Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 274


__ADS_3

Di tempat lain Ara bermalas malasan Karna hari ini hari minggu ia sengaja tidur lagi setelah subuhan Sedangkan Rio sibuk mengurus ayam dan mentoknya di kebun belakang


" Apa Ara belum bangun mas " kata yu Irah menyapu dedaunan


" Sudah bi kata nya malas , tadi Rio sudah mengajak Ara kekebun Tapi Ara menolak " kata Rio


" Jangan jangan dia hamil " kata yu Irah


Deg ....


Rio terdiam dan menatap yu Irah sekilas Sambil melempar biji jagung di tanah .Untuk umpan ayam


" Apa orang hamil tandanya malas bi " kata Rio


" Ya kadang begitu ? Tapi kadang juga bisa manja tergantung bumil nya " kata yu Irah


" Periksa aja kedokter mas siapa tahu memang hamil " kata Yu Irah lagi


" Ya yu " kata Rio yang khawatir Aya benar hamil benaran padahal istrinya itu baru 3 bulan sekolah .


" Ya sudah , Rio bangun kan Ara dulu ya yu " kata Rio


" Ya mas, yu Irah juga mau bersih bersih rumah mba Aya . Sarapan nya di makan mumpung hangat . Yu Irah sudah sarapan " kata Yu irah sambil mengumpul kan sampah daun ke lubang sampah untuk dijadikan pupuk oleh Rio


" Ya yu " kata Rio yang lalu mencuci tangan dan kakinya dengan sabun Dan lalu masuk kedalam rumah


Di kamar Aya memang ngantuk Karna kemaren ia habis berolah raga di hari sabtu Dan ia ikut latihan basket bersama Ratih dan Nila .


Ceklek.......


Rio pun masuk dan lalu mengunci pintu Karna tak ingin ada orang yang masuk asal nyelonong saja Ke kamar mereka Apalagi di saat sedang berdua


" De bangun ayo sarapan mumpung masih hangat " kata Rio yang duduk di sisi ranjang sambil menepuk pipi Ara


" Mas ..... Ara masih ngantuk " kata Ara


" Kok bisa , apa ngak lapar ?" kata Rio


" Ngak mas " kata Ara yang membuka matanya menatap Rio di sampingnya


" Capek ya , mas pijit ya " kata Rio


" Pijat enak mau mas " kata Aya terkekeh Lalu menarik tangan Rio Sehingga Ria terjerembab memeluk Ara .

__ADS_1


Ara pun lalu memeluk suaminya itu Entah mengapa setelah masuk sekolah Dia menjadi lebih agresif pada suaminya Teman teman nya bilang kalo ia sedang puber Dan mulai jatuh cinta Tapi untungnya ia jatuh cinta pada Rio suaminya sendiri .


" De......katanya mau dipijat kok mas dipeluk gini sih " kata Rio


" Tapi mas suka kan Ara peluk ." kata Ara mencubit hidung Rio


" Iyalah mas tak menolak Tapi kan ade belum dipijat " kata Rio mengecup bibir Ara yang membuat Ara balas mengecup bibir suaminya


" Ade akhir akhir ini kok ganas ya " bisik Rio .


" Hehehe........ Ih mas apaan sih kan Ara cuma membalas mas " kata Ara malu


" Membalas apa hayo ?" kata Rio yang menyusup tangannya ke belakang tubuh Ara Karna Ara mengodanya


" Hehehe......ah mas " kata Ara ketika tangan suaminya itu meremas dadanya


" Ngak usah teriak ah, nanti di dengar yu Irah " kata Rio yang tak tahan di goda Ara .Lalu pun membuka kaosnya dan melemparnya di lantai .


Ara pun tersenyum , karna senang ia bisa pacaran dengan suaminya sendiri Bahkan bebas melakukan apapun Karna kemaren ia sempat melihat salah seorang temannya berpacaran di pojok taman Yang membuatnya Ara iri Hingga hari ini ia ingin bermanja manja pada Rio .Rio yang tergoda pun tak menolak Apalagi mereka masih baru baru ini saja melakukan nya Dan itu membuat Rio tak bisa menghindari godaan Ara


" Mas ......desah Ara pelan Yang membuat Rio membuka baju kaos Ara dan melepas bra nya Dan mulai bermain di dada Ara Yang menekan tekuk Rio .


Entah berapa lama mereka melakukannya Hingga Ara dan Rio berkeringat pagi .ini Karna mereka melakukan nya dengan gairah Yang membuat Rio sangat senang dan puas Dan bahkan ia belum melepaskan Ara dalam pelukannya .


