Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 406


__ADS_3

Gadis itu tertunduk diam Sedang Ferdi tersenyum miring Lalu menatap Tris yang menelpon David bawahan nya


" Kau kesini sekarang !!!" kata Tris langsung menutup telpon


" Duduk lah di sofa itu, bagaimana kau bisa masuk magang di sini tanpa izin ku " Kata Tris menatap gadis itu tajam


" Saya .........." kata wanita itu gugup .


" Sore pa presdir , pa Tris " kata David tiba tiba muncul


" Duduk disana !!, kenapa kalian bisa menerima karyawan magang di sini " Kata Tris menatap David


" Itu usulan bu Diah pa, katanya kemaren ada usulan kalo mereka bisa menerima karyawan magang untuk membantu mereka " kata David


Yang membuat Ferdi tersenyum Karna memang Tristan bicara itu kemaren bersama Deril dan Tris Namun .Tris tak menerima usulan itu karna itu hanya candaan mereka.


Tris pun lalu menatap Ferdi lalu menjelaskan nya pada David Karna memang mereka tak ingin banyak masalah Kecuali karyawan baru


" Apa cuma dia yang magang " kata Tris Menatap wanita muda itu


" Ya pa " kata David .


" Ok cukup dia saja. Tak ada yang lain Dan tugasnya membantu mu Aku sudah punya sekertaris sendiri Jadi tak butuh yang lain Dan ingat bekerjalah hati hati Kalo kau tak ingin di keluarkan selama magang disini " kata Tris tegas


" Baik pa trimakasih " Kata gadis itu


" Dan satu lagi ,tidak memakai pakaian seperti itu .Pake pakaian yang sopan !! " kata Tris mengigat kan


" Ya pa maaf " kata gadis itu


" Ya sudah sekarang kalian boleh pergi " Kata Tris


" Baik pa " kata David Yang lalu keluar bersama gadis itu Yang membuat Ferdi langsung tertawa


" Hahaha......wah Tris , ulah Tristan dan Deril kau bisa kena sentilan bu Diah " Kata Ferdi tertawa


" Gila tuh perawan tua, seperti nya dia ingin mengerjai ku . Awas saja nanti " Kata Tris kesal


" Hahaha ..... cinta terpendam Tris lama dia menaruh hati pada mu Tapi kau tak menggubrisnya Jadi dia menyentil mu Karna mengira kau tak punya istri Sekali kali suruh lah Bella menemui mu ." Kata Ferdi tertawa Karna memang Tris terkenal kaku dan dingin Bahkan asisten nya itu lebih parah darinya .


" Sialan apa dia pikir aku tertarik padanya Lihat saja nanti akan ku kerjai dia biar tahu rasa " kata Tris kesal


" Hahaha....... kenapa emosi santai saja bro Wanita ku lebih banyak dari mu


Tapi gue santai bro Dan tak ambil pusing " kata Ferdi tertawa

__ADS_1


" Cih .... tidak pusing apa , buktinya kau juga ketar ketir bila Aya marah Dan ngambek pada mu " Kata Tris


" Tapi kan tidak masalah wanita Tapi hanya masalah sikap " kata Ferdi


" Sama saja " Kata Tris Yang menyesap kopi pahitnya .


Ditempat lain Tristan dan Wina sedang berada di privat room Yang di pesan Tris


Membuat keduanya terlihat canggung Padahal keduanya sudah sering bertemu sebelum nya Tapi hari Ferdi dan Tris sudah mengatur pertemuan itu . Hanya untuk mereka berdua


" Presdir mengatakan datanya kurang lengkap " kata Wina


" Ya karna memang belum akhir bulan " kata Tristan Menatap .Wina yang terlihat cantik hari ini


" Ya , silahkan lihat dan di koreksi dulu " kata Wina Yang memperhatikan berkasnya


" Ya " kata Tristan yang lalu mengecek lembar berkas sampai akhir terlihat kertas dengan tulisan


** Santapan buat mu **


Yang membuat Tristan tersenyum Karna ia tahu pasti tulisan itu adalah tulisan Tris Yang memang sengaja mengirim Wina untuk nya .


" Mba Wina apa kau masih sendiri " kata Tristan


" Iya pa, apa ada masalah " Kata Wina


Wina pun terkejut , lalu menarik tangan nya Namun Tristan menahannya .


" Tangan mu sangat lembut , jarang ada tangan wanita selembut ini nona Wina " Kata Tristan merayu Wina Sambil menatap manik mata Wina lekat


" Ah pa Tristan bisa saja , ini hanya biasa " Kata Wina tersanjung .


