
Mobil alphard hitam berhenti di pinggir jalan ketika jalan macet akibat kecelakaan Dan Alan pun langsung membuka kaca mobil .
" Mang ayo naik " kata Alan .Ketika bodyguard membuka pintu mobil .
" Siap " kata mang Didin Yang bergegas masuk Dan mobil kembali berjalan pelan . Melewati mobil mereka Yang hancur remuk dan satu truk terbakar .Yang di lihat para polisi
" Biar kan Tris , ayo kekantor. Aku masih punya lusinan mobil " Kata Ferdi santai Melihat mobilnya remuk
" Hehehe ...... mereka pikir bisa seenaknya membunuh tuan muda . Kita tak akan rugi kehilangan satu mobil ya kan tuan " kata Alan
" Ya dong kita yang punya pabrik " kata Tris tersenyum .
" Good job Lan, Tris besok kalian dapat bonus " kata Ferdi duduk santai Karna tadi ia juga ikut tegang . memikirkan keadaan mang Didin .
Sedangkan di rumah besar Aya sudah siap hendak berangkat Ketika Tina mendapat telpon dari Alan .Karna tak boleh membawa Aya keluar .
" Maaf nona , ini tuan muda ingin bicara " kata Tina
" Ya " kata Aya yang menerima ponsel dari Tina .
Dan Aya pun lalu menaruh ponselnya di kupingnya Yang membuat Aya mengusap dadanya .Dan bernafas lega Mendengarkan Ferdi bicara .Yang bersyukur suaminya itu selamat . Dan ia pun lalu mengurungkan niatnya untuk pergi Lalu memberikan ponsel Tina kembali Dan bergegas masuk keruang tengah Menjelaskan semuanya pada Ara
" Kalo begitu biar Rio saja ya de , Yang pergi ketoko oleh oleh . Karna mereka tak mengenal mas Rio " kata Rio pada Ara yang duduk memangku Aska
" Ya de pergilah suruh pa Amat yang antar " kata Aya . Karna tak ingin terjadi apa apa Dengan kedua putranya. Mami yang keluar bersama papi kaget Karna Rio pergi sendiri .
" Gini mah , tadi ......" kata Aya menceritakan apa yang barusan terjadi pada suaminya Yang membuat papi mertuanya itu langsung menghubungi Alan dan Tris
" Astaga " kata mami Yang langsung meraih Afnan dan menciumi kedua cucunya itu .Dan mami bersyukur karena cucu nya itu baik baik saja .Dan mami pun menyuruh Rio pergi bersama bi Yam dan Tina Agar mereka aman bila terjadi apa apa . Sedangkan Aya bergegas mengambil uang cash di kamarnya Lalu memberikan nya pada bi Yam. Dan menyuruh Tina untuk mengawal Rio dan bi Yam Ke toko oleh oleh langganan mereka .
__ADS_1
Di sisi lain seorang pria tersenyum puas mendengar mobil Ferdi hancur dan terbakar Berharap pria itu tak selamat
" Bagaimana " kata suara bariton pria lain
" Akhirnya dia berakhir di neraka hahaha..... kita bisa bebas sekarang " kata Pria itu tertawa senang .Karna tak mungkin orang mati bisa memenjarakan mereka .Dan mereka bisa membayar polisi kapan saja Seperti yang mereka mau .
" Tapi bro apa kau yakin " Kata teman nya menatap lekat teman nya itu
" Ya aku yakin " kata Pria itu yang tak lain mantan kekasih Tania
" Tapi aku sangsi bro , Karna kemaren saja dia bisa selamat . Padahal aku mengira dia sudah mati di liang lahat. " kata pria itu Yang juga pernah bersaing dengan Ferdi .Tapi ia tak pernah menang .
