Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 445


__ADS_3

Disti pun menghentak hentakan kaki nya karna kesal .Karna Erik tak mau menuruti kemauan nya Sedangkan Erik tak perduli ia lalu pergi untuk menenangkan pikiran


" Sial .... kalo saja bukan istriku sudah aku cekik kau Dis, aku pikir kau berubah nyata tidak sama sekali " kata Erik Yang menyesal menikahi Disti .Nyatanya di balik kecantikan mantan kekasih nya itu banyak kebohongan Pantas saja Ferdi tak perduli padanya Dan memilih gadis biasa yang bukan seorang model..


Disisi lain Ara masih merasakan pusing dan mual .Walau tadi Ara sudah minum obat Tapi perutnya masih terasa kurang nyaman Ketika mengerjakan soal soal ujian nya


" Ayolah tubuh bersahabat lah Aku sedang ujian " guman Ara mengusap perutnya Agar merasa lebih tenang


" Ada apa ra?" kata teman Ara Yang melihat Ara gelisah


" Tidak ada apa apa Vin , cuma perutku ngak enak saja Mungkin tadi salah makan " kata Ara


" Ya nanti habis ujian kamu istirahat di uks saja " kata Vina menyarankan


" Ya Vin " Kata Ara tersenyum Lalu kembali fokus pada kertas soalnya


" Tinggal 15 menit " Kata guru pengawas mereka dari meja depan


" Ya bu " jawab seorang siswa


Ara pun kembali fokus pada kertasnya Setelah selesai Ara kekantin untuk membeli teh hangat Karna ia hanya tinggal menunggu jam kedua Setelah itu ia akan pulang


" Alhamdulilah sudah rada mendingan " kata Ara merasa perutnya sudah tak mual lagi seperti tadi


" Ra ... nanti mau pulang di jemput atau naik ojek " Kata Ratih


" Aku naik taxi aja ya Rat " kata Ara


" No.... no ... ngak boleh biar pa Sapto Yang antar lho pulang Karna aku sudah kirim pesan sama pa Sapto " Kata Ratih


" Iya nyonya Reyhan " kata Ara


" Hehehe kau ini , dari pada pa Sapto ngak ada kerjaan Kan mending antar jemput lho pulang Lagian mas Rio juga kerja di kantor itu " Kata Ratih Yang tak mau Ara kenapa napa Apalagi melihat wajah Ara sedikit pucat


"' Hai..... gimana ra masih pusing ngak" kata Nila berlari kecil menghampiri mereka berdua


" Sudah berkurang Nil, kok kalian tahu sih Aku ngak enak badan " kata Ara menatap kedua sahabatnya itu


" Vina yang bilang sama kita ra, Kan kita suruh dia buat jaga lho " kata Nila Yang memang menyuruh teman Ara Untuk slalu mengawasi Ara Takut terjadi apa apa dengan Ara Karna Ratih dan Nila tak mau Ara di usik orang jahil .


" Ya trimakasih atas perhatian kalian Nanti aku pulang sama pa Sapto saja " kata Ara


" Iya lah biar aman " Kata Nila Karna ia dan Ratih hari ini ada ekskul Jadi akan terlambat pulang .

__ADS_1


Sekitar jam 11 Ara Keluar dari kelas dan menunggu pa Sapto di depan gerbang sekolah Sambil mengecek ponselnya


" De Ara " panggil Rio Yang turun dari mobil


" Mas Rio " kata Ara senang Karna suaminya itu datang menjemputnya Lalu berlari langsung memeluk Rio


" Hahaha. .... kangen ya " tawa Rio Yang langsung memeluk Ara


" Ara pikir mas belum pulang " kata Ara Yang sangat rindu pada suaminya itu


" Maaf , kalo mas Rio ngak bisa pulang cepat " kata Rio merangkul Ara Lalu membuka pintu untuk Ara untuk masuk ke dalam mobil


" Ya ngak apa apa mas , kan Ara tahu mbok masih sedih Apa mas Pras sudah mendingan " Kata Ara ketika Rio sudah duduk di mobil


" Alhamdulilah sudah de , kita doakan saja Biar bisa cepat pulang " Kata Rio menatap Ara dengan rasa rindu


" Ya mas, kok mas bisa jemput Ara padahal tadi Ratih sudah menghubungi pa Sapto " kata Ara seraya mengambil air mineral di dekat Rio


" Pa Sapto telpon mas, mau jemput mas pulang dari bandara sekalian jemput Ara Tapi mas sudah sampai di rumah duluan Jadi mas bilang saja ngak usah saja Biar mas sendiri yang jemput Ara " Kata Rio Yang meraih tangan Ara Karna rindu pada istrinya itu


" Hehehe..... Kecele ya mas, Ara kangen " kata Ara membalas erat tangan Rio


" Ya mas juga kangen ade " kata Rio tersenyum


Dan tak lama mereka sampai di rumah Ara senang dan bergegas masuk kedalam Karna Rio bilang ada titipan Aya untuknya di kamar .