" Oh tidak ini sangat berbeda dari perempuan lain Yang bekerja tangannya kasar dan tak bisa merawat diri Sedang kan nona Wina pintar merawat diri dan ini sangat lembut " kata Tristan Yang makin gencar merayu Wina Karna percuma gelar playboy nya melekat Bila belum bisa merayu seorang wanita . Lalu Tristan duduk merapat mendekati Wina Hingga Wina terpojok ke sudut dinding


" Oh maaf , apa urusan kita sudah selesai " kata Wina tergagap Karna wajah Tristan sangat dekat dengan nya


" Oh belum ini baru pembukanya saja " kata Tristan Yang memang tak ada urusan apapun .Karna memang ia datang untuk urusan perjodohan


" Maksudnya "kata Wina gugup Karna Tristan makin mendekati nya


" Cup.....


Tristan pun nekad mencium bibir Wina Yang membuat Wina kaget


" Pa apa yang bapa lakukan " kata Wina

__ADS_1


" Kau sangat cantik Win, membuat ku terpesona " kata Tristan yang lalu memegang dagu Wina dan kembali mencium nya .


Wina pun terdiam ketika benda kenyal itu menempel di bibir nya yang terasa hangat bau mint Mengingatkan nya pada Bimo Dan tanpa sadar Tristan memungut nya pelan Hingga dada Wina berdetak kencang Dan entah mengapa tautan bibir itu membuat nya terbuai Karna Tristan mencium nya dengan lembut Agar Wina tenang dan membalasnya


Benar saja tak lama Wina pun membalasnya Dan keduanya saling bertukar saliva dalam ruangan itu Yang memang kedap suara Agar mereka berdua leluasa melakukan nya


Sejam berlalu cepat mereka masih berciuman Namun kali ini lebih menutut Wina yang terbius belaian Tristan pun tak bersuara Hanya lenguhan dan ******* saja yang terdengar dari bibir nya Ketika Tristan menarik tubuh Wina kepangkuan nya dan Wina sudah tak memakai atasan sama sekali ketika tiba tiba ...


" Wina........." kata seorang pria paruh baya


" Papi " kata Wina terkejut .


Sedang kan di kantor Bimo merasa gelisah Karna Wina belum kembali Entah mengapa hatinya merasa tak enak memikir kan Wina Apa lagi ketika ia mengirim pesan pada Wina Namun belum satu pun terbalas .


" Astaga ada apa dengan ku" kata Bimo yang menyugar rambut nya kasar .Dan mondar mandir di ruangan nya


Sedangkan Tris tersenyum setelah mengirim pak penghulu dan staf nya untuk menangkap basah Tristan dan Wina


"' Apa berhasil " kata Ferdi melihat Tris tersenyum


" Ya, mereka terciduk dan sekarang Wina sudah di bawa kerumahnya bersama Tristan Karna tertangkap basah sang papi " Kata Tris


" Kau gila Tris, dosa mereka ikut kau tangung Tris " kata Ferdi mengeleng


" Astaga bos biar si playboy itu taubat dan Wina juga tidak di gantung Bimo Masa dia harus menunggu kehancuran rumah tangga orang Atau menjadi wanita simpanan Bimo " kata Tris Yang tak mau Wina di gantung Karna gadis itu baik dan lugu Dan mau tak mau Tris mengatur semuanya Dan ia yakin pasti Bimo akan mengamuk padanya nanti . Namun tak masalah Karna itu lebih baik dari pada Wina yang ia kenal baik selama ini disakiti .


Di rumah Wina sehabis menikah mendadak keduanya di tatap tajam sang pap Karna Wina anak anak satu satu nya .di keluargga itu


" Apa kau bodoh hah bagaimana bisa kalian melakukan nya sebelum menikah " Bentak bapa itu membuat Wina terpejam


" Kami belum melakukanya pa hanya berciuman " kata Tristan


" Diam " bentak Papi Wina Membuat Tristan tak berkutik Kalau tadi ia hampir lepas kendali Tapi akhirnya ia kini ia menikah juga dan mereka bisa melanjutkan nya nanti.


" Iya pa , maaf kan saya Tapi kami sudah menikah kan pa Dan saya juga sudah bertanggung jawab " Kata Tristan bingung


" Cih kau ini , sekolah tinggi jabatan mu hebat tapi otak mu mesum .Sudah sana !! masuk kamar .Dan urus pesta pernikahan kalian Dan bicara kan baik baik " kata papi Wina Yang bingung Karna tadi ada orang yang menelponnya Untuk membawa penghulu dan saksi


" Aish apa ini akal akalan pa Tris ya " kata papi Wina Yang mengeleng Namun ia juga lega Putrinya akhirnya menikah juga


Sedangkan di kantor Bimo kaget ketika Wina menelpon nya


" Kau bilang apa Win " kata Wina


" Aku menikah dengan pa Tristan " Kata Wina di sebrang sana

__ADS_1


" Ngak......ngak boleh , Tunggu aku Aku akan kesana " Kata Bimo yang langsung bergegas keluar ruangan nya. Dan berlari menuju parkiran mobilnya


__ADS_2