
Aya pun lalu langsung minum air putih karna takut ia akan batuk batuk lagi . Karna bisa membuat teman nya curiga Sedang kan Ferdi santai Karna tahu istrinya itu kaget Melihatnya diri nya datang .
" Adik mu cantik Fer , apa dia sudah punya pacar " kata Bastian
" Ya kurasa sudah " kata Ferdi
" Oh ya ada acara apa kalian makan bersama " kata Ferdi
" Kami sedang merayakan kemenangan siswa siswa ku " kata Gery
" Wah .. hebat , slamat ya pasti kalian sangat senang Semoga sukses dan bisa berkarya dengan baik " kata Ferdi
" Terimakasih bro, kau juga semakin berjaya saja " kata Gery
" Jelas itu Ger , malah sekarang ia mulai mengepakkan sayap nya luar negri " kata Bastian
" Kau terlalu memuji Bas " kata Ferdi
" Tidak itu fakta bahwa kau hebat , Apalagi dia sekarang sudah menjadi seorang presdir muda utama ya kan Ger " kata Bastian
" Ya , pucuk yang sangat tinggi Hati hati banyak godaan nya " kata Gery
" Ya kau benar Tapi aku sudah punya pawang untuk menjaga ku " kata Ferdi santai Karna dia sendiri tahu posisinya Namun Ferdi cukup berhati hati Karna ia tahu seorang pria setelah punya tahta harta dan wanita pasti lah akan hancur
Bila tak bisa menjaga kepercayaan dirinya Dan hartanya itu bisa habis Bila ia lupa diri Sebab itu lah sang papi menyerah kan perusahaannya atas nama cucunya bukan dirinya Begitu juga asetnya .Semua atas nama Aya .
Cukup lama mereka ngobrol dan saling berkenalan membuat Anya dan Gita mencuri curi pandang pada Ferdi
" Ay... titip salam ya buat abang mu " kata Gita .
" Kalo abang gue sudah punya istri bagaimana ?" kata Aya
" What...... dia sudah punya istri " kata Gita kaget
" Yah...... belum berkembang sudang layu bunga gue " kata Gita lemas
" Hahaha .... kan masih ada dua lagi Git " kata Arum menyindir
" Itu terlalu tua rum , gue nyari yang muda " kata Gita
" Dih mau nya Git, gue mah yang penting tajir dan punya dompet tebal ." kata Anya bicara pelan
" Hadeh .. gue juga punya dompet tebal An " kata Tama
" Iya di kasih kertas kan Tam ." kata Arum Yang membuat mereka tertawa bersama
" Kok tahu, dompet gue juga tebal An " kata Iksan pamer
" Dih paling dikasih kartu nama yang penuh tuh " kata Anya
__ADS_1
" Bukan An, sapu tangan " kata Iksan Yang memang sengaja membuat lelucon Agar mereka semakin akrab
" Di tambah sama uang mainan san, biar keren Kan bisa di kira benaran " kata Aya terkekeh
" Fotocopy aja Ay, biar banyak " kata Alin menimpali Yang membuat mereka tergelak
Dan itu jadi perhatian Ferdi dan Gery Yang melihat para siswa itu akrab sambil ngobrol dan bercanda ria
" Kau sepertinya nyaman mengajar Ger " kata Ferdi
" Ya aku ingin berbagi ilmu, karna mengasyikan berkumpul dengan para siswa Lihat saja mereka bila berkumpul ada saja bahan ledekan dan canda untuk teman teman nya " kata Gery .
" Itukah sebab nya kau belum menikah " kata Ferdi
" Ya ...Itu termasuk alasan tepat Tapi ada juga yang lain " kata Gery
" Oh ya apa itu ?" kata Ferdi penasaran
" Istri yang pintar dan cantik " kata Gery melirik Aya Yang bisa di tangkap Ferdi kalau lirikan Gery pada Aya istrinya Sesuatu yang bukan biasa .
" Kalo itu gue juga mau Ger, pastinya paling utama .Oh ya Fer, apa adik mu sudah punya kekasih " kata Bastian
" Ya itu jelas Bas, dia punya kriteria sendiri " kata Ferdi tersenyum
" Sayang berarti kita terlambat dong " kata Bastian Yang membuat Ferdi tersenyum pada Bastian dan Gery .
Setelah puas ngobrol dan makan Mereka pun pulang Dan Aya pulang bersama Ferdi Karna Ferdi rindu dengan istrinya itu Sedangkan Gita dan Arum diantar pulang Tina .
