
Ferdi pun makan dengan lahap mereka hanya makan dua kali sehari Karna memang hanya itu kemampuan pa Mamat .Dan setelah makan mereka pun duduk santai di depan sambil melihat Ayam peliharaan Asih .
Disisi lain Naura cukup kaget mendengar kabar Ferdi Apalagi Reyhan sekarang kembali kekantor pusat Yang membuat nya senang Kalo Aya menjadi janda dan Ferdi tewas dalam kecelakaan
" Akhir nya Aya jadi janda juga lebih dulu. Kita impas tak mendapat kan apapun " batin Naura tersenyum ketika ia mencuri dengar pembicaraan Tris saat menelpon Reyhan .
" Sayang siapa yang menelpon " kata Naura memeluk Reyhan manja
" Tris mereka sedang melakukan pencarian untuk menyusuri sungai Takut Ferdi masih hidup " kata Reyhan
" Apa ......!!! bukan nya korban tak ada yang selamat " kata Naura
" Ya tapi ......." kata Reyhan menggantung Ketika nama gadis manis memanggil di layar ponsel nya .
" Sebentar sayang aku bicara dulu " kata Reyhan melepas kan pelukan Naura Menjauh ke dekat jendela
"' Ya ada apa ?" kata Reyhan
" Bang ini Ratih , Ratih kejakarta sama Ara ini pas kita liburan .Ngak apa apa kan Ratih ikut " kata Ratih di sebrang sana .Terdengar pelan karna sudah 10 hari ini ia tak bertemu Reyhan .
" Ya ngak apa apa , hati hati dijalan ." kata Reyhan melirik Naura yang duduk di sisi ranjang .Dan setelah selesai bicara ia kembali mendekati Naura
" Siapa " kata Naura
" Hanya karyawan yang sedang ikut pencarian " kata Reyhan berbohong
" Apa yakin Ferdi masih hidup " kata Naura menatap Reyhan
" Aku tidak tahu, mungkin masih ada keajaiban tuhan " kata Reyhan santai .
" Tapi harapan nya tipis sayang , kenapa Aya ngak diusir saja dari rumah om dan tante sih .Suruh dia pulang kerumah nya yang di desa sana " kata Naura
" Astaga ra, kau ini bicara apa ... Aya itu punya dua anak pewaris Ferdi Tak ada yang akan berani mengusir nya .Nama nya sudah tercatat dalam ahli waris om dan tante Begitu juga dengan perusahaan pusat itu milik si kembar !! Bagaimana bisa kau berpikir begitu ingin mengusir Aya Jaga omongan mu " kata Reyhan kaget Karna Naura sangat berani berpikiran picik
" Astaga bagaimana bisa dia menjadi ahli waris Kan dia hanya menantu Kau keponakan mereka Rey " kata Naura protes pada Reyhan
" Ra, ...... aku ini hanya keponakan Bukan siapa siapa mereka Dan kami ini masih keluargga jauh .Aku beritahu jangan ikut campur urusan keluargga Ferdi !! Dan ingat jaga bicaramu " Kata Reyhan Yang tak habis pikir dengan cara berpikir Naura Yang terlalu berambisi Membuat Reyhan kurang respect
" Kan aku hanya bertanya Rey" kata Naura melihat wajah Reyhan tak senang
" Ya , tapi kelewat batas ra " kata Reyhan Yang merebahkan diri diatas tempat tidur .
__ADS_1
Yang membuat Naura langsung mendekati suaminya itu Dan lalu ikut berbaring dan memeluk nya
" Maaf ....kalo kau tersinggung , oh ya apa kau akan bekerja disini lagi ?" kata Naura menatap Reyhan lekat dan lalu mencium pipi Reyhan
" Entah lah itu tergantung keputusan om .
Aku hanya mewakili Ferdi sementara saja Untuk kerja aku masih bekerja di tempat yang sama " kata Reyhan menatap Naura lekat Karna Naura sedang mengoda nya .
" Kenapa memang nya Kau ingin ikut ke sana . Tapi di sana hanya apartemen kecil dan biasa " kata Reyhan
" Tak masalah yang penting bersama mu " kata Naura Sambil mencium bibir Reyhan .
Reyhan hanya diam Namun ia juga tak bisa menolak godaan Naura karna Naura masih berstatus istrinya Dan ia bingung bila Ratih ada disini Karna ia harus bisa membagi waktu nya .Karna ia juga sangat rindu pada istri kecilnya itu .Yang sudah seminggu ini ia tinggalkan .
