Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 261


__ADS_3

Keduanya pun saling tatap Hingga manik mata mereka bertemu .


" Abang kenapa ??" kata Aya


" Tidak ada apa apa Aneh saja bila ia bilang kecelakaan dengan Reyhan Padahal aku baru pulang dari sana " kata Ferdi ragu seraya menatap Aya .


" Maksud abang ?" kata Aya


" Aku takut dia juga seperti Heni . Aya tahu sendiri kan keluargga Reyhan masih berkabung Tak mungkin Reyhan pergi keluar rumah . Karna Tania juga masih sedih " kata Ferdi


Aya terdiam dan bingung .Karna benar saja apa yang dikatakan suaminya itu Ferdi seakan menghindar dari Naura . Padahal memang masih keluargga Tapi sikap Ferdi membuat Aya bertanya tanya di benak nya


" Ada apa dengan abang ?" kata Aya dalam hati .Yang lalu duduk di sisi ranjang .Sedang Ferdi menyesap kopinya


Sambil tersenyum pada dua putranya itu


Bukan tanpa alasan Ferdi menolak menolong Naura dan Reyhan Karna wanita itu pernah mendatanginya di kamar Saat Reyhan menerima tamu Dan saat itu Ferdi ingin menumpang mandi di kamar tengah .


" Flash back


" Rey aku mandi dulu ya " kata Ferdi sore itu Setelah Rey datang bersama Naura Yang langsung bertemu Tania


" Ya Fer, apa kau tidak menginap disini saja " kata Reyhan karna sepupunya itu lah yang mengurus semuanya bersama Deril


" Kasihan Aya dirumah Rey Aku sudah dari pagi disini " kata Ferdi Yang berlalu masuk kekamar tamu tengah untuk mandi sehabis dari makam .


" Ya terserah kau saja " kata Reyhan setengah berteriak Ketika Ferdi berlalu


Ferdi pun lalu mengambil baju Di lemari khusus tamu lalu masuk kamar mandi .Agar ia merasa segar sebelum pulang kerumah . Tapi ia lupa mengunci pintu kamar mandinya .Karna Ferdi pikir ia sudah mengunci pintu kamar .


" Ah ....segar banget " kata Ferdi yang hampir selesai mandi Dan ketika memakai handuk Sebuah tangan memeluk tubuhnya yang basah


Deg.......


Ferdi pun berbalik Menatap Naura yang sudah tak berpakaian .


" Kau kenapa ada disini " kata Ferdi kaget setengah mati


" Jangan munafik Fer , kau pasti butuh kehangatan kan , Apa lagi istrimu habis melahirkan bayi kembar Pasti dia tak bisa melayani mu dengan baik " kata Naura mendekati Ferdi dan meraba dada nya yang berotot


" Maaf aku tak mengerti maksud mu Minggir aku mau lewat " kata Ferdi Yang melihat ke arah lain Karna tak ingin melihat tubuh polos Naura


" Hei.......Ayo lah Fer, aku rindu ciuman mu dulu " kata Naura mendesah pelan di depan Ferdi .


Ferdi terdiam sambil menelan saliva nya Sebagai seorang pria pasti ia akan mudah tergoda Apa lagi Naura tak memakai apapun sudah berdiri didepan nya Dengan membusungkan dada Tapi sebagai suami Ia ingat wajah Aya yang polos Yang tak mungkin ia sakiti


" Ayolah lakukan , tak ada orang yang tahu kita bercinta disini " bisik Naura pelan dan mengecup bibir Ferdi .Dan memeluk Ferdi Apalagi mereka sedang sama sama polos

__ADS_1


" Maaf ra " kata Ferdi Mendorong pelan tubuh Naura dan bergegas mengikat handuknya. Dan keluar dari kamar mandi Lalu langsung mengambil pakaian nya Dan pindah kekamar sebelah Dan menguncinya pintunya rapat Lalu bergegas memasang pakaian dengan cepat Karna tak ingin terjadi fitnah di antara mereka


" Gila .... masih sempat saja dia mencari kesempatan ..Aish untung si otong ngak bangun Gila bila itu terjadi aku bisa gila " kata Ferdi meraup wajahnya kasar .


Kalo saja tadi ia tak bisa menahan diri Mungkin ia sudah bercinta dengan Naura Apalagi wanita itu sempat mencium bibir nya yang membuat sifat kelakian nya bergetar .Namun wajah Aya masih membayangi nya


Setelah selesai ia pun lalu keluar kamar dan menuju teras Dan meminum air mineral yang berada di atas meja


Flash Off


" Bang ...abang kenapa ?" kata Aya menatap Ferdi terdiam .


" Eh ngak , abang hanya menikmati kopi buatan Aya sangat pas dan enak " kata Ferdi merangkul Aya Karna ia sangat menyayangi Istrinya itu Dan juga dua putranya yang sedang bergelayut manja padanya .


