Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 458


__ADS_3

Aya lalu menelpon Alan yang bersama papi mertuanya di lapangan golf Karna sedang berkumpul dengan teman temannya


" Ya nona kami sudah ingin pulang " Kata Alan


" Apa itu Aya" kata papi


" Ya tuan , nona bilang mau menyusul mami kebutik " kata Alan


" Ya ayo kita pulang , kau bisa mengantar nya setelah ini " Kata papi Sandi


" Baik tuan " Kata Alan Karna memang pekerjaan Alan sedikit longgar Bila bersama tuan besarnya itu


Dan tak lama mereka sampai di mansion Bersamaan Aya yang keluar dari dalam rumah


" Pi Aya pinjam kak Alan ya " Kata Aya langsung menyalami papi Sandi Ketika mertuanya itu datang


" Ya hati hati , Apa mami mu di sana " kata papi


" Ya pi, tadi diantar bang Ken " Kata Aya


" Ya sudah pergi lah " Kata papi Sandi


Aya mengangguk dan langsung masuk mobil Lalu Alan kembali memutar mobil menuju butik


"' Mau apa kesana nona " Kata Alan


" Apa kak Alan sudah tahu mba Siska kecelakaan " Kata Aya


" Ya tadi pagi mami sudah memberi kabar . Kami sudah membesuk Siska di rumah sakit " Kata Alan


" Bisakah kak Alan minta kak Ran menjaga Siska . Karna Aya yakin dia barang bukti otentik mami "Kata Aya


" Ada apa ?" Kata Alan menoleh pada Aya


" Siska bukan murni kecelakaan kak, ada unsur kesengajaan skenario yang di buat seseorang Dan Aya curiga ia ingin menghilangkan jejak Jadi tolong minta Kak Ran untuk berjaga disana " Kata Aya


" Baik nona " Kata Alan ya tahu intuisi Aya sangat tajam Lalu Alan menghubungi Ran yang sedang standby untuk kerumah sakit menjaga Siska .Sedangkan mobil menuju butik dengan cepat .


Aya cepat keluar dari mobil setiba nya di butik Dan bergegas masuk kedalam untuk melihat para karyawan Yang sudah bersiap pulang . Dan mami baru saja ingin menuruni tangga Ketika melihat lampu gantung hendak jatuh menimpa mertuanya

__ADS_1


" Mami jangan turun " Teriak Aya keras Membuat Ken menarik tubuh mami Bersamaan dengan yang ikut Alan masuk


Prang ......... Prang........ brak ....


Semua karyawan pun kaget Dan mundur melihat lampu hias cantik berukuran besar itu jatuh berserakan di lantai Yang membuat mami kaget dan melongo


" Nona awas " Kata Alan menarik tangan Aya untuk mundur .Sedang kan mami di pegang Ken dan Tan di lantai dua


" Astaga bagaimana itu bisa terjadi " Kata mami Yang tak menyangka Aya datang untuk mengingatkannya .


" Kalian boleh pulang semua suruh pa satpam untuk masuk " Kata Aya Yang menyuruh para karyawan nya untuk pulang Sedangkan Tan bergegas turun untuk merapikan pecahan lampu hias itu


" Ken periksa cctv nya " perintah Alan


" Baik bang " Kata Ken mengandeng mami Risma menuju ruangan cctv Untuk melihat rekaman seluruh butik Sedangkan Aya mengawasi semua ruangan butik takut kalo ada hal yang mencurigakan


Dua satpam yang membersihkan pecahan lampu itu memasukan nya dalam karung Sedangkan Tan menyapu bekas sisa sisa pecahan yang tersisa Sedangkan Alan dan Aya memperhatikan sekeliling nya Setelah merasa aman Alan dan Aya naik keatas Untuk menemui mami dan Ken Namun belum sempat Aya dan Alan sampai kepintu masuk ruangan cctv seorang pria menyerang mami dari belakang dan Aya langsung berlari cepat menyerang pria itu .


" Mami awas !!!!" teriak Aya nyaring Dan meluncur menendang pria itu kesamping


Brak brak dor. .....dor


" Mami ngak apa apa ?" Kata Aya


" Alhamdulilah nak, mami baik baik saja " Kata mami Yang hampir jantungan mendengar suara tembakan Karna pria itu mengincar mami dan Aya


Setelah lima belas menit Alan berhasil membekuk pria bertopeng itu Dan Alan langsung melaporkanya ke polisi sektor terdekat .Dan Aya bergegas pergi membawa mami untuk turun bersama Ken untuk masuk mobil .


