
Setelah selesai Aya dan Ara pun kembali kekamar si kembar untuk melihat kedua
nya yang tertidur pulas di jaga Erni dan wati Yang sibuk merapikan kamar
" Apa mereka terbangun " kata Aya
" Tidak nona , mereka sangat pulas ." kata Wati sambil merapikan mainan si kembar .
" Ya sudah , saya istirahat dulu ya " kata Aya Sedangkan Ara tersenyum sambil mengusap kepala kedua keponakannya
Sebenar ia ingin tinggal lebih lama Tapi ia harus kerja dan sekolah Karna sudah tahun ajaran baru. Dan lagi Rio juga harus kembali ke perkebunan .
" Iya nona " kata Erni
" Ayo de kita istirahat , mereka pasti sangat lelah .Kalian juga istirahat " kata Aya mencium pipi Afnan dan Aska.. Dan mengusap kepalanya . Karna siang saja si kembar bermain di kamar mereka Malam nya Afnan dan Aska masih tidur bersama Ferdi dan Aya di kamar mereka. Karna Ferdi sudah menambah ranjang baru untuk dua buah hatinya itu.
" Ya kak " kata Ara .Yang lalu kembali kekamarnya .Begitu juga dengan Aya
Ceklek......
Ara pun masuk dan menutup pintu Lalu menguncinya dan berbaring di samping Rio Yang sedang bicara dengan Paijo di yogya. Dan setelah selesai ia pun lalu meletakan ponselnya di samping bantal
" Apa semua sudah istirahat " kata Rio menatap Ara .
"' Iya mas, si kembar juga. Ara merasa berat meninggalkan mereka .Saat mereka sangat lucu lucunya " kata Ara
" Ya ....sabar ya , nanti waktu libur kita kesini lagi " kata Rio tersenyum sambil mencium Ara. Padahal ia juga ingin punya momongan Tadi ia harus sabar menunggu Ara sampai lulus SMA..
" Ya mas " kata Ara Lalu memeluk suaminya dengan sedikit manja .
" Hehehe...... apa mereka mengusili tantenya " kata Rio terkekeh . Melihat Ara bermanja manja padanya
" Tidak Ara hanya gemas " kata Ara
Rio pun lalu memeluk gadis kecilnya itu. walau tubuh Ara bongsor .Ara tetap lah anak remaja Yang masih sama seperti Ratih dan Nila Yang masih bermain dan bercanda seperti anak lainnya .Itu lah sebabnya Rio tak mau mengekang kebebasan Ara .Karna ia ingin Ara dewasa dengan sendirinya.
" Tapi Ara juga ingin punya bayi lucu seperti mereka juga mas " kata Ara pelan
__ADS_1
" Ya tiga tahun lagi ya , kita cicil dulu buat nya " kata Rio yang tak terlalu menanggapi keinginan Ara ..Karna ia tahu Ara masih plin plan .
" Tapi kalo kebobolan kaya kak Via gimana ?" kata Ara menatap Rio
" Berarti itu rezeki kita " kata Rio tersenyum memeluk Ara erat
" Ya " kata Ara mencium bibir Rio entah kenapa ia sangat senang Bisa menguasai suaminya itu .
Rio pun tak menolak sikap agresif istri kecilnya itu . Dan ia pun membalasnya dengan ciuman panas dan ******* bibir Ara Yang membuat Ara semakin tak bisa menahan diri.. Dan siang itu mereka sibuk bermain cinta di dalam kamar sambil beristirahat.
Sedangkan di kantor Ferdi Alan dan Tris tersenyum mendengar perusahaan Frans terpuruk .Yang membuat Tris berpangku tangan . Ketika mendengar Perusahaan Frans lagi bergoyang Karna mereka berani membuat Ferdi celaka dan sudah bertindak terlalu jauh .
" Kita tinggal menunggu beberapa hari lagi bos Aku tak sabar menunggu kehancuran mereka " kata Tris
" Santai sedikit Tris , jangan terbawa emosi Karna kita bukan penjahat Agar mereka tahu mereka tak main main dengan kita " kata Alan
" Ya agar mereka tahu , kita tak bisa dianggap remeh ." kata Ferdi duduk santai sambil melihat laptopnya
Ferdi bukan seorang pria pendendam Atau pun pemarah di balik sikap arogan nya pria itu masih punya sikap lemah lembut. Walau terkesan cuek dan sinis .