" Abang kok ngak bilang mau pulang " kata Aya ketika mereka di dalam mobil
" Biar bisa bikin Aya terkejut " kata Ferdi tersenyum
" Hehehe.....ya abang berhasil bikin Aya kaget Untung ngak jantungan " kata Aya bersandar di bahu suaminya itu .
" Hahaha .... Tapi ngak copot kan " kata Ferdi lalu memeluk Aya sambil mencium pipinya Sedang kan di depan Alan melihat apa Yang di lakukan tuannya itu dari kaca spion mobil
" Abang malu dilihat kak Alan " kata Aya pelan berbisik
" Biarkan saja kan dia kan sudah punya istri Sebentar lagi Tina juga pulang " kata Ferdi mengecup bibir Aya Yang tak perduli Alan melihatnya .Karna ia rindu dengan istrinya itu
" Aish ....tahan nanti , kalo abang kebablasan repot " kata Aya yang tahu mereka sudah hampir sampai rumah Karna bila ia membiarkan Ferdi Pasti suaminya itu tak bisa menahan diri
" Ya...baiklah " kata Ferdi mengalah lalu hanya memeluk Aya .
Tak lama mereka pun sudah sampai Dan mereka pun bergegas turun Alan yang melihat Ferdi menarik tangan Aya Hanya mengeleng kan kepala nya Karna tahu tuan nya itu pasti sangat rindu pada Aya Karna itu lah Ferdi ia tak akan mau berlama lama di luar .
" Clek " kamar pun langsung di kunci Ferdi Setelah mereka masuk Dan Ferdi langsung melepas pakaian nya Untung nya tadi pagi ia sudah bertemu dua putranya Dan sekarang mereka sedang asyik bermain di taman
" Ayo sayang "' kata Ferdi memeluk Aya yang baru menaruh tasnya
__ADS_1
" Ih ngak sabaran amat si bang " kata Aya terkekeh Karna suaminya itu hanya tinggal mengenakan boxer pendek
" Kau ini senang banget ya mengulur waktu " kata Ferdi yang lalu mengendong Aya keatas ranjang
" Bang aaa......." kata Aya tersenyum dan lalu mengalungkan tangan nya si leher Ferdi .Ferdi pun membuka semua pakaian Aya dan melemparkan nya ke sembarangan arah Lalu mulai aksinya tak lama hanya ******* dan lenguhan saja yang terdengar Karna mereka asyik memadu cinta Sampai batas mana mereka bertahan .Karna sama sama sedang di landa rindu.
" Lan Ferdi mana ?" kata mami
" Tuan muda dikamarnya bersama nona nyonya " kata Alan
" O......." kata mami Yang hanya membuang nafasnya .Karna tahu pasti Apa yang sedang dilakukan putra dan menantunya itu didalam kamar
" Kenapa mi ?" kata papi
" Bukan apa apa , ayo sayang kita kekamar opa dan oma saja " kata mami Yang menemani si kembar bermain di taman Karna Erni dan Wati sedang sholat dan istirahat sebentar .
" Lah kok kekamar kita ki, kan Ferdi sudah pulang " kata papi
" Papi ngak tahu aja walau pun siang begini Putra mu itu tidak akan menunda waktunya membuat adik buat si kembar " kata mami
" Hah..... jadi Aya sudah pulang " kata papi kaget
" Itu jelas pi, buat apa dia keluar kalo tak menjemput istrinya .Apalagi dia sangat rindu " kata mami mengandeng si kembar menuju kamar
" Hahaha......ya ya papi tahu itu " kata papi tertawa .
" Opa tawa apa ?" kata Afnan ketika mereka sudah di kamar .
" Ngak itu bilang papi kalian jemput mamah " kata papi
" Ayo ain uda " kata Aska
" Ya Afnan aja sama ade aja ya " kata oma
" Opa oma itut uga ya " kata Aska
" Ngak bisa opa udah tua " kata mami Yang lalu duduk membiarkan dua cucunya itu bermain
" Pi mah uga ain .uda ma " kata Afnan
" Hah ......kapan ?" kata papi kaget Lalu melihat ke wajah mami
" Agi agi kak ma de iyat ain uda dua dua " kata Afnan
" Hah ..........dimana " kata mami
" Amar ......" kata Afnan dan Aska kompak
" Hadeh.......pi , si kembar lihat " kata mami menatap papi .Namun papi hanya tersenyum
__ADS_1