Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 396


__ADS_3

Rio dan Ara pun saling pandang Yang membuat mereka sepakat untuk membawa mbok ke yogya Karna di sana ada Asih dan pa Mamat juga yu Irah


" Ya sudah mbok tinggal di yogya saja sama Rio dan Ara ngak ada alasan mbok kerja untuk membantu mereka " tegas Rio


" Tapi le, ndu .mbok ngak tega ninggalin Sinta " kata mbok


" Wis mbok kan ada ibunya ngak perlu di pikirin Salah he dewe ngak tegas numpang mau jadi raja kudunya harus kerja Oh ya sertifikat tanah ada kan " kata Rio menatap mbok


" Masih le, tapi kemaren di tebung mas mu buat di gadaikan biar bisa nebus rumah mertua nya " kata mbok


" Ngak bisa mbok itu punya ku bukan punya mas " kata Rio yang sudah banyak menolong mas nya itu Tapi keluargga Sinta seenaknya


Tak lama mereka sampai di rumah dan Ara langsung membawa Mbok kekamar untuk berkemas Sedangkan Sinta dan keluargga nya sedang sarapan pagi .


" De makan dulu " kata sang mas menatap Rio


" Rio langsung pulang mas, cuma jemput mbok kesini , tega yo mas nyuruh ibu jualan ning pasar Harus nya mas yang usaha " kata Rio Yang langsung masuk kamar mbok lalu menutup pintu .


" Mas maafin Sinta ya Karna ibu dan bapak de Rio sama de Ara begitu " kata Sinta yang menghampiri suaminya Karna ngak enak hati Karna orang tuanya banyak berhutang untuk adik lelakinya jadi dia jadi korban orang tuanya Padahal mereka baru saja hidup mandiri


Dikamar Rio meminta surat surat tanah nya pada mbok Memang semua masih utuh Karna mbok ngak mau Kedua anak nya ribut Karna masalah hak milik Karna itu memang milik Rio


" Ini le, kau bisa menyimpan nya sendiri " kata Mbok


" Ya mbok, de masukan tas kita pulang sekarang Mas nurun kan sedikit oleh oleh dulu ya trus kita kerumah pak le dan bu le ya mbok " Kata Rio Yang tak mau ribut dengan mas nya


" Ya le " Kata mbok lalu mereka pun kedepan


" Mas Rio maaf , tadi ibu ngak tahu Kalo nak Rio Dan nak Ara pulang " kata ibu mba Sinta Yang keluar bersama bapa mba Sinta

__ADS_1


" Ngak apa apa bu , kami mampir sebentar saja Karna ada urusan ke pak le " Kata Rio sambil melirik mas nya . Sambil menaruh oleh oleh yang mereka bawa di meja .


" Ini mas oleh oleh kita " kata Rio Yang meletakan kotak kue dan buah buahan


Sang kakak hanya diam tak bicara merasa bersalah pada sang adik yang sudah banyak membantunya .Apalagi mbok nya ikut terbawa bawa . Namun ia lega Karna adik nya itu datang menjemput mbok Karna ibunya ikut jadi korban mertuanya Yang terlalu me manja kan adik iparnya nya Hingga mereka terusir dari rumah mereka sendiri .


" Le mbok ikut ade mu yo, kalian jaga diri besan titip anak anak ya " kata mbok pada ibu Sinta


" Ya mbok hati hati , nak Rio nak Ara maaf belum sempat mem bikin kan minum " kata ibu Sinta


" Ngak apa apa bu, kita cuma mampir sebentar kok " Kata Ara yang menurun kan emosi nya Karna ia menjaga harga diri suami nya


Dan setelah berpamitan mereka pun pergi untuk kerumah pak le Rio di kampung sebelah Dan sesampai nya di sana mereka di sambut dengan sumringah oleh keluargga pak le nya itu


" Mas oleh oleh turunin semua yang punya mbok jangan biar kan saja di mobil biar nanti di bawa pulang yogya " kata Ara Ketika membawa turun semua oleh oleh mereka .


