
Dan setelah itu kedua nya keteras menaruh buah semangka lalu duduk sejenak Karna lelah membawa buah yang berat Bersamaan dengan Rio yang datang sehabis mengantar kopi dari pabrik .
" Lho kok duduk disitu " kata Rio melihat keduanya lesehan di lantai teras depan rumah Aya .
" Mas ini masukan mobil .Ara diantar ke cafe ya . Yang satu nya buat kita di rumah " kata Ara menunjuk buah semangka
" Ini semangka di kebun , kok bisa banyak " kata Rio kaget .
" Iya mas ini buat yu Irah di kasih mba Ara yang besar satu nya buat yu Imah biar nanti mamang jemput pas pulang . Sana kalo mau ke cafe " kata yu Irah
" Mas boleh istirahat sebentar ngak , mau mandi dan makan dulu , Tadi belum sempat makan " kata Rio memberi alasan
" Ya sudah Ara tunggu " kata Ara yang duduk menemani yu Irah Sambil ngobrol menunggu Rio Sambil bercerita tentang sekolahnya
Disisi sebuah rumah sakit Kaifa baru saja datang mengantar pakaian ganti Untuk sang mamah Yang kini sudah berangsur membaik .
" Kai mamah dengar mertua Ferdi meninggal di rumah Ferdi apa itu benar ?" kata Mamah menatap Kaifa
" Ya mah , ayahnya Aya memang baru sembuh dari sakit Lalu ikut kejakarta untuk acara 7 bulanan Aya mungkin karna lelah tak bisa bertahan " kata Kaifa yang mendengar dari cerita Wandi
" Lalu di makam kan di mana di yogya " kata mamah
" Tidak disini mah, di jadikan satu tumpuk dengan makam mamah Aya Yang sudah meninggal 20 tahun yang lalu " kata Kaifa
" Hah.... kok bisa " kata mamah Kaifa
" Ya bisa, itu kan permintaan Ayahnya sendiri sebelum meninggal Dan mereka juga sempat nyekar sebelum Ayahnya meninggal ke makam mamahnya " kata
Kaifa yang lalu duduk di sofa
" Lalu apa reaksi papi dan mami Ferdi " kata mamah menatap Kaifa
" Reaksi apa mah, toh mereka sayang sama besan nya Dan acara yasinan nya sampai 3 hari dan dilanjutkan di Yogya " jelas Kaifa
" Sangat beruntung dong Aya bisa bersuamikan Ferdi padahal dia orang miskin " kata Mamah
__ADS_1
" Siapa bilang mah, seperti nya mamah tidak senang dengan Aya.. Iklas mah Kaifa yang salah Besannya Risma itu masih sahabat nya . Makanya Risma mengangap Aya dan Ara adiknya Aya anaknya sendiri " kata papah Yang datang bawa makanan untuk istri dan
Kaifa .
" Hah..... sahabat nya yang mana ?" kata mamah .
" Mana papah tahu , tanya saja sendiri Tapi Sandi sempat bilang begitu maka nya Risma mempertahan Aya sebagai menantu nya Karna Aya dinikahi Ferdi setelah lulus SMA Bukan karna terpaksa Memang Ferdi sendiri yang mau menikahi nya Tanpa sepengetahuan Risma dan Sandi " jelas papah Kaifa
" Dan waktu itu Ferdi sudah tahu hubungan Wandi dan Kaifa ." kata papah
Kaifa dan mamah pun terdiam Karna slama ini mereka memang membenci Aya Namun Aya yang tak pernah tahu siapa Kaifa Dan Aya mengangap itu lumrah Karna Aya tak mengenal siapa saja kekasih suaminya
Lalu Kaifa pun membuka makanan untuk menyuapi sang mamah Karna mamah tak mau makan Makanan rumah sakit
Dengan alasan bosan .