Ferdi juga memberikan investasi pada perusahaan perusahaan kecil Tanpa memberi bunga besar Termasuk perusahaan pa Kevin Mungkin karna bapa mertuanya saja itu saja Saat itu memang sedang terpuruk Membuatnya terdesak hingga menjadi Aya sebagai pelunas hutangnya . Padahal ia tak mengharap kannya apa apa selain di cicil rutin dan di bayar pelan
" Bos kok senyum senyum " kata Tris
" Hah..... oh tidak hanya ingat sesuatu " kata Ferdi tersenyum
" Ck... pasti pikiran mu sedang pada nona Aya kan tuan " kata Alan menebak
" Hahaha........ kau cerdas Lan, tahu saja aku memikir nya " kata Ferdi tertawa senang .Karna memang tiap kali ia mengingat Aya. Ferdi merasa senang Banyak kenangan indah yang mereka lewati saat ia menyembunyikan Aya Dan sekarang villa itu sudah lama tak ia kunjungi Karna ia dan Aya sibuk dengan Aktivitas masing masing .
" Bos, jangan bilang bos ingin menambah bayi lagi . Beri jeda aku saja belum jadi " kata Tris menyindir Ferdi
" Astaga berarti kau harus lebih maksimal Tris , buat saja tiap hari. Karna aku juga sedang menyicil nya sedikit demi sedikit " kata Ferdi tertawa
" Aish kalian ini , kenapa masalah itu di bawa kekantor sih . Kenapa tak dirumah saja dibahasnya " kata Alan yang merasa gerah mendengarnya
" Hei .... bro ngak usah munafik . Makanya cepat menikah biar tahu rasanya " kata Tris sengaja meledek Alan yang masih jomlo
__ADS_1
" Ya..... ya.... ya " kata Alan yang memang masih nyaman dengan kesendirian nya .Sebenarnya ia sudah punya seseorang yang ia sukai .Tapi karna ia masih fokus pada pekerjaan nya ia pun mengabaikannya Karna ia sempat lengah menjaga Ferdi .
Yang membuat Alan merasa tak nyaman pada tuan besarnya .Karna ia memang di tugaskan menjaga pewaris tunggal Ferdinan itu..Karna ia sudah dibayar mahal .Apalagi gajinya lebih besar pada gaji Tris .asisten tuan mudanya itu
" Sudah aku lanjutkan pekerjaan ku dulu
Karna aku mau cepat pulang bertemu dua jagoan ku " kata Ferdi Yang sekarang slalu rindu pada si kembar Karna ia merasa bangga sudah mempunyai anak anak yang lucu dan mengemaskan.
" Ya bos ,aku juga " kata Tris yang membiarkan Alan terdiam sendiri Yang membuat Alan menyibukkan diri dengan bermain ponselnya. Dan mengirim pesan pada seseorang .
Ditempat lain Tina baru saja ingin istirahat Ketika ponselnya mendapat kiriman notifikasi dari seseorang
" Astaga apa dia tak menjaga tuan " kata Tina melihat pesan di ponsel nya
***** Aku rindu bisa bertemu nanti malam ****** Alan
Tina hanya tersenyum . Mengingat pria maskulin itu .Dia memang bekerja lantaran Alan kakak kelasnya itu yang memberi rekomendasi pada nya ..Awalnya Tina menolak karna tak ingin menjadi bodyguard Tapi karna demi sang kakak ia pun bekerja pada Ferdi karna gajinya cukup besar .Dari gajinya bertugas sebagai seorang perwira di kesatuan. Dan Aya berhenti Karna ia sempat menjadi bahan tertawaan Juga anak bawang tiap kali ia bergabung pada kakak letting nya . Yang membuat mereka tak ingin di saingi adik tingkat nya seperti Tania
" Pasti dia sedang punya waktu kosong sekarang " kata Tina membalas pesan Alan .
**** Ya nanti malam saja ***
Send ......
Ting ......
Alan pun tersenyum melihat balasan pesan nya Yang membuat Tris dan Ferdi saling pandang Dan berbisik pelan .
" Apa kita buat drama saja , biar keciduk " kata Tris berbisik pelan di telinga Ferdi
" Atur manis saja " kata Ferdi mengedipkan matanya Dan kembali fokus pada layar laptopnya. Seakan mereka tidak tahu kalo Alan punya kekasih
" Mhem......" jawab Tris lalu kembali asyik dengan pekerjaan nya .
" Tris aku tunggu hasilnya " kata Ferdi
" Siap bos , tunggu saja pasti aman " kata Tris santai.. Yang membuat Alan mengira mereka bicara tentang bisnis .
__ADS_1
Sedangkan Tina tersenyum bahagia Dan memejamkan matanya di kamarnya . Karna nona nya sedang istirahat Jadi ia pun bisa beristirahat sebentar Sambil menunggu nona mudanya itu bangun Dan beraktivitas kembali nanti bersama tuan muda kembar Yang harus slalu ia awasi pagi siang dan malam. Karna itu sudah menjadi pekerjaan nya .