yang mengalir Karna ia juga butuh kasih sayang dari suaminya


Setelah Ferdi berganti pakaian Mereka pun menuju taman samping Dan naik ke gazebo dimana Tania bersama si kembar sedang asyik tiduran Yang ditunggui Wati dan Erni .


" Astaga mereka tidur " kata Aya kaget


" Iya nona , kata nya nona Tania udaranya sejuk jadi mereka tertidur


" Hahaha.... lihat dia seperti bunda Afnan dan Aska saja Ay " kata Ferdi Melihat sepupunya itu tertidur pulas Sambil memeluk si kembar Yang membuat Ferdi mengambil foto Tania Lalu mengirim nya pada Deril .


" Abang kirim kemana ?" kata Aya


" Buat mami dan Deril biar mereka tahu abang punya baby sister baru " kata Ferdi tersenyum


" Ih abang ada ada saja " kata Aya tersenyum Lalu mereka menyuruh Wati dan Erni istirahat Karna Ferdi dan Aya ingin bermain Ayunan sambil menunggu anak anak mereka bangun .


Disisi lain sebuah notifikasi masuk


Ting ..........


" Lah pi, kok ponsel Deril ada di sini pi" kata wanita paru baya itu lalu membuka ponsel putranya.


" Astaga ......ini pi...... coba lihat bukan nya ini Tania kenapa ....." kata mami Deril bingung


" Bukannya mereka sudah bercerai Kenapa ada yang mengirim gambar Tania Lalu dua bayi itu siapa pi ....Apa mereka cucu kita " kata mami lagi


" Ngak mungkin Deril pasti tak akan menceraikan Tania kalo ia mau hamil anaknya Apa lagi Tania menolak untuk punya anak " kata papi menatap mami


" Tapi dua anak anak ini lucu dan mengemaskan pi " kata mami Yang memang berharap putra sulungnya itu memberikan cucu pada mereka Karna Tommy masih kuliah dan baru bertunangan.


" Nanti kita bisa tanyakan padanya Apa itu anak Tania atau bukan .Paling hanya untuk pamer saja " kata papi


" Pi ...." kata mami


" Wajar saja dia begitu Papi tahukan kita terlalu banyak menuntut hingga akhirnya mereka bercerai " kata mami Yang tak enak dengan besan nya


" Terserah mami saja, papi ngak ikut campur masalah mereka Deril bisa mengurus dirinya sendiri .Akan lebih baik bila ia cepat menikah lagi " kata papi yang duduk santai di sofa Sedangkan mami Deril hanya terdiam


Berpikir tentang mantan menantunya itu


**********


Di cafe Via merasakan perutnya mual Karna mencium bau tak enak . Yang membuat Qila cepat cepat menghampirinya

__ADS_1


" Kenapa Vi" kata Qila .


" Ngak tahu La perut ku mual " kata Via


" Jangan jangan kamu hamil Vi " kata mamah Sila ikut menghampiri


" Hah .... hamil ..." kata Ratih dan Nila


" Wah ...Ara bakal punya keponakan lagi nih " kata Ara senang .


" Heh..... belum ra mana mungkin " kata Via Yang menatap Qila


" Ya nanti , Via minta diantar ke dokter saja kalo pun hamil tak masalah kan Orang sudah punya suami juga Dan kuliahnya bisa cuti sementara. Dan lagi rumah kalian sudah selesai Ngak jadi masalah Vi itu namanya rezeki " kata mamah Sila


" Ya mah , tapi Via belum tahu benaran hamil atau hanya masuk angin biasa " kata Via bingung .


" Sudah santai saja kak, istirahat dulu masih ada kita kok " kata Ara


" Ya kak , bos nya aja santai makanya anak buahnya ngikut " kata Nila


" Iya mba Via istirahat saja kan ada emak sama mamah " kata emak paijo Yang sudah betah kerja di cafe Karna mereka bagian menyiapkan makanan.


" Ya Vi yuk masuk kamar " kata Qila


" Ya mba istirahat dulu sambil telpon bang Yusuf biar bisa periksa ke dokter " kata Ara


" Ya de " kata Via yang lalu berjalan pelan ditemani Qila Sedangkan Ara bersama Ratih dan Nila kembali kerja . Kadang Ara juga membantu melayani pembeli Agar pelanggan tak menunggu lama Dan agar para pembeli juga senang Karna pelayanannya cepat dan praktis Apalagi cafe mereka sudah mulai banyak punya pelanggan .


" Ra kalo kamu hamil kamu sudah siap belum " kata Nila yang tahu pasti Ara juga sudah tidur dengan Rio


" Ya kalo sudah waktunya Mau ngak mau aku terima Nil . Kan kita juga sudah menikah masa kita buang sih .Malah aku senang biar ada hiburan di rumah sama yu Irah " kata Ara


" Iya juga ya aku masih menabung tahun depan baru akad " kata Nila lirih


" Heh..... bersyukur Paijo sudah melamar dan ngasih uang nikah, nah aku belum ada yang mau lamar " kata Ratih


" Sabar siapa tahu nanti ada cowok keren nyasar jadi jodoh lho " kata Ara


" Hi ... kalo tanggung jawab ganteng dan baik ngak masalah ra kaya Kak Via Takutnya preman kesasar atau boranan apes gue " kata Ratih


" Amit ... amit jangan deh Rat, biar lho suka usil sama aku .Aku berdoa lho dapat yang terbaik deh Rat ... jangan cowok preman ya ngak ra " kata Nila


" Ya Rat .... kita berdua berdoa yang terbaik tunggu saja dengan sabar .. Kalo jodoh ngak kemana ?" kata Ara.


" So sweet kalian bikin aku baper " kata Ratih memeluk dua sahabat nya itu. Berharap dia juga bisa hidup bahagia seperti dua sahabat nya itu

__ADS_1


__ADS_2