
Ara pun bergegas keluar ketika mendengar suara klakson mobil
" Iya mas sebentar " teriak Ara yang lalu menutup pintu rumah Dan berlari ke pintu pagar Karna Rio tidak turun.
" Lho mas paijo kok di situ " kata Ara melihat paijo duduk di bak belakang
" Santai mba lagi telponan " kata Paijo
" Ya sudah Ara depan ya " kata Ara masuk mobil .
" Ya mba " kata paijo
Brak........ pintu pun tertutup rapat
" Apa de Ara lama menunggu " kata Rio yang kembali menjalankan mobil nya
" Ngak mas , kan tadi kerumah sakit dulu jemput kak Aya " kata Ara
" Berarti jadi pulang " kata Ara
" Ya mas "' kata Ara
" Syukurlah apa cuma di jemput Ara sama abang saja " tanya Rio
" Ada bang Yusuf , dan Mas Awan juga mas yang bantu bantu. Oh ya kata mami Aqiqah nya mau di adakan jakarta mas jadi ikut kan " kata Ara
" Hah..... trus nanti kebun siapa yang mengurus " kata Rio
" Kan ada pa Tejo sama Paijo mas " kata Ara
" Kalo sehari dua hari ngak pa pa de, kalo lama tetap mas turun tangan " kata Rio mengingat bisa kacau bila ia tak turun tangan seperti kemaren saja laporan amburadul ia tinggal
" Ya nanti mas kan bisa pulang duluan " kata Ara
" Ya lihat nanti ya de " kata Rio yang lalu melajukan mobil nya Menuju cafe karna Rio lebih dulu mengantar Ara baru ke pabrik mengantar kopi .
**********
__ADS_1
Pagi ini Aya sudah bisa berjalan pelan pelan Karna sudah seminggu melahirkan Minggu besok mereka akan kembali ke jakarta .Karna mami dan papi ingin mengadakan syukuran cucu kembar nya di rumah mereka. Agar bisa mengudang para karyawannya . Karna papi ingin memperlihat kan kalo ia sudah punya cucu penerus keluarganya .Apalagi cucunya ada dua Dan laki laki semua Yang membuat papi sangat bangga .
" Ay pelan pelan biar abang ambil kan " kata Ferdi
" Aya bisa bang pelan pelan " kata Aya yang mengambil pakaiannya
" Ya hati hati jalan nya itu kan milik abang " kata Ferdi sambil mengoda si kembar
" Apaan sih bang " kata Aya malu karna Ferdi mengodanya Karna takut sobek jahitan nya .
" Ya benarkan itu sarang abang kalo ngak sembuh masa abang di suruh puasa lama lama kan ngak kuat Ay " kata Ferdi melirik Aya .Yang membuat Aya lalu mendekati suaminya itu .
" Ya bang nanti juga sembuh sendiri belum juga 40 hari " kata Aya merangkul suaminya itu
" Cup......abang cuma bercanda " kata Ferdi tersenyum yang mengoda Aya
Aya hanya pun Lalu memeluk suaminya itu yang sedang berdiri menggoda si kembar Dan Ferdi pun membalas pelukan Aya sambil mencium pucuk kepala Aya dengan rasa sayang
" Aya sayang abang " kata Aya
" Abang juga sangat saya Aya , trimakasih sudah memberikan dua jagoan lucu untuk abang mereka sangat berarti bagi abang " kata Ferdi yang kini merasa bahagia menjadi seorang papi .
" Ya anak anak kita , kita akan merawat Dan menjaganya sama sama jadi kan minggu besok kita pulang " kata Ferdi
Karna mami dan papi sudah pulang sore kemaren . Karna mami tak mau meninggal kan rumah kosong tampa majikan terlalu lama.
" Jadi bang " kata Aya yang tak mungkin menolak permintaan mami dan papi Lagi pula Aya ingin nyekar kemakam ayah dan bundanya sebelum aqiqah besok . Mengingat Ayahnya juga sempat bangga ingin punya cucu Tapi sayang tuhan sudah memanggil nya lebih dulu.
