Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 183


__ADS_3

Sore nya Ara pulang di jemput Rio Dan Rio sudah terlihat segar karna dari perkebunan Rio pulang mandi dan berganti pakaian Karna pakaian nya kotor


" Ra tuh suami lho sudah jemput, enak ya pacaran sudah sah mau ngapain juga hayu aja " kata Ratih .


" Hehehe..... bisa aja kamu Rat, ya begitulah kita jalani apa adanya " kata Ara jujur Karna nggak ngoyo tak mau terlihat lebay di mata teman temannya. Dan Ara hanya manja ketika hanya berdua saja dengan Rio


" Ya tapi kan paling tidak Ada tempat buat bermanja " kata Nila


" Iya lah , sudah sah ini mau ngapain juga terserah Apa lagi cuma berdua di rumah bebas " kata Ratih


" Shut .... sudah aku pulang ya. Mau bareng ngak " kata Ara menawar kan


" Ngak lah nanti ganggu " kata Nila


" Iya lagian tuh sepeda kasihan di tinggal " kata Ratih


" Ya sudah duluan ya, mak mah Ara pulang ya . Kak Via kak Qila duluan " kata Ara pamit


" Ya hati hati ra " kata mamah Sila tersenyum Pada Ara yang menghampiri Rio Yang sedang menunggu di salah satu kursi Dan berdiri ketika Ara menghampiri


" Sudah de " kata Rio tersenyum manis


" Sudah mas, langsung pulang kan " Ara pun membalas tersenyum


" Ya , kecuali de Ara mau jalan jalan mas antar " kata Rio


" Ngak mas Ara capek pengen pulang saja ayo..... " kata Ara yang lalu berjalan menuju mobil di ikuti Rio Yang lalu membukakan pintu mobil untuk Ara .Dan setelah Ara masuk Rio pun berjalan memutar masuk dari sisi kanan .


********


Dirumah Ara menaruh tak selempang nya di atas meja lalu berbaring . Sedangkan Rio yang menutup pagar garasi terlebih dulu Baru masuk rumah setelah semuanya aman terkuncinya rapat Lalu Rio pun masuk rumah


Dilihat nya Ara sedang rebahan di ranjang nya ketika melewati kamar Ara Dan Rio pun mendekatinya .


" Capek ya de, sudah makan belum " kata Rio mengusap rambut Ara


" Ya mas , Ara ngantuk tadi sudah makan di cafe " kata Ara menatap Rio


" Tidur lah sebentar nanti mas bangun kan untuk sholat magrib " kata Rio

__ADS_1


" Ya mas " kata Ara tersenyum


Rio ikut berbaring di sebelah Ara Sambil memeluk Ara Dan memijat punggung istri kecilnya itu Dan tak lama Ara pun tertidur .


Rio pun tersenyum ketika Ara terlelap Dan Rio bangun untuk memanaskan sayur Masakan yu irah di dapur .


Malam nya setelah sholat isya kedua nya duduk di ruang tengah sambil mengelar kasur sambil nonton film .


Karna Ara ingin nonton di temani sang suami Dan Rio hanya mengiyakan saja Ketika Ara tidur di atas bahu nya .


" Mas , apa kalo begituan bisa hamil " kata Ara menatap Rio


" Ya tergantung de, kenapa Ara takut mas sudah belikan pil KB .Obat nya ada di kamar mas " kata Rio yang tahu istrinya itu khawatir apalagi Ara ingin ujian kelulusan .


" Ya ..... mas, Tapi Ara sudah minum " kata Ara memeluk Rio entah mengapa setelah kejadian itu Ara tak bisa jauh dari Rio Dan Ara slalu ingin bermanja pada suaminya itu.


" Apa film nya mau ganti yang lain " kata Rio santai memeluk Ara . Karna sebenar nya ia tergoda Tapi ingin melakukan nya Karna mengingat Ara lelah


Rio pun menahan diri Agar tidak melakukan nya berlebihan Apalagi ada rasa bersalah dalam diri Rio Mengingat ia sudah menyentuh Ara


" Ngak mas itu saja " kata Ara sambil menyusupkan kepalanya di dada Rio


Rio lalu membelai rambut Ara dengan tangan nya pelan Yang membuat Ara nyaman berada dalam pelukan Rio .


" Kenapa mau home schooling Apa ara punya musuh di sekolah " kata Rio pelan


" Ngak mas Ara malas aja , biar fokus kerja " kata Ara menatap manik mata Rio dalam .