" Apa Ara tak takut hamil " kata Rio Ketika pelepasan sudah selesai


" Terserah Ara , mas hanya takut Ara repot nanti Apalagi masih sekolah " kata Rio Yang tak berharap Aya hamil dulu Karna ia ingin menikmati masa berdua mereka pacaran sampai puas .


" Ya terserah Allah saja mas, kalo hamil alhamdulilah Kalo enggak juga ngak apa apa Kita masih bisa pacaran kan " kata Ara mengecup bibir Rio


" Ya de, kita bisa pacaran sepuasnya dulu " kata Rio yang sangat mencintai Ara Dan ia tak ingin kehilangan gadis kecilnya itu Tapi ia juga tak mau mengekang Ara .


" Ya mas , karna ara mau menyelesaikan sekolah Ara dulu " kata Ara tersenyum lalu memeluk suaminya itu penuh rasa cinta


" Ya de, mas slalu mendukung Ara " kata Rio yang juga memeluk tubuh sintal Ara yang kini semakin berisi dan tubuh tinggi Hingga terlihat seksi dan tambah tinggi .


Keduanya pun asyik didalam kamar


Memadu cinta mumpung hari .libur Karna jarang jarang mereka bisa bersama bangun siang .


********


Sedangkan Qila yang hari ini ingin membereskan kamar nya Namun .Qila cukup kaget .Ketika mami Awan masuk ke kamar mereka Tanpa mengetuk pintu

__ADS_1


sama sekali


" Mami " kata Qila kaget


" Kau apa kan Awan hingga dia mau menikahi gadis desa seperti mu hah ...


Kau tahu kakak dan abang nya saja belum menikah Kau sudah membuatnya


terikat dengan mu " kata mami Awan menatap Qila sinis


Qila mencoba bersikap tenang, ia tahu mertuanya itu hanya bersikap manis Apabila Awan ada di samping nya saja Tapi setelah Awan pergi Mami Awan pun langsung menyerang Qila


" Kami saling mencintai mi, Qila tak pernah memaksa nya .Kami menikah karna sama sama suka " kata Qila menjelaskan


" Tak mungkin kau pasti menjebak nya kan ,kau ini masih belum kerja saja sudah genit perempuan kok murahan ." kata mami Awan


Deg.......


" Mi maaf bila mami tak suka sama Qila Tapi mami tak berhak menilai Qila seperti itu .Awan menikahi Qila karna ia juga mencintai Qila mi " kata Qila


" Cih....... Kau sengaja menjeratnya karna kakung nya terlihat kaya kan Atau karna kau ....


" Mami cukup ." kata Awan . Yang membuat Qila dan mami terkejut


" Rio ..... mami hanya menasehatinya Agar ia tahu diri dirumah ini " kata mami Awan


" Kalo mami tidak senang tak perlu menghina Qila mi , Kami akan pulang hari ini " kata Awan


" Mas " kata Qila


" Bereskan pakaian kita , kita pulang de Mas ngak mau kamu tertekan tinggal di sini .Biar kakung minta jemput bila nanti beliau bosan " kata Awan


" Rio ..... kau salah paham nak , mami tak mengatakan apapun Dan juga tak menghinanya nak " kata mami Awan menatap putra bungsunya itu Sambil melirik Qila meminta pembelaan Tapi Qila hanya diam


" Awan mendengarnya mi, mami sengaja kan menyuruh Awan mengantar mba Siska .Agar mami bisa menghina Qila


Mami kelewatan dan sudah keterlaluan Awan pikir mami merestui kami ..Tapi mami sengaja menusuk Awan diam diam .Padahal papi dan kakung sudah merestuinya ." kata Awan Yang membuat mami terdiam


" Mas sudah " kata Qila


" Ayo pergi , mami kami pulang Nanti Awan telpon papi .assalamualaikum ." kata Awan mengandeng tangan Qila pergi dari kamar


" Mi Qila pamit " kata Qila . Walau mertua nya itu tak pernah menyukai kehadirannya Tapi Qila tetap bersikap baik pada mertuanya Lalu mereka pergi meninggalkan kamar Awan

__ADS_1


" Rio ....." teriak mami


" Maaf mi, Awan tak mau mami ribut dengan Qila Karna Qila istri Awan mi dan mami adalah mami Awan " kata Awan Yang memang dari Awal sudah berterus terang pada sang mami .


__ADS_2