**********
Sore nya di cafe sangat ramai Ara pun ikut sibuk membantu mengantar kopi pesanan . Karna Rio masih ngobrol dengan seorang pelanggan Jadi Ara pun mengisi waktunya membantu membuat kopi
" Kata nya orang yang ingin ikut join memesan kopi Tapi entah lah Aku ngak tahu .kan aku cuma ngurus cafe " kata Ara sambil sesekali melihat kearah Rio
" Ngak usah dilihat juga kali, sudah tahu lho suka kan sama mas Rio " goda Ratih
" Ih mana ada ?" kata Ara cuek
" Hahaha....... benar nih apa buat aku aja , boleh ngak aku goda " kata Ratih
" Ih ngak boleh " kata Ara mendelik . Yang membuat Ratih tertawa
" Mas Rio itu orang baik ra, pekerja keras santun ramah juga ganteng Kenapa jual mahal Lagian kalian kan serumah masa ngak ada getar getar cinta gitu sih " kata Ratih mengoda Ara Yang membuat Ara terdiam.Tapi ia juga belum mau bercerita pada dua temannya itu
" Masih sekolah Rat , belum kepikiran " kata Ara membuat alasan
" Ya tapi kan paling tidak pedekate lah tuh banyak gadis dikampung kita sudah nikah Umur 15 tahun sudah di lamar.. Tuh Nila aja sudah dilamar kemaren Tapi dia mau menunggu setahun lagi katanya Mau nabung dulu baru nikah " kata Ratih
__ADS_1
" Hah......kok bisa " Ara kaget
" Ya emang gitu kalo ngak sekolah ya nikah Maklum kita orang desa Tapi aku pengen nabung dan kerja dulu ra , Mau bantu bantu ibu dulu masalah nikah urusan nanti nyari Yang bisa saling mengerti Dan juga mau mencintaiku apa adanya " kata Ratih
" Ya ..aku bisa gerti Rat , ya sudah nih antar " kata Ara yang lalu memberikan kopi pada Ratih.
" Ok bos " kata Ratih Lalu mengantar kopi ke pelanggan
Sedangkan mamah Sila sedang sibuk memanggang bebek dan Ayam pesanan para pelanggan yang ingin makan .Karna memang mereka tak menjual harga tinggi jadi banyak pelanggan yang datang untuk ngopi dan makan
" Mah masih banyak stock kan " kata Via yang menyiapkan sambal dan nasi
" Masih Vi , bisa sampai malam sudah pesan lagi kan " kata mamah Sila
" Sudah untuk bebeknya mah, lumayan laris manis ya mah juga gajinya " kata Via yang baru dapat gaji kemaren
" Ya Vi buat beli kayu dan buat bangun rumah mamah dan Qila jadi kita bisa punya rumah sendiri " kata mamah Yang memang sudah menyuruh tukang membangun pondasi hasil tabungan nya bersama Qila karna mereka tak pernah jajan. Di cafe banyak makanan dan gaji mereka utuh . Hanya Qila mengeluarkan uang untuk beli buku saja
" Ya mah, Via juga mau nabung dan bikin rumah . Rumah yang disana sudah ada yang kontrak . Nanti Via mau cari tanah dekat rumah Aya biar bisa bangun sendiri " kata Via
" Ya nak , atau mamah carikan yang dekat mamah biar kita bisa bertetangga " kata Mamah Sila .
" Boleh mah jangan terlalu mahal " kata Via yang semakin bersemangat kerja dan kuliah . Karna orang sukses bukan karna punya uang Tapi karna ada kemauan dan semangat untuk berjuang .
Sedangkan Aya baru saja mengantar Ferdi pulang dari bandara bersama Alan Yang membuatnya merasa khawatir Tapi Aya berharap suaminya itu baik baik saja . Karna itulah resiko punya suami seorang pengusaha yang sibuk .Ia harus siap di tinggal pergi kapan saja Walau ia tak menginginkan Ferdi pergi Tapi karna pekerjaannya Aya harus mengalah .
" Apa nona mengantuk " kata Alan melihat Aya dari kaca spion Karna Aya duduk di kursi belakang.
" Sedikit kak " kata Ara
" Tidurlah nanti kak Alan bangun kan bila kita sudah sampai " kata Alan
" Ya kak "kata Aya yang slalu mengawasi Aya karna perintah tuan besarnya .Agar Aya aman mengingat Aya istri tuan muda nya Pasti banyak orang yang mengincar posisinya Karna papah Sandi ingin pensiun Dan Ferdi adalah calon tunggalnya. Sedangkan selama ini tak banyak orang tahu kalo Ferdi sudah menikah .Karna di kantor banyak para relasi bisnis papi Sandi yang menawarkan
putrinya Untuk bisa menjadi menantu pengusaha sukses itu . Namun di tolak halus papah Sandi karna keputusan ada ditangan putra semata wayangnya itu .
__ADS_1