" Tan , antar nona dan nyonya pulang baru kau kembali kesini " Perintah Ken


" Baik bang " Kata Tan .


"Ayo nona, nyonya " Kata Tan menemani keduanya keluar lalu membukakan pintu mobil Dan kembali menutupnya setelah Aya dan mami masuk Setelah itu Tan ikut masuk mobil untuk membawa mereka pulang menuju mansion keluargga Ferdinan Bersamaan mobil Ferdi juga baru saja masuk pintu gerbang sepulang dari kantor


" Mami Ay kalian dari mana ?"Kata Ferdi


" Dari butik bang " jawab Aya Sedangkan mami bergegas masuk Tanpa bicara karna masih shock Pada apa yang terjadi barusan di butik .


" Ada apa dengan mami " Kata Ferdi menatap Aya

__ADS_1


" Mungkin masih kaget "Kata Aya Yang mengandeng lengan suaminya itu masuk kedalam rumah Dan menuju kamar mereka


" Kaget kenapa ?" Kata Ferdi


" Nanti abang bisa tanya kak Alan "Kata Aya Yang menaruh tas Ferdi di atas meja Lalu melepaskan hem Ferdi


" Ya sudah abang mandi dulu " kata Ferdi seraya mencium bibir Aya


" Ya mandi lah pasti anak anak sudah menunggu abang " Kata Aya tersenyum Ketika tautan bibir Ferdi terlepas


Lalu Ferdi masuk ke kamar mandi Sedangkan Aya menyiapkan pakaian suaminya Setelah itu Aya keluar dari kamar untuk menyiapkan jus untuk Ferdi berserta cemilan nya


Sedangkan mami masuk ke kamar nya Langsung rebahan karna merasakan dadanya berdetak kencang Karna masih trauma dengan kejadian di butik Yang membuat papi bingung melihat istrinya itu terkapar di tempat tidur Tanpa bersuara. sedikit pun


" Astaga sayang ada apa ?" kata papa Sandi mengusap punggung mami


" Mereka itu gila pi, merencanakan sesuatu yang jahat " Kata mami serak


" Maksud mami ?" kata papi Sandi mengernyitkan dahi nya hingga kerutan jelas terlihat sambil berpikir


" Ada karyawan yang mengunakan uang butik Dan menyalah gunakannya Karna tak bisa membayarnya mereka sepakat mencelakai Siska dengan mendorong nya jatuh dari tangga Agar terlihat seperti kecelakaan Lalu menghapus jejak Tadi saja ketika mami hendak turun tangga Lampu hias jatuh tanpa sebab Dan Aya berteriak memperingati mami Begitu juga dengan tembakan itu " Kata mami bercerita membuat papi langsung memicingkan matanya karna terkejut


" Alan mana ?" kata papi


" Masih di butik , hanya ada Tan di depan " Kata mami .


" Ya sudah mami istirahat biar papi bicara dengan Tan " kata papi yang bergegas keluar kamar mencari Tan di teras. Ferdi yang baru keluar kamar langsung mengikuti papi Sandi yang seperti terburu buru


" Ada apa dengan papi ?" kata Ferdi


Sedangkan Aya membawa jus buah untuk Ferdi diruang tengah .Lalu kekamar untuk memanggil suaminya Namun di kamar tak ada suaminya


" Kemana dia " kata Aya bingung


Sedangkan di luar Ferdi bicara dengan Tan papi dan Sam Karna Tan menjelaskan semua apa yang terjadi di butik pusat Yang membuat Ferdi langsung menelpon Alan ingin tahu kejelasan seluruh kejadian Yang membuat Ferdi menyuruh Alan menyelidikinya.


" Kami sudah melaporkan tersangkanya tuan Tinggal nanti kita lihat seperti apa prosesnya " kata Tan


" Bagus , untung istri dan menantu ku tidak apa apa , aku bisa menghabisi mereka tanpa ampun " kata papi Sandi mengepalkan tangannya. Hingga rahangnya mengeras Karna karyawan itu mengincar mami Risma dan Aya Yang membuat papi tak terima Bila sampai terjadi apa apa dengan keluargga nya .

__ADS_1


__ADS_2