" Ya kita siap siap saja biar nanti Yusuf dan Via tinggal disini sementara jaga rumah " kata Ferdi
" Ya bang tapi Ara bilang mereka datang nya kesana pas aqiqah saja. Karna kebun dan cafe tak bisa di tinggal " kata Aya
" Ya .... yang penting kita duluan pulang " Kata Ferdi memeluk Aya erat Sambil melihat dua bayinya yang menggeliat Melihat Ferdi dan Aya yang berpelukan
Di tempat lain Qila baru saja pulang kerumah . Qila yang sekarang tinggal di rumah sang kakek .Akan bekerja sore di antar jemput Awan
" Awan " kata papi Awan yang berdiri di ruang tengah
__ADS_1
" Pi kapan datang " kata Awan kaget karna papi nya itu datang tampa memberi tahu kan nya
" Plak ..... plak ...... "
Dua tamparan melayang di pipi Awan Yang membuat Qila kaget melihat suaminya itu ditempeleng sang papi
" Pi ....." kata Awan
" Tinggal kan dia kembali ke jakarta " kata papi Awan
Yang membuat Qila kaget Dan terdiam menatap Awan
" Tidak pi dia istriku sekarang " kata Awan tegas
" Apa kau menentang papi , kuliah saja tak becus kau sudah menikah apa kau ingin masa depan mu rusak " bentak papi pada Awan
" Cukup.... " kata kakung yang datang menghampiri dua pria beda usia itu Lalu memegang tangan Qila
" Qila masuk kamar ini urusan antar pria " kata kakung pada Qila lembut .
" Ya kek " kata Qila menatap Awan Dan Awan mengangguk mengiyakan Dan Qila pun bergegas masuk ke dalam kamar
" Papi ..... kenapa membelanya , Dia masih muda mana bisa menghidupi wanita Itu Pasti dia hanya ingin menumpang hidup ." kata papi
" Papi jaga mulut papi, Qila tak seperti itu " kata Awan
" Kau terlalu picik Sur, gadis itu gadis baik baik . Kau boleh menentang nya Tapi Rio juga cucu ku . Aku tak pernah mempermasalah kan mereka tinggal disini Mereka bisa menemani ku Dan lagi mereka merawat ku dengan baik " kata kakung menatap putra sulungnya itu
" Tapi pi " kata papi
" Jangan melakukan kesalahan yang sama seperti diriku Sur, papi sadar papi banyak berbuat kesalahan .Sekarang papi ingin menebus nya . Biar kan Rio tinggal disini menyelesaikan sekolah nya . Toh mereka juga bekerja " kata kakung yang dulu sangat keras pada anak anaknya Yang membuat dua anak nya meninggal karna kecelakaan Dan yang satu entah pergi kemana tampa berita .Yang tak pernah mau mengingat masa lalu nya
" Trimakasih kung " kata Awan yang lalu memeluk sang kakung yang sudah membelanya Yang membuat papi terdiam Lalu menatap Awan yang memeluk sang papi dengan rasa sayang .
" Sama sama nak , kau adalah harapan kakung " kata Kakung memeluk cucu kesayangan nya itu .Karna hanya Awan yang mau tinggal bersama dengan nya .
Sedang kan 4 cucunya yang lain tak perduli padanya karna takut pada sang kakung yang terkenal galak . Namun tidak dengan Awan yang tahu sekeras keras hati seseorang pasti ada celah kasih sayang nya Yang membuat Awan bisa dekat dengan Sang kakung .
__ADS_1
Papi pun lalu terpaku lalu menatap Awan putranya itu yang hampir membuat nya jantungan Karna mendengar sang pembantu papi mengatakan kalo putranya itu sudah menikah dengan seorang gadis dan ikut tinggal bersama Awan dan papinya