" Ya de , oh ya mbok apa tas yang ada surat sertifikat semua sudah disini . " Kata Rio


" Ngak akan mbok rumah itu milik mbok selagi mbok hidup Kecuali mbok sudah tak ada baru kami membagi nya lagian selama ini Rio juga sudah banyak membantu mas Jadi ngak mungkin .dia tega melakukan itu " kata Rio Yang tahu posisi mas nya


" Ya le mbok hanya khawatir " kata mbok Yang kasian pada putra sulung nya itu Yang pasti nya merasa serba salah Dan terpojok antara istri dan mertua .


" Ya sudah ayo kita masuk mbok " kata Rio merangkul tubuh tua mboknya Dan untung Ara minta pulang kemaren Kalo tidak dia tak akan tahu mbok nya itu dalam masalah .


***********


Dirumah sakit Ratih dan Nila lagi asyik makan ketika Reyhan datang Karna Paijo pulang untuk mengantar emak nya untuk bekerja ke cafe lembur


" Lho kalian cuma berdua mana Paijo " kata Reyhan

__ADS_1


" Mas Paijo lagi ngantar emak bang , karna minggu kan emak lembur " kata Ratih


" Kenapa ngak dirumah saja ngak usah kerja Sudah ada Paijo kan nafkahi " kata Reyhan menatap Nila


" Ya mas tadi nya mau kita begitu , Tapi emak bilang dari pada emak ngomongin tetangga di rumah jadi dosa Karna kesepian mending kerja di cafe Karna sudah biasa kerja Dan lagi ade nya mas Paijo ikut suaminya Jadi tinggal sendiri dirumah Kalo kerja kan ada mamah Sila juga sama mba Qila kalo sepi mereka bisa istirahat " kata Nila


" Oh gitu ya bagus lah , Ya memang kalo orang yang biasa kerja Memang akan stres kalo menganggur .Ya walau gaji sedikit mending punya kerjaan tetap " Kata Reyhan Yang mamah nya juga ikut membantu sang tante mengurus butik Agar tak terlalu bosan di rumah Dan itu pun mereka masih di bantu mami Risma Bila ada acara biaya besar Namun Reyhan bersyukur mereka tak kekurangan .


" Iya bang maka nya kita biarkan saja mak bekerja sepuasnya , kalo sudah minta berhenti baru berhenti dan tinggal dirumah Tapi sekarang ya sekuat rmak saja " kata Nila karna mertuanya itu masih umur 50 tahun dan masih ingin bekerja Tak mau merepotkan anak anak nya selagi ia bisa bekerja padahal ia dan Paijo sudah memberikan jatah bulanan Tapi emak belum mau berhenti bekerja.


" Nih kue nya sama buah di habiskan Kan nanti sore sudah pulang " kata Reyhan


" Ya bang pelan pelan ini aja belum habis kok " Kata Ratih


" Ya habiskan dulu" kata Reyhan


Disisi lain mamah ji menatap Tania kaget karna Reyhan tak mengatakan apapun tentang Ratih


" Kamu dapat kabar dari mana ?" kata mamah menatap Tania


" Aya mah, makanya Reyhan ngak pulang kesini Karna Ratih kecelakaan Mudahan sih ngak parah banget " kata Tania


" Astaga , ayo kita kesana cari tiket pesawat sore Biar nanti minta jemput di bandara " Kata mamah ji


" Kesana..... sama Deril ngak mah " kata Tania menatap mamah ji


" Ngak usah kan cuma sehari kita nengok Ratih saja " kata mamah


" Ngak boleh , kalo Deril ngak ikut Tania ngak boleh ikut mah Masa mamah tega bawa istri Deril yang hamil tua Pas brojol di jalan bagaimana ?" kata Deril keberatan

__ADS_1


" Aish kau ini , ya sudah sana pesan tiket mamah mau nengok Ratih ." kata mamah


Ji cemberut Yang membuat Tania tersenyum Karna ia senang bisa pergi ke Yogya dan ingin melihat kebun buah Aya yang katanya tinggal petik saja Yang membuat Tania sangat penasaran


__ADS_2