Rio yang masuk kekamar tersenyum dan mencium pucuk rambut Ara berkali kali Karna melihat Ara memakan oleh oleh Ara seperti orang kelaparan .


" Pelan pelan saja de, kan mas ngak minta " Kata Rio


" Ara lapar mas " kata Ara tersenyum


" Ya mas tahu , tapi makan nya ngak buru buru . Itu semua nya untuk Ara " Kata Rio Yang memeluk dan mencium Ara yang sedang asyik makan


" Ya mas " Kata Ara


Rio pun tersenyum sambil mencium tengkuk Ara berkali kali Membuat Ara geli Karna hampir seminggu ini Rio tak bertemu istrinya .Yang membuat hatinya terasa hampa Karna tak mungkin ia membawa Ara kesana Sedangkan Ara masih sekolah dan lagi ulangan


Sebab itu lah ia memeluk Ara dan mencium nya untuk melepas rasa rindunya Tanpa sedikit pun memberi jeda pada Ara .Yang sedang asyik makan


" Mas geli " kata Ara terkekeh


" Iya tapi mas kangen banget sama ade " kata Rio

__ADS_1


" Ara juga kangen mas " Kata Ara sambil menguyah makanannya Yang duduk di pakuan Rio Membuat Ara tersenyum Lalu berhenti makan Dan berbalik menghadap suaminya Lalu mengecup bibir Rio


" Apa saja kegiatan Ara di tinggal mas " kata Rio ketika kecupan Ara terlepas


" Ngak ada , Ara cuma belajar . Kalo Ara kangen sama mas Rio Ara peluk foto mas Rio saja " kata Ara


" Oh ....ya mas Rio juga " kata Rio mengecup bibir Ara Dan memeluk tubuh Ara erat .Lalu mengendong nya ketempat tidur .Dan membaringkan nya


" Mas ....." rengek Ara


" Mhem... kenapa ?" kata Rio Yang lalu membuka kancing baju Ara


" Hehehe....mas mau ngapain ?" kata Ara


" Ngak perlu di tanya pasti ade juga tahu mas mau ngapain "Kata Rio terkekeh dan menindih Ara Karna Rio ingin melampiaskan rasa rindunya Mumpung ia belum masuk kerja Dan lagi Ara sudah pulang kerumah Jadi Rio ingin menghabiskan waktu nya berdua bersama Ara Dan setelah itu hanya suara decitan tempat tidur yang terdengar


.Yang membawa keduanya sibuk di dalam peraduan.


Di sisi lain Gita baru saja ingin ke perpus bersama Aya siang ini Ketika pa Gery memanggil nya


" Gita " kata pa Gery Yang berjalan kearah nya


" Ya pa " kata Gita kaget Dan berhenti bersama Aya .


" Ya sudah Git , gue duluan nya Mungkin pa Gery ada perlu sama lho " kata Aya


" Ya Ay " kata Gita Membiarkan Aya pergi duluan


Aya lalu meninggalkan Gita untuk bicara dengan pa Gery Pa Gery yang melihat Aya menjauh Hanya bisa menarik nafas dalam


" Apa kau sudah memberitahu Aya " kata pa Gery menatap lekat Gita


" Iya pa, kenapa memangnya ?" kata Aya


" Apa .... apa Aya sudah tahu ??Bagaimana kalo Aya memberi tahu yang lain juga " Kata pa Gery meraup wajah nya kasar Karna bingung Aya tahu ia dan Gita sudah menikah siri .


" Kenapa kau memberitahukannya ??" bentak pa Gery


" Pa.....saya ..... " kata Gita ketakutan Karna pa Gery marah dan membentaknya Yang membuat Gita hampir menangis Karna kaget


" Ikut dengan ku ke kantor sekarang !!" Kata pa Gery Melangkah lebih dulu


" Tapi pa " kata Gita takut

__ADS_1


" Ayo ikut " kata pa Gery menatap Gita dengan mata mengintimidasi Yang membuat Gita tertunduk


" Ya pa " kata Gita Lalu melangkah mengikuti pa Gery Sedangkan Aya melihat kedua nya dari balik pilar


__ADS_2