Sedangkan Alan yang berada di jalan yang ia tuju Tak menemukan siapa pun .Lalu ia pun menuju rumah Reyhan ingin bertanya tentang Naura pada Tania


" Alan ..... ' kata Tania


" Apa Naura baik baik saja " kata Alan


" Hah ..... Naura kenapa?" kata Tania


" Tadi dia menelpon tuan muda Katanya dia kecelakaan .Tapi ketika aku kesana tak ada siapa pun " kata Alan


" Aku sudah pulang .Tadi aku sudah tolong seseorang . Nih cuma lecet sedikit kok " kata Naura memamerkan luka perban nya .Yang membuat Bimo dan Deril saling pandang .


Alan pun terdiam . Tak bertanya lagi Merasa curiga dengan Naura. Karna setahunya Ferdi tak akan memerintahkan diri nya Tanpa alasan kuat untuk menolong orang lain . Hanya karna kecelakaan ringan Dan lagi Ferdi mengatakan Naura bersama Reyhan .


" Aneh " batin Alan . Setelah melihat Naura berlalu


" Ada apa ??" kata Deril menatap Alan


" Apa dia tadi pergi bersama Reyhan " kata Alan


" Tidak Reyhan bersama kami menerima tamu di rumah Tadi dia pergi sendiri " kata Deril menatap heran Alan


" Kau yakin " kata Alan memastikan


" Ya " kata Deril


" Baiklah , kalo begitu aku pamit " kata Alan Yang lalu diantar Bimo ke teras rumah menuju mobil .


" Apa Ferdi menyuruh mu kesini " kata Bimo


" Ya Bim , aneh bukan " kata Alan bingung Lalu ia pun masuk mobil .


" Ya aneh , Ya sudah hati hati salam untuknya " kata Bimo melambaikan tangan Dan setelah itu Bimo pun kembali masuk ke dalam rumah .

__ADS_1


Sedangkan Alan melajukan mobilnya ke rumah tuan mudanya Merasa kesal Karna dikerjai Ferdi Karna tak terjadi apa pun dengan Naura .


Tak lama ia pun sampai . Dan langsung menemui Ferdi di taman Yang sedang asyik bersama keluargga kecilnya .


" Sore semuanya maaf menganggu Apa om boleh pinjam papi kalian sebentar " kata Alan yang mendekati Ferdi


" Ada apa , bagaimana ?? " kata Ferdi menatap Alan .


" Kita bicara empat mata disana " kata Alan membawa Ferdi sedikit menjauh . Karna ia penasaran Kenapa Ferdi mengerjainya .Lalu setelah menjauh Alan pun menatap Ferdi lekat


"Apa kau mengerjai ku " kata Alan serius


" Mengerjai apa ? Apa kau bercanda Lan aku serius , Apa mereka baik baik saja " kata Ferdi


" Ya lebih baik dari yang kau kira " kata Alan menceritakan Apa yang terjadi


Karna memang tak terjadi apa apa disana .


" Sudah kuduga " kata Ferdi


" Apanya !! " kata Alan heran


Ferdi pun menarik nafas dalam Lalu menceritakan apa yang terjadi kemaren padanya Membuat Alan tak percaya dan melongo mendengar cerita tuan mudanya itu Kalo Naura begitu nekat berbuat itu pada tuan mudanya


" Jangan pernah kau ceritakan pada siapapun " kata Ferdi pelan Dengan mimik serius menatap Alan


" Astaga dia benar benar gila , Bagaimana bisa di nekat begitu " kata Alan pelan ketika bi Yam lewat


" Entah lah ..... " kata Ferdi mengangkat kedua tangan nya .


" Mungkin bila aku di posisi tuan juga akan terkejut " kata Alan tak habis pikir Karna ada saja yang terjadi pada tuan mudanya itu Yang membuat Alan ikut pusing ..Apa lagi ketika ingat Heni Yang mirip sekali dengan Aya . Yang hampir membuat mereka terkecoh. Dan untung nya Ferdi sangat mengenal istrinya .


" Baiklah tuan muda saya numpang mandi dulu Setelah itu baru pulang " kata Alan yang memang tadi ingin mandi . Tapi karna darurat ia pun langsung bergegas pergi .


Alan pun menuju kamar tamu Karna kamar itu biasa ia tempati Untuk istirahat bila lelah


Ceklek ........


Alan pun masuk dan langsung menuju lemari dan membuka nya Mencari pakaian ganti untuknya .Karna gerah belum mandi ia pun mengambil yang pas . Dan menyiapkan nya diatas ranjang Lalu mengunci pintu kamar nya .Dan melepas semua pakaian nya untuk masuk kamar mandi Dan hanya ****** ***** saja yang melekat di tubuhnya Dan ketika masuk


Deg......


" Kak Alan ......." kata Tina kaget yang cepat mengambil handuk Namun belum sampai tangan nya mengambil ia pun terpeleset Dan tubuhnya terhuyung menabrak Alan


Brug ......


Yang membuat mereka terjatuh kelantai kamar mandi .Dengan posisi Tina diatas Alan tanpa sehelai pun benang

__ADS_1


__ADS_2