" Kalo memang itu kemauan Ara ngak pa pa Tapi Ara ngak kangen bertemu teman teman Kan malah asyik main sama teman teman " kata Rio


" Ya asyik sih , tapi obrolan nya sama saja mas Paling mau pergi shoping ke mall Atau makan makan dan nongkrong mas " kata Ara


" Apa Ara ngak suka " kata Rio


" Malas mas menangapi nya , paling ya itu itu saja yang di bicarakan sekitar mode baju dan trend anak muda dan Ara ngak suka itu " kata Ara


" Ya terserah Ara mas tidak memaksa " kata Rio Yang masih memijit punggung Ara Agar istrinya itu nyaman .


" Ya ngurus nya pas lulus aja mas " kata Ara lagi

__ADS_1


" Ya terserah Ara saja mas sih setuju setuju saja " kata Rio tersenyum Yang tak ingin memaksakan keinginan nya pada Ara Dan Rio juga tak mau mengatur ngatur Ara . Karna Rio tahu Ara pintar juga cerdas Tapi Rio hanya takut Ara jenuh dan bosan bila Ara belajar di rumah.


**************


Di kamar Aya . Aya terbangun ketika melihat Ferdi belum pulang di lihatnya jam di dinding sudah jam 11 malam . Karna tadi ia sempat ketiduran setelah sholat isya bersama si kembar


" Apa abang belum pulang " kata Aya meraih ponselnya Dan menelpon nomor suaminya


Drt......drt........ terdengar ponsel bergetar Yang membuat Aya melihat kearah bunyi ponsel


" Astaga abang sudah pulang " kata Aya Yang melihat ponsel Ferdi Dan tas kerja sang suami di atas meja


Lalu kembali menaruh ponsel nya diatas nakas . Sejenak Aya melihat kedua bayi yang sedang terlelap Tampa terusik tidur di box bayi Lalu beranjak ke luar kamar mencari suami nya di ruang kerja . Dan benar saja Ferdi sedang asyik mengecek berkas sambil duduk di sofa .


" Bang " kata Aya memeluk tubuh Ferdi masuk setelah menutup pintu


" Hei .... apa kau terbangun " kata Ferdi Yang tahu tadi istrinya itu tadi terlelap


" Iya bang , Aya pikir abang belum pulang " kata Aya menaruh kepalanya di caruk leher Ferdi


" Mhem....... anak istri abang dirumah " masa abang belum pulang. Pasti abang kangen dong " kata Ferdi yang berhenti sibuk dengan berkasnya Lalu berbalik memeluk tubuh Aya Dan mengecup bibir Aya Yang menjadi mood booster nya Apabila Ferdi bosan dengan pekerjaan nya kantornya


" Apa Aya mau " kata Ferdi yang lalu menarik Aya untuk duduk dipangkuan nya . Dan mencium dada Aya yang terlihat menyembul .


" Abang Aya malu bila disini " kata Aya


" Kenapa malu ngak ada yang lihat " kata


Ferdi yang lalu mengambil remote pintu Dan pintu nya pun terkunci sendiri Yang membuat Aya kaget. Karna ia baru tahu kalo ada pintu bisa mengunakan remote kontrol


" Sudah aman kan " kata Ferdi Yang membuka kancing baju Aya Sambil ******* bibir kenyal istrinya itu Dan Ferdi merasa senang bila ia bisa melepas kan hasrat nya Di saat beban kantor menghimpitnya terlalu banyak .Dan bisa melepaskan nya dengan sisi positif bercinta dengan sang istri Karna itulah tempat ternyaman dalam hidupnya


Ditempat lain Ara dan Rio tertidur di ruang tengah Dan hawa dingin membuat Rio terbangun melihat sekeliling nya


" Ya ampun pantasan dingin " kata Rio Yang melihat jam menunjukan angka 3 subuh Lalu mengangkat tubuh Ara kekamar


" Huh....lumayan berat " kata Rio yang menaruhnya pelan pelan Lalu kekamar mandi berwudhu sholat tahajud .


Rio pun menyelimuti Ara dan sholat malam dua rakaat Setelah selesai ia pun kembali lagi keatas ranjang untuk tidur .

__ADS_1


" Ugh ...." lenguh Ara memeluk nya tubuh Rio yang membuat Rio menyamping membalas pelukan Ara dan mengecup bibir Ara .


" Cup ...... kau sangat cantik de bila tidur begini " kata Rio memeluk tubuh Ara Dan menatap wajah Ara cukup lama .


__ADS_2