" Ya kita lihat saja nanti , Aku sudah membuang banyak uang " kata Frans
" Ya ....kita lihat saja " kata pria itu terdiam. Karna dia sangat tahu tak mudah untuknya bisa menyingkirkan pria sekelas Ferdi yang sangat di segani Bukan cuma pintar Tapi juga ulet dalam mengelola bisnisnya Dan ia juga cucu pengusaha otomotif turun temurun Yang tak bisa dianggap remeh Karna Ferdi juga lulusan Jerman .Dan ia juga anak tunggal .Dan pastinya Ferdi punya orang orang kepercayaan yang sangat handal. Yang belum bisa mereka awasi
" Tuan , nona tak jadi pergi hanya Rio yang pergi berangkat mencari oleh oleh " kata mang Didin melapor
" Ya mang bagus , aku hanya ingin mereka baik baik saja " kata Ferdi
" Oh ya mang, mamang jangan muncul dulu .Karna Tris akan membuat kabar mamang sekarat " kata Ferdi terkekeh
" Saya sudah tahu tuan , semua sudah diatur Dan tuan besar menunggu kita untuk makan malam di rumah " Kata mang Didin .
" Ya mang bilang kita siap " kata Ferdi yang menyuruh Wina untuk memesan makan siang mereka .Di pesan saja . Karna ia ingat perkataan Aya pagi tadi untuk tidak makan di luar
" Dia sudah punya feeling sebelum nya walau aku tak mengerti " batin Ferdi Yang tahu istrinya itu slalu mengingat kannya bila tiap kali ia berangkat ke kantor .Dan kali ini Ferdi merasa Aya slalu punya firasat yang tajam .
" Bos kita rapat sekarang " kata Tris
__ADS_1
" Ya Tris , kita buat perusahaan itu morat marit " kata Ferdi yang sudah dapat info dari Tris .
Lalu mereka pun rapat darurat untuk Menjatuhkan perusahaan Frans .Agar pria blasteran itu pulang ke negaranya. Dan itu mudah bagi Ferdi . Karna ia slalu mengawasi pesaing bisnis nya .
************
Di kamar Aya .Ara tersenyum melihat Aska bernyanyi dengan suara pelan
"Aaa........ uuuu ....uuuu" kata Aska
" Kak , diam diam Aska bisa bersenandung " kata Ara berbisik
" Hehehe....... iya de, biarkan saja .Anggap saja kita tak mendengar nya. Nanti dia malu " bisik Aya pelan sambil tersenyum Sedangkan mami Risma sedang berada di ruang kerja papi.
" Iya kak, tuh Afnan juga ikutan " kata Ara lagi
" Ya kita lihat aja , biarkan ia mengeluarkan kreativitasnya sambil bermain " kata Aya karna kedua putranya itu sekarang sudah pintar duduk Dan merangkak cepat Yang membuat papi Sandi kaget dengan perkembangan Dua cucu kebanggaan nya itu.
Dua bayi itu sibuk berceloteh Ketika sang oma datang membawa bebek plastik yang membuat mereka senang Karna mami Risma baru mendapatkan nya dari bi Siti
" Ayo kita mandi dikolam renang " kata mami Risma Yang muncul tiba tiba
" Ye ..... hore ...mandi siang biar ngak dingin " kata Ara senang .
Karna ia juga ingin berenang Karna lama ia tak berenang mumpung suaminya itu pergi Dan ia bisa bebas bermain Karna malu bila ia bersikap kekanakan seperti dua keponakan nya itu. Padahal memang Ara masih remaja .
" Tuh tante senang , ayo Ay lama mami tak berenang .Mumpung papimu lagi bicara dengan relasi bisnis nya " Kata mami .Yang lalu mengendong Afnan Dan Ara langsung meraih tubuh Aska mengikuti mami Risma
Aya hanya tersenyum Kalo mertuanya itu banyak menghabiskan waktu bersama anak anak nya. Dan Aya tak mau menghalangi nya Karna bagaimana pun Mami Risma adalah omanya .Jelas ia tak bisa membatasi kedekatan mereka Sebab Aya masih tinggal di rumah mertua nya Tapi ada untungnya bagi Aya .Karna ia aman dan juga slalu di jaga oleh sang mertua. Walau ia baru menyadari .itu sekarang ini. Setelah mendengar banyak cerita dari Tina bodyguard nya.
__ADS_1