" Akh .... sakit Rey .." kata Naura Ketika Reyhan memasuki dirinya .
" Ya sudah , istirahat saja mungkin kau belum pulih " kata Reyhan Ingin menjauh dari Naura
" Jangan teruskan saja mungkin karna Kita lama tak melakukannya " kata Naura yang tak ingin mengecewakan Reyhan yang sudah terlanjur tergoda .
Reyhan pun melakukan nya pelan Karna Naura masih dalam kondisi pemulihan Namun karna Naura mengoda nya Tadi mau tak mau Reyhan melayani nya . Agar Naura tak curiga .Kalau kini Ia sudah punya tempat pelampiasan lain .
*********
" Jo titip kebun ya " kata Rio saat membantu mereka menata buah dan oleh oleh di mobil
" Siap yo, aman titip Nila ya jangan sampai hilang dan ketinggalan " kata Paijo yang akan menikah sudah menikah seminggu ini .
" Ih mas apaan sih , emang Nila ini barang " kata Nila tersenyum
" Ya kalo kamu hilang kan mas bingung de " kata Paijo
" Aman jo, kenapa ngak ikut saja lusa bisa pulang kan bisa pakai pesawat " kata Rio menatap Paijo .
" Ngak menolak mas, tapi kasihan emak ngak ada yang antar jemput Lagian Dullah belum bisa di percaya " kata Paijo yang tak ingin kehilangan pekerjaan nya Padahal ia juga ingin ikut liburan Tapi karna tanggung jawabnya pada pekerjaan dan emak Jadi Paijo harus bisa menahan diri untuk bersenang senang .
" Ya sudah, lain kali kalo Dullah sudah bisa di tinggal kita ke jakarta lagi " kata Rio
" Ya mas siap " kata Paijo yang kini melatih Andi Untuk belajar pembukuan Agar bila terjadi apa apa bisa ditangani yang lain Namun untuk masalah uang masih tetap Paijo yang harus menangani nya .
Lalu setelah semuanya beres Mereka pun tinggal menunggu pa Sapto yang akan membawa mobil Karna Rio masih belum hafal jalan nya .
__ADS_1
" Ra nanti kita tinggal dimana ?" kata Ratih menatap
" Ya di rumah mami lah , emang lho mau tinggal di mana ?" kata Ara
" Tapi bang Reyhan bagaimana ?" kata Ratih
" Ya tinggal datang lah kerumah mami Memang kenapa ?" kata Ara
" Tapi ra disana kan ada mba Naura " kata Ratih bingung Karna tak mungkin ia bisa dekat dengan suaminya itu bila Naura juga ada di sana
" Hah .... madu lho Rat..... wah trus gimana ?" kata Nila
" Ya entahlah Nil kan aku belum tahu Biar pas disana saja bicara sama mas Reyhan nanti " kata Ratih
" Mereka kan ngak dirumah mami ra, lalu Ratih gimana ?" kata Nila .
" Sudah tenang ngak usah bingung. Bang Reyhan bisa datang sendiri ngak perlu bawa bawa kak Naura .Jadi lho tenang saja Rat disana aman " kata Ara Yang tak mungkin menyuruh Reyhan membawa Naura ketika ada Ratih .Karna pasti nya Ratih ngak akan nyaman
" Ya .... Itu benar " kata Nila yang juga ikut prihatin kalo Ratih teman nya itu dalam posisi tidak aman bila ke jakarta
" Sudah ayo naik tuh pa Sapto sudah datang "' kata Rio Yang tak mau ikut campur urusan Ratih jadi Rio hanya mendengarkan saja bersama Paijo
" Alhamdulilah akhirnya berangkat juga " kata Nila senang
" Hati hati ya de " kata Paijo yang memeluk Nila
" Ya mas , jaga diri ya " kata Nila tersenyum
" Ya " kata Paijo Yang berdiri bersama yu Irah sambil tersenyum
" Yu kami berangkat ya " kata Ara
" Ya ra hati hati tapi........ astaga .....Ara ...." kata yu Irah berteriak Yang membuat Ara Ratih dan Nila kaget
" Ada apa yu ?" kata Rio
" Rica rica nya dan mangut nya belum " kata yu Irah
" Astaga ........ " Kata Ara menepuk jidat
Yang membuat Rio mengeleng dan turun dari mobil Membuka kembali pintu mobil belakang
__ADS_1
****
Maaf hari ini cuma dua karna cape ada jalan santai